
Dharmasraya, Scientia.id — Sungai Batang Siat di wilayah Jorong Rumah Padang, Nagari Koto Salak, Kecamatan Koto Salak, Kabupaten Dharmasraya, kembali dikeluhkan warga. Aliran sungai dilaporkan berubah menghitam dan mengeluarkan bau menyengat diduga warga berkaitan dengan kebocoran limbah dari aktivitas PT Darmasraya Sawit Lestari (DSL).
Kondisi tersebut diketahui warga pada Sabtu (3/10/2026) sekitar pukul 09.00 WIB. Temuan itu kemudian direkam menggunakan telepon seluler sebagai dokumentasi kondisi aliran sungai.
Keluhan terbaru ini menambah perhatian warga terhadap kondisi Sungai Batang Siat. Pasalnya, persoalan serupa terkait dugaan kebocoran limbah yang dikaitkan dengan aktivitas PT DSL sebelumnya juga pernah dikeluhkan pada Kamis (13/8/2026) dan Rabu (26/8/2026).
Warga meminta kondisi tersebut segera ditindaklanjuti dengan pemeriksaan di lapangan. Menurut mereka, perubahan warna air dan munculnya bau menyengat perlu dipastikan penyebabnya melalui pengambilan sampel serta pengujian kualitas air.
“Sungai ini salah satu sumber kehidupan masyarakat, khususnya di Kecamatan Koto Salak. Apalagi saat musim kemarau seperti ini, air sulit bagi masyarakat,” ujar seorang warga.
Warga menyebut aliran Sungai Batang Siat dimanfaatkan masyarakat di sejumlah wilayah, mulai dari Nagari Padukuan, Koto Salak hingga kawasan Simalidu.
Karena itu, masyarakat berharap instansi berwenang segera turun ke lokasi untuk mengambil sampel air dan melakukan pemeriksaan secara menyeluruh. Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan apakah perubahan warna dan bau pada air sungai berkaitan dengan pencemaran atau disebabkan faktor lain.
Warga juga meminta pihak perusahaan memberikan penjelasan apabila hasil pemeriksaan nantinya menunjukkan adanya keterkaitan antara kondisi Sungai Batang Siat dengan aktivitas perusahaan.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Dharmasraya, Novandri Ismi, membenarkan pihaknya telah menerima informasi mengenai kondisi Sungai Batang Siat tersebut.
“Segera kita tindaklanjuti,” kata Novandri saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Sabtu (3/10/2026) sore.
Novandri juga menyampaikan bahwa untuk tindak lanjut persoalan yang terjadi pada Agustus 2026, pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan dari DLH Provinsi Sumatera Barat.
“Dalam waktu dekat pihaknya akan merelease setelah hasil pemeriksaan oleh DLH Provinsi Sumatera Barat diterbitkan,” tambahnya.
Sementara itu, tim telah berupaya meminta klarifikasi kepada Humas sekaligus KTU PT DSL, Wahyu Sinaga, melalui pesan WhatsApp pada Sabtu (3/10/2026) sekitar pukul 16.26 WIB. Namun, hingga berita ini diturunkan, belum diperoleh tanggapan dari pihak perusahaan terkait keluhan warga maupun dugaan keterkaitan perubahan kondisi Sungai Batang Siat dengan aktivitas PT DSL.
Hingga saat ini, dugaan bahwa perubahan warna dan bau menyengat pada Sungai Batang Siat disebabkan oleh limbah PT DSL belum dapat dipastikan. Kepastian mengenai sumber dan penyebab perubahan kondisi air tersebut masih menunggu pemeriksaan lapangan, pengambilan sampel, serta hasil uji laboratorium dari instansi berwenang. (*)




![Donizar bersama tim kesenian musik tradisional Gondang Boroguang dalam PKSB 2026. Selasa malam, (29/9) [foto: ist]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2026/09/IMG-20260929-WA0016-350x250.jpg)



