Kamis, 19/3/26 | 17:01 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home TERAS

“Sumbu” Wujud Kerja Nyata Kuflet di Ranah Sastra

Minggu, 06/3/22 | 13:41 WIB

(Foto: Komunitas Seni Kuflet)

 

Padang Panjang, Scientia – Selama 24 tahun Komunitas Seni Kuflet Padang Panjang melakukan pembinaan kepada penulis-penulis muda di kota itu. Salah satu hasilnya lahir sejumlah karya berbentuk buku.

BACAJUGA

Babayo XI Lazis MUM Padang Ajak 500 Yatim & Dhuafa Belanja Lebaran

Babayo XI Lazis MUM Padang Ajak 500 Yatim & Dhuafa Belanja Lebaran

Selasa, 17/3/26 | 01:14 WIB
Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Buka Bersama Sahabat Mulia Madani Padang

Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Buka Bersama Sahabat Mulia Madani Padang

Selasa, 10/3/26 | 04:06 WIB

“Kuflet telah melahirkan penyair, cerpenis, novelis, dramawan, juga teaterawan. ‘Sumbu’ sebagai bukti Kuflet selalu melahirkan ide-ide kreatif yang dituangkan dari ruang imajinasi menjadi karya,” ujar Dr. Asril Muchtar, S.Kar., M.Hum., ketika menjadi narasumber diskusi buku antologi puisi “Sumbu” karya alumni dan anggota Komunitas Seni Kuflet Padang Panjang, Ahad (27/2), di sekretariat Kuflet, Kampung Jambak, Kota Padang Panjang.

Menurut Asril, menulis merupakan keterampilan yang sangat penting. Usia Kuflet yang cukup matang sebagai komunitas yang eksis berkegiatan bertahun-tahun diibaratkan Asril sebagai “sumbu” yang apinya terus nyala.

“Tidak salah jika buku puisi ini memiliki diksi sumbu sebagai judul utama,” kata kritikus seni dan direktur Pascasarjana ISI Padang Panjang itu.

Sepakat dengan Asril, Dr. Sahrul N, S.S., M.Si. yang juga tampil sebagai narasumber mengatakan, “Sumbu” merupakan kerja nyata dari Kuflet yang terus mempertahankan ruang kreativitas dalam dunia sastra di Sumatra Barat, khususnya di Kota Padang Panjang.

(Foto: Komunitas Seni Kuflet, Padang Panjang) 

“Sepembacaan saya, dalam buku antologi ini tidak memiliki tema khusus, tetapi beragam. Tentu dalam hal ini kurator atau editor harus bekerja keras menyeleksi puisi penyair pemula dan senior yang ada di Kuflet,” tutur kritikus sastra yang juga dosen Prodi Seni Teater ISI Padang Panjang ini.

Sutradara teater, Dr. Yusril, S.S., M.Sn. yang ikut hadir berkomentar, membaca puisi apabila di bait pertama menarik pilihan diksinya, tentu akan menarik untuk membaca keseluruhan puisi.

“Dalam buku ini saya sangat tertarik dengan puisi Sherly Eka Putri, salah satunya. Ada tawaran-tawaran baru yang saya dapatkan dari pilihan diksi di puisi itu,” ungkap dosen penciptaan teater ISI Padang Panjang ini.

Sementara itu, penanggap lainnya, Dr. Dharminta Soeryana, M.Sn. mengaku rumit menulis puisi daripada membaca puisi. Namun, ia memberi apresiasi bahwa ada usaha mendokumentasikan budaya, sejarah, dan fakta sosial yang terjadi di sekitar.

“Menulis puisi buat saya pribadi rumit karena itu saya memilih menjadi pembaca puisi saja. Namun, terus seriuslah menjadi penulis puisi karena akan mampu menciptakan sejarah,” katanya. Pendiri dan penasihat Kuflet, Dr. Sulaiman Juned, S.Sn., M.Sn. mengatakan, 24 tahun usia Kuflet telah melakukan inisiasi dalam mewadahi pencerdasan dan melahirkan sastrawan-sastrawan muda dan teaterawan muda untuk Sumatra Barat.

