Padang Pariaman, Scientia — Anggota DPRD Sumatera Barat dari Fraksi PKB, Firdaus, membuka Turnamen 212 Takraw Cup II di Padang Pariaman. Ia menilai olahraga sepak takraw memiliki keunikan karena tidak hanya mengandalkan kekuatan fisik, tetapi juga menggabungkan keterampilan, seni, dan atraksi yang mampu menarik perhatian penonton.
Menurut Firdaus, sepak takraw merupakan salah satu cabang olahraga yang memiliki karakter berbeda dibandingkan olahraga permainan lainnya. Gerakan akrobatik, teknik mengolah bola, hingga kemampuan menjaga keseimbangan membuat takraw menjadi olahraga yang sekaligus menyajikan pertunjukan.
“Takraw adalah olahraga atraktif, olahraga pertunjukan yang mengutamakan seni,” kata Firdaus saat membuka turnamen tersebut.
Ia mengatakan penyelenggaraan turnamen seperti 212 Takraw Cup II penting untuk menjaga keberlangsungan olahraga tersebut di tengah generasi muda. Kompetisi, kata dia, dapat menjadi ruang bagi atlet untuk mengasah kemampuan sekaligus membangun keberanian dan mental bertanding.
Firdaus menilai olahraga juga memiliki peran lebih luas dalam membentuk karakter generasi muda. Semangat berkompetisi yang dibangun melalui kegiatan olahraga diharapkan dapat menjadi modal bagi anak-anak muda untuk menghadapi tantangan di luar lapangan.
“Takraw memantik semangat generasi,” ujarnya.
Karena itu, ia mendorong agar turnamen olahraga tidak berhenti sebagai agenda sesaat. Kegiatan serupa perlu dilakukan secara berkelanjutan sehingga muncul pembinaan yang lebih terarah dan regenerasi atlet dapat berjalan.
Menurut dia, potensi olahraga di tingkat nagari dan daerah perlu terus diberi ruang. Banyak anak muda memiliki kemampuan dan minat terhadap olahraga, tetapi membutuhkan wadah untuk mengembangkan bakat mereka.
Turnamen juga dinilai dapat memperkuat hubungan sosial masyarakat. Pertandingan mempertemukan atlet, pemuda, pengurus olahraga, serta masyarakat dalam suasana kompetitif yang tetap menjunjung sportivitas.
Firdaus berharap 212 Takraw Cup II tidak hanya melahirkan juara, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem olahraga yang sehat di Padang Pariaman.
“Yang paling penting adalah bagaimana olahraga ini terus hidup dan anak-anak muda memiliki ruang untuk menyalurkan energi serta prestasinya,” katanya.
Ia menegaskan, dukungan terhadap olahraga masyarakat merupakan investasi jangka panjang. Ketika generasi muda memiliki ruang untuk beraktivitas secara positif, olahraga tidak hanya menghasilkan atlet, tetapi juga membantu membangun generasi yang disiplin, sportif, dan memiliki semangat berprestasi.(yrp)






![Ketua PKC PMII Sumatera Barat, M. Yusur Rahman.[foto: ist]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2026/09/IMG-20260901-WA0016-350x250.jpg)

