Jumat, 23/1/26 | 19:35 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI KLINIK BAHASA

Pemakaian “seperti” dan “dan sebagainya” dalam Kalimat

Minggu, 31/10/21 | 07:00 WIB
Oleh: Ria Febrina, S,S., M.Hum. (Dosen Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas)

Tidak banyak yang menyadari bahwa pemakaian kata hubung seperti dan dan sebagainya dalam bahasa Indonesia tidak boleh bersamaan. Pengguna bahasa Indonesia harus memilih salah satu kata hubung tersebut untuk melakukan pemerincian dalam sebuah kalimat. Kita dapat melihat contoh berikut.

(1) Para pekerja seperti PPSU, PHL Suku Dinas Bina Marga, dan lain-lain tampak sibuk menyusun konblok. 1

Kata hubung seperti merupakan kata hubung penanda rincian yang berfungsi untuk merinci beberapa buah data. Selain kata seperti, juga ada kata contoh, misalnya, dan di antaranya. Hal ini dapat dilihat pada contoh berikut.

(2) Dalam rangka hari buah sedunia, kita perlu mengenal kembali buah-buahan lokal dari Indonesia, seperti manggis, nenas, rambutan, dan duku.

BACAJUGA

Kapitil, Kosakata Baru dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia

Kapitil, Kosakata Baru dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia

Minggu, 11/1/26 | 09:57 WIB
Serba-serbi Kritik Sosial Habis Lebaran

Penulisan Nama dalam Bahasa Asing

Minggu, 21/12/25 | 07:51 WIB

Kita sama-sama mengetahui bahwa buah lokal Indonesia tidak hanya manggis, nenas, rambutan, dan duku. Dari catatan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Kementerian Pertanian (2013), terdapat 266 jenis buah-buahan lokal Indonesia yang sebagian besar tumbuh liar di hutan. Pengguna bahasa Indonesia tidak mungkin menyebutkan ke-266 buah tersebut dalam satu buah kalimat. Oleh sebab itu, perlu disebutkan beberapa buah sebagai contoh. Untuk menyatakan bahwa hanya beberapa contoh yang dipilih, pengguna bahasa Indonesia dapat menggunakan kata hubung penanda rincian berupa seperti, misalnya, dan di antaranya tadi.

Jika sudah menggunakan kata hubung seperti, pengguna bahasa Indonesia tidak perlu lagi menggunakan kata dan sebagainya secara bersamaan. Dalam kata hubung seperti, sudah terkandung makna bahwa masih ada bentuk lain yang sejenis. Lalu, kapan pengguna dapat menggunakan kata hubung dan sebagainya?

Kata hubung dan sebagainya dapat digunakan, baik pada tengah kalimat atau pada akhir kalimat rincian untuk menyatakan bahwa masih banyak bentuk lainnya yang sejenis. Kita dapat melihat contoh penggunaan kata dan sebagainya dalam bentuk berikut.

(2a) Di toko tersebut terdapat manggis, nenas, rambutan, duku, dan sebagainya yang merupakan buah-buahan lokal dari Indonesia.

Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Republik Indonesia (2021) dalam KBBI daring menyatakan bahwa kata hubung dan sebagainya merupakan kata hubung yang menyatakan perincian lebih lanjut yang bentuknya sejenis. Kata sejenis menunjukkan bahwa contoh yang diberikan harus merupakan bagian dari jenis atau kategori yang sama, seperti buah-buahan dan sayur-sayuran. Hal ini juga diungkapkan dalam buku Praktis Bahasa Indonesia Jilid 2 Edisi Kedua (2007) bahwa kata hubung dan sebagainya digunakan pada perincian yang bentuknya sejenis. Jika pengguna bahasa Indonesia ingin menguraikan contoh dari jenis yang beragam, dapat menggunakan kata hubung dan lain-lain, seperti kalimat berikut.

