Selasa, 10/3/26 | 10:15 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI KLINIK BAHASA

Pemakaian Kata “Terdiri” dan “Terbikin”

Minggu, 16/7/23 | 11:36 WIB
Oleh: Ria Febrina (Dosen Sastra Indonesia Universitas Andalas dan Mahasiswa Program Doktor Ilmu-Ilmu Humaniora Universitas Gadjah Mada)

Saat berbelanja di Mirota Kampus, swalayan terkenal di Yogyakarta, mata saya tiba-tiba tertuju pada rak yang menjual bedak dingin atau masker tradisional. Ada sebuah kemasan kertas berwarna kuning dengan tampilan yang sangat jadul. Pada tahun 1990-an, bungkusan ini sangat populer. Kini bungkusan ini menjadi salah satu kemasan unik karena tampak kuno dibandingkan bungkusan lain.

Mendapatkan produk tersebut terpajang pada tahun 2023, tentu saja membuat saya tertarik. Isinya juga olahan tradisional. Bedak dingin yang dapat membuat wajah segar setelah memakainya. Namun, satu hal yang lebih membuat saya tertarik adalah tulisan yang tertera di bungkus tersebut.

(1) TERDIRI TH. 1927
(2) BEDAK DINGIN SARIPOHATJI TERBIKIN OLEH S. MARIJAH

Kata terdiri dan terbikin merupakan kata kerja. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata terdiri bermakna ‘tiba-tiba berdiri: telah berdiri; terjadi’, sedangkan terbikin merupakan ragam percakapan yang bermakna ‘terbuat’.

BACAJUGA

Kapitil, Kosakata Baru dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia

Nama Nagari di Sumatera Barat: Dari Sejarah menjadi Sistem Pertahanan Daerah

Minggu, 08/3/26 | 23:23 WIB
Kapitil, Kosakata Baru dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia

KBBI dan Kuasa Badan Bahasa

Minggu, 15/2/26 | 16:59 WIB

Pertama, kita akan melihat pemakaian kata terdiri. Dalam KBBI (2023), kata terdiri dipakai pada kalimat berikut.

(3) Tahanan itu terdiri hendak menyerang penjaganya.
(4) Gedung itu terdiri sejak tahun 1928.
(5) Para penyandera itu terdiri atas lima orang.

Kalimat (3) menunjukkan bahwa tahanan itu tiba-tiba berdiri hendak menyerang penjaganya. Kalimat (4) menunjukkan bahwa gedung itu telah berdiri sejak tahun 1928. Kalimat (5) menunjukkan bahwa para penyandera itu berjumlah lima orang. Dari contoh kalimat tersebut, tampak bahwa kata kerja terdiri dapat berpadu dengan kata sejak dan  kata atas. Dalam bahasa Indonesia, kata kerja yang berpadu dengan kata lain, seperti kata depan, disebut dengan kata kerja intransitif.

Sebelum menjelaskan kata kerja intransitif, kita perlu mengenal jenis kata kerja dalam bahasa Indonesia. Dalam bahasa Indonesia, ada dua jenis kata kerja, yaitu kata kerja transitif dan kata kerja intransitif. Kata kerja transitif adalah kata kerja yang membutuhkan objek. Objek yang dimaksud adalah kata benda. Kita bisa melihat contohnya pada kalimat berikut.

(6) Kakek membacakan dongeng.
(7) Ayah memperbaiki sepeda.

Kata kerja membacakan dan memperbaiki merupakan kata kerja transitif karena kata ini membutuhkan objek, yaitu dongeng dan sepeda. Objek yang dihadirkan pada kalimat tersebut untuk menjawab pertanyaan: (1) Apa yang dibacakan kakek? Jawabannya adalah dongeng; dan (2) Apa yang diperbaiki ayah? Jawabannya adalah sepeda. Objek tersebut dapat menjadi subjek pada kalimat pasif sehingga kita dapat melihatnya pada kalimat berikut.

(6a) Dongeng dibacakan oleh kakek.
(7a) Sepeda diperbaiki oleh ayah.

Sementara itu, kata kerja intransitif adalah kata kerja yang tidak membutuhkan objek. Contohnya dapat dilihat pada kalimat berikut.

(8) Kakak tertidur.
(9) Ibu pergi.

Kata kerja tertidur dan pergi tidak memerlukan kehadiran objek di belakangnya. Kalimat tersebut sudah berterima karena sudah terdiri atas subjek (kakak dan ibu) dan predikat (tertidur dan pergi). Namun, meskipun kata kerja intransitif tidak membutuhkan objek, kata kerja intransitif ada yang memerlukan kata depan atau preposisi di belakangnya. Pemilihan preposisi pada kata kerja intransitif bersifat manasuka. Artinya, preposisi atau kata depan yang mengikuti kata kerja intransitif bersifat khas atau sudah biasa digunakan. Letaknya pun tetap atau tidak berubah-ubah.

Bentuk terdiri sejak dan terdiri atas merupakan contoh paduan kata tersebut. Di samping terdiri sejak dan terdiri atas, ada lagi contoh paduan kata kerja intransitif dan kata depan dalam bahasa Indonesia, yaitu bertemu dengan, menyesal atas, terbuat dari, sesuai dengan, terbagi atas, disebabkan oleh, dan bergantung pada. Kita dapat melihat contohnya pada kalimat berikut.

(10) Ayah sudah bertemu dengan kepala sekolah untuk membicarakan program bina siswa.
(11) Toni menyesal atas perbuatan yang telah dilakukan.
(12) Warna baju ini terbuat dari pewarna alami.
(13) Pelaksanaan arus mudik tahun ini sesuai dengan arahan Presiden Republik Indonesia.
(14) Otak manusia terbagi atas beberapa lobus atau area yang berfungsi sebagai pusat pengaturan berbagai aktivitas.
(15) Kebakaran hutan disebabkan oleh kemarau panjang.
(16) Hasil bergantung pada usaha.

