
Dharmasraya, Scientia.id – Pemerintah Daerah Kabupaten Dharmasraya menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat yang terdampak krisis kekeringan akibat musim kemarau berkepanjangan. Penyaluran bantuan dilakukan sebagai bentuk respons cepat pemerintah daerah terhadap kondisi darurat air bersih yang melanda sejumlah wilayah.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, terdapat lima kecamatan yang terdampak kekeringan, yakni Kecamatan Timpeh, Kecamatan Sembilan Koto, Kecamatan Sitiung, Kecamatan Padang Laweh, dan Kecamatan Pulau Punjung. Sementara itu, delapan nagari yang mengalami krisis air bersih meliputi Nagari Taratak Tinggi, Banai, Silago, Lubuk Karak, Siguntur, Sungai Duo, Sopan Jaya, serta Nagari IV Koto Pulau Punjung.
Selain mengalami kesulitan mendapatkan air bersih, sejumlah nagari tersebut juga terdampak kekeringan lahan pertanian, gangguan fasilitas penyediaan air bersih, hingga minimnya sarana dan prasarana air bersih.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Dharmasraya, Suherman Junaidi, menyampaikan bahwa untuk saat ini baru Nagari IV Koto Pulau Punjung yang secara resmi menyurati pihaknya untuk permohonan penyaluran bantuan air bersih kepada warga terdampak.
“Untuk sementara, baru Nagari IV Koto Pulau Punjung yang mengajukan surat permohonan distribusi air bersih kepada BPBD,” ujarnya.
Terpisah, Wali Nagari IV Koto Pulau Punjung, David Iskan, pendistribusian air bersih langsung dilakukan ke rumah-rumah warga yang sumurnya mengering.
David menjelaskan, dari total 12 jorong di Nagari Ampek Koto, sedikitnya enam jorong terdampak kekeringan dan telah menerima bantuan air bersih. Ratusan kepala keluarga dilayani melalui distribusi sekitar lima hingga enam mobil tangki air yang dikirim langsung ke lingkungan warga.
“Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban warga yang mengalami krisis air bersih,” tambahnya.
Kekeringan yang terjadi menyebabkan sumur-sumur warga mengering sehingga menyulitkan pemenuhan kebutuhan air untuk konsumsi dan aktivitas rumah tangga sehari-hari.
Penyaluran bantuan air bersih dilaksanakan pada Sabtu (21/2/2026) dan diserahkan langsung ke rumah-rumah warga yang terdampak kekeringan. Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Wali Nagari IV Koto Pulau Punjung, Camat Pulau Punjung, serta jajaran BPBD Dharmasraya.
Baca Juga: Pemkab Dharmasraya Kawal Penilaian Kepatuhan PT TKA Terkait Kebun Plasma Masyarakat Adat
Pemerintah Kabupaten Dharmasraya mengimbau nagari lain yang terdampak untuk segera berkoordinasi dan menyampaikan laporan resmi agar bantuan dapat segera disalurkan secara merata kepada masyarakat yang membutuhkan. (tnl)