(3) Wisatawan yang datang ke Yogyakarta dapat menikmati jajanan khas bakpia, gudeg, peyek tumpuk, yangko, geplak, dan lain-lain.

Bakpia, gudeg, peyek tumpuk, yangko, dan geplak merupakan makanan olahan khas Yogyakarta yang tidak berasal dari jenis yang sama. Oleh karena itu, pengguna bahasa Indonesia dapat menggunakan dan lain-lain untuk menjelaskan jenis makanan lain yang menjadi makanan khas Yogyakarta tersebut.

Dengan demikian, kalimat (1) yang memuat kata hubung seperti  dan dan lain-lain merupakan kalimat tidak efektif karena menggunakan dua kata hubung dari jenis yang sama, yakni sama-sama kata hubung penanda rincian. Oleh karena itu, kita dapat memperbaiki kalimat tersebut menjadi kalimat berikut.

(1a) Para pekerja seperti PPSU dan PHL Suku Dinas Bina Marga tampak sibuk menyusun konblok.
(1b) Para pekerja PPSU, PHL Suku Dinas Bina Marga, dan lain-lain tampak sibuk menyusun konblok.

Logika Makna

Di samping berkenaan dengan kaidah, ada hal menarik yang perlu dibahas lebih lanjut mengenai kata hubung dan sebagainya dan dan lain-lain. Kata-kata tersebut sesungguhnya dapat menunjukkan ketidakmampuan seseorang dalam memberikan contoh yang dimaksud, misalnya ketika seseorang ingin mengungkapkan bahwa ada banyak cerita rakyat dari Sumatera Barat, tetapi ia hanya mampu menyebutkan satu buah cerita rakyat, ia pun menggunakan kata hubung pemerincian dan lain-lain. Pada satu sisi, ia sudah menunjukkan bahwa masih ada cerita rakyat lainnya, tetapi pada satu sisi juga menunjukkan bahwa ia tidak tahu lagi judul cerita rakyat lainnya.

Di Sumatera Barat terdapat beberapa cerita rakyat berupa Malin Kundang, Siti Nurbaya, Hikayat Sabai nan Aluih, Asal-Usul Nama Minangkabau, Ikan Sakti Sungai Janiah, Kisah Sutan Pangaduan, Legenda Siamang Putih, Anggun Nan Tongga, Kisah Batu Ajuang Batu Peti, Lebai Malang, Malin Demam, dan Legenda Asal Usul Danau Maninjau. Banyak orang yang hanya mengingat satu atau dua buah cerita saja, lalu menggunakan kata hubung dan lain-lain untuk menjelaskan bahwa masih ada contoh lainnya. Hal ini misalnya tampak pada kalimat berikut.

(4) Malin Kundang, Siti Nurbaya, dan lain-lain adalah cerita rakyat dari Sumatera Barat.

Dalam tata bahasa Indonesia, penggunaan kata dan lain-lain pada kalimat tersebut tidaklah salah, tetapi dapat menunjukkan ketidakmampuan seseorang dalam mengetahui cerita rakyat yang dimiliki. Agar tidak terjebak dengan makna tersebut, pengguna bahasa Indonesia dapat menggunakan kata hubung seperti sebagai alternatif pengganti kata hubung dan lain-lain.

(4a) Cerita rakyat dari Sumatera Barat yang perlu diketahui oleh generasi muda, seperti Malin Kundang dan Sabai nan Aluih.

Penggunaan kata hubung seperti pada kalimat tersebut sudah menunjukkan contoh cerita rakyat yang ada dari sekian banyak contoh lainnya. Di samping berkenaan dengan logika, kata hubung dan lain-lain merupakan kata hubung yang tidak boleh digunakan dalam karya ilmiah, seperti artikel ilmiah, makalah, skripsi, tesis, dan disertasi. Karya-karya ilmiah harus menunjukkan informasi yang pasti dan dapat dibuktikan secara empiris. Oleh karena itu, semua data dalam karya ilmiah harus dituliskan dan tidak boleh menggunakan kata hubung dan lain-lain dan dan sebagainya. Ketika seorang penulis karya ilmiah ingin menuliskan beberapa buah contoh yang sudah disebutkan sebelumnya, penulis dapat menggunakan kata hubung seperti untuk mewakili data yang diberikan.