Lalu, bagaimana dengan tulisan pada kemasan tadi berupa terdiri tahun 1927? Berdasarkan analisis yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa tulisan pada kemasan tersebut belum memiliki bentuk yang lengkap. Kata kerja intransitif terdiri seharusnya dipadukan dengan kata depan sejak untuk menunjukkan kapan pabrik tersebut didirikan. Dengan demikian, bentuk yang harus dicantumkan pada kemasan adalah sebagai berikut.

(17) Terdiri sejak tahun 1927

Kedua, kita akan menganalisis kalimat “Bedak dingin Saripohatji terbikin oleh S. Marijah”. Kalimat ini merupakan kalimat tidak efektif. Alasan pertama, kata terbikin merupakan kata tidak baku dalam bahasa Indonesia karena hanya dipakai dalam ragam percakapan. Kata terbikin harus diganti dengan kata yang baku. Alasan kedua, predikat pada kalimat tersebut merupakan kata kerja yang salah. Jika dilihat strukturnya, predikat harus diisi oleh bentuk pasif sehingga kalimat pasif yang benar dari kalimat tersebut adalah sebagai berikut.

(18) Bedak dingin Saripohatji dibuat oleh S. Marijah.

Kalimat (18) ini merupakan bentuk pasif dari kalimat aktif berikut.

(19) S. Marijah membuat bedak dingin Saripohatji.

Dengan demikian, tampak bahwa kata terbikin pada kalimat tersebut harus diganti dengan kata dibuat.

Analisis bahasa yang dilakukan pada kemasan bedak dingin ini menunjukkan bahwa kita bisa belajar bahasa Indonesia dari mana saja. Tulisan-tulisan yang ada pada kemasan, iklan, baliho, mural, atau di belakang truk, bisa dijadikan objek untuk mengetahui apakah bahasa yang dipakai sudah benar atau belum. Analisis ini semacam tantangan dalam meningkatkan kemampuan bahasa Indonesia. Kita menciptakan permainan bahasa dengan bertanya pada diri sendiri, apakah bahasa yang dipakai pada produk-produk tersebut sudah benar atau belum? Lalu, kita menyelesaikan permainan dengan menjawab berdasarkan kaidah kebahasaan. Jadi, kamu tertarik untuk menganalisis bahasa iklan yang mana?

Tags: #Ria Febrina
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Puisi-puisi Eliza Nuzul Fitria dan Ulasannya oleh Dara Layl

Berita Sesudah

Yukichi Si Kucing Rumah Tangga

Berita Terkait

Kapitil, Kosakata Baru dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia

Nama Nagari di Sumatera Barat: Dari Sejarah menjadi Sistem Pertahanan Daerah

Minggu, 08/3/26 | 23:23 WIB

Oleh: Dr. Ria Febrina, S.S., M.Hum. (Dosen Prodi Sastra Indonesia dan Prodi S2 & S3 Linguistik Universitas Andalas) Orang Minangkabau...

Memahami Kembali Imbuhan memper-

Memahami Kembali Imbuhan memper-

Minggu, 01/3/26 | 14:29 WIB

Oleh: Reno Wulan Sari (Dosen Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing Busan University of Foreign Studies, Korea Selatan) Di laman Klinik...

Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

Gerakan Sosial Baru pada Perang Kata-kata antara SEAblings dan Knetz

Minggu, 22/2/26 | 22:46 WIB

Oleh: Elly Delfia (Dosen Prodi Sastra Indonesia dan S2 Linguistik FIB Universitas Andalas) Beberapa minggu terakhir dunia digital dihebohkan oleh...

Kapitil, Kosakata Baru dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia

KBBI dan Kuasa Badan Bahasa

Minggu, 15/2/26 | 16:59 WIB

Oleh: Ria Febrina (Dosen Prodi Sastra Indonesia dan S2 Linguistik Universitas Andalas) Setelah kapitil, masyarakat Indonesia kembali dihebohkan dengan definisi...

Aspek Fonologis dan Keformalan Bahasa

Bon atau Bien? Dua Kata yang Sering Tertukar, tetapi Tidak Pernah Sama

Minggu, 01/2/26 | 14:54 WIB

Oleh: Nani Kusrini (Dosen Pendidikan Bahasa Prancis Universitas Lampung)   Bon dan bien adalah dua kosakata dalam bahasa Prancis yang...

Perbedaan Kata “kepada”, “untuk”, dan “bagi”

Berbagai Istilah Tempat Perbelanjaan dalam Bahasa Indonesia

Minggu, 25/1/26 | 17:00 WIB

Oleh: Reno Wulan Sari (Dosen Pengajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing Busan University of Foreign Studies, Korea Selatan) Berbelanja merupakan...

Berita Sesudah
Mengapa Perempuan Penyihir Dibunuh?

Yukichi Si Kucing Rumah Tangga

Discussion about this post

POPULER

  • Kapitil, Kosakata Baru dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia

    Nama Nagari di Sumatera Barat: Dari Sejarah menjadi Sistem Pertahanan Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PKDP Sumbar Perkuat Silaturahmi Perantau Pariaman Lewat Buka Puasa Bersama

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • BPASN Perkuat Pemecatan ASN Dharmasraya Anike Maulana

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Penggunaan Kata Ganti Engkau, Kau, Dia, dan Ia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keunikan Kata Penghubung Maka dan Sehingga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026