“Insyaallah setiap tahun Kuflet akan menerbitkan buku antologi puisi,” ujar penyair dan teaterawan itu.

Ketua panitia peluncuran buku “Sumbu”, Sherly Ekaputri, menambahkan, diskusi itu dihadiri peserta lintaskomunitas di Kota Padang Panjang dan beberapa kota lainnya di Sumatra Barat.

Diskusi dipandu penulis, pegiat literasi, dan Founder Kelas Menulis Daring (KMD) elipsis, Muhammad Subhan. Acara dibuka dengan pembacaan puisi Soeryadarman Isman dan Monolog yang dibawakan Siti Nuratikah. (rls)

ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Padang Kota Budaya

Berita Sesudah

Memahami Pedagogi dan Andragogi dalam Pembelajaran

Berita Terkait

Babayo XI Lazis MUM Padang Ajak 500 Yatim & Dhuafa Belanja Lebaran

Babayo XI Lazis MUM Padang Ajak 500 Yatim & Dhuafa Belanja Lebaran

Selasa, 17/3/26 | 01:14 WIB

Lazis MUM Padang membelanjakan 500 anak yatim dan dhuafa, Senin (16/3). (Foto: SCIENTIA/Wahyu Amuk/Lazis MUM) Padang, SCIENTIA -- Dipenghujung Ramadhan...

Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Buka Bersama Sahabat Mulia Madani Padang

Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Buka Bersama Sahabat Mulia Madani Padang

Selasa, 10/3/26 | 04:06 WIB

LAZ Sahabat Mulia Madani Padang berbagai santunan bagi anak yatim dan dhuafa, Senin (9/3). (Foto: SCIENTIA/Wahyu Amuk) Padang, SCIENTIA - Ratusan...

KAI Dukung Pengembangan Infrastruktur dan Optimalisasi Aset di Kota Padang

KAI Dukung Pengembangan Infrastruktur dan Optimalisasi Aset di Kota Padang

Rabu, 04/3/26 | 17:41 WIB

Padang, SCIENTIA - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat menerima audiensi Walikota Padang, Fadly Amran, di...

Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

Gerakan Sosial Baru pada Perang Kata-kata antara SEAblings dan Knetz

Minggu, 22/2/26 | 22:46 WIB

Oleh: Elly Delfia (Dosen Prodi Sastra Indonesia dan S2 Linguistik FIB Universitas Andalas) Beberapa minggu terakhir dunia digital dihebohkan oleh...

Bale by BTN, Solusi Cepat Pilih Rumah Pascabencana

Bale by BTN, Solusi Cepat Pilih Rumah Pascabencana

Jumat, 20/2/26 | 20:13 WIB

Seorang relawan bencana di Kota Padang, Sumatera Barat sedang memilih rumah hunian yang nyaman melalui aplikasi Bale by BTN karena...

DPRD Sumbar Sebar 216 Tim Safari Ramadhan 1447 H, Salurkan Bantuan hingga Rp50 Juta per Masjid

DPRD Sumbar Sebar 216 Tim Safari Ramadhan 1447 H, Salurkan Bantuan hingga Rp50 Juta per Masjid

Kamis, 19/2/26 | 19:00 WIB

Padang, SCIENTIA — Pimpinan dan anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat dijadwalkan mengunjungi 216 tempat ibadah yang tersebar di seluruh kabupaten...

Berita Sesudah
Memahami Pedagogi dan Andragogi dalam Pembelajaran

Memahami Pedagogi dan Andragogi dalam Pembelajaran

Discussion about this post

POPULER

  • Representasi Perempuan dalam Novel “Perempuan di Titik Nol dan Entrok: Kajian Feminisme”

    Representasi Perempuan dalam Novel “Perempuan di Titik Nol dan Entrok: Kajian Feminisme”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pasangan Kata “Bukan” dan “Tidak” dalam Bahasa Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Hari Raya Idulfitri dan Lebaran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Kata “kepada”, “untuk”, dan “bagi”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Oleh sebab itu, Oleh karena itu, atau Maka dari Itu?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Se Indonesia, seIndonesia, atau se-Indonesia?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026