Berdasarkan analisis tersebut, dapat disimpulkan bahwa penggunaan kata hubung dan sebagainya dan dan lain-lain harus dihindari dalam bahasa Indonesia. Pengguna dapat menggunakan kata hubung seperti untuk membatasi contoh data yang disampaikan kepada orang lain.

Sumber Data

1 Hamonangan, Junianto. 2018. “Jelang Festival, Pembangunan Plaza Danau Sunter Hampir 100 Persen”, diakses melalui https://wartakota.tribunnews.com/2018/02/21/jelang-festival-pembangunan-plaza-danau-sunter-hampir-100-persen.

Tags: #Ria Febrina
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Pentingnya Teknik Roguing pada Produksi Benih Padi Bersertifikat

Berita Sesudah

Pemerolehan Bahasa pada Anak

Berita Terkait

Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

Selasa, 20/1/26 | 07:09 WIB

Oleh: Elly Delfia (Dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas) Suatu sore, adik perempuan saya mendatangi saya dan berkata “Uni sudah...

Kapitil, Kosakata Baru dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia

Kapitil, Kosakata Baru dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia

Minggu, 11/1/26 | 09:57 WIB

Oleh: Dr. Ria Febrina, S.S., M.Hum. (Dosen Prodi Sastra Indonesia dan S2 Linguistik FIB Universitas Andalas) Tiba-tiba warganet Indonesia heboh...

Perbedaan Kata “kepada”, “untuk”, dan “bagi”

Onde-Onde dan Klepon: Perbedaan Budaya, Perbedaan Nama

Minggu, 11/1/26 | 09:39 WIB

Oleh: Reno Wulan Sari (Dosen Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) di Busan University of Foreign Studies, Korea Selatan) Tidak...

Dari Sawah ke Timeline: Kisah Kata “Ani-ani” yang Berubah Arti

Dari Sawah ke Timeline: Kisah Kata “Ani-ani” yang Berubah Arti

Minggu, 04/1/26 | 21:16 WIB

Oleh: Arum Rindu Sekar Kasih (Mahasiswa Program Doktor Ilmu-Ilmu Humaniora Universitas Gadjah Mada)    Beberapa waktu lalu, publik dihebohkan dengan...

Struktur Kalimat Peraturan Perundang-undangan

Problematika Penulisan Kata Majemuk

Minggu, 28/12/25 | 23:00 WIB

Oleh: Elly Delfia (Dosen Prodi Sastra Indonesia dan S2 Linguistik Universitas Andalas) Kata majemuk atau kompositum sering menjadi problem dalam...

Perbedaan Kata “kepada”, “untuk”, dan “bagi”

Perbedaan Frasa “Sepatu Baru” dan “Sepatu yang Baru”

Minggu, 21/12/25 | 08:22 WIB

Oleh: Reno Wulan Sari (Dosen Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing di Busan University of Foreign Studies, Korea Selatan) Dari judul...

Berita Sesudah
Pemerolehan Bahasa pada Anak

Pemerolehan Bahasa pada Anak

Discussion about this post

POPULER

  • Diksi Cantik sebagai Identitas Perempuan di Instagram

    Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Personifikasi dalam Puisi “Lukisan Berwarna” Karya Joko Pinurbo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemko Padang Dukung Persiapan Jemaah Haji Kota Padang 1447 Hijriah Sebanyak 193 Orang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berbagai Istilah Urutan Waktu dalam Bahasa Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Persoalan Ketersediaan Air Bersih Kota Padang Butuh 228 Sumur Bor

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dari Sawah ke Timeline: Kisah Kata “Ani-ani” yang Berubah Arti

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024