Minggu, 25/10/26 | 03:21 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home EDUKASI

Lukisan Tangan dari Sulawesi Geser Klaim Seni Gua Tertua Dunia

Senin, 26/1/26 | 19:56 WIB
Ilustrasi (Foto: Ist)
Ilustrasi (Foto: Ist)

Jakarta, Scientia.id – Sebuah temuan arkeologis penting terungkap dari kawasan Sulawesi Tenggara. Tim peneliti lintas negara melaporkan ditemukannya jejak cap tangan purba di sebuah gua di Pulau Muna yang diperkirakan berusia 67.800 tahun. Berdasarkan hasil penanggalan ilmiah, artefak ini kini dinyatakan sebagai seni cadas tertua yang pernah diverifikasi secara ilmiah di dunia.

Penelitian tersebut merupakan kerja sama antara Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dengan dua perguruan tinggi asal Australia, yakni Griffith University dan Southern Cross University. Hasil kajian mereka telah dipublikasikan dalam jurnal ilmiah bereputasi internasional, Nature.

Cap tangan purba itu ditemukan di Liang Metanduno dan usianya tercatat jauh melampaui temuan seni gua sebelumnya. Dibandingkan lukisan cadas di kawasan Maros–Pangkep, Sulawesi Selatan, temuan ini lebih tua sekitar 16.600 tahun. Bahkan, cap tangan tersebut juga mendahului seni gua dari Spanyol—yang sebelumnya dianggap tertua—sekitar 1.100 tahun.

Peneliti Pusat Riset Arkeometri BRIN, Adhi Agus Oktaviana, menyampaikan bahwa hasil penanggalan ini menjadi tonggak baru dalam studi seni prasejarah dunia. Ia menjelaskan bahwa usia lukisan ditentukan melalui metode laser-ablation uranium-series, dengan menganalisis lapisan kalsit mikroskopis yang menutupi permukaan gambar. Menariknya, cap tangan tersebut diketahui berada di bawah lapisan lukisan lain yang menggambarkan sosok manusia, ayam, dan figur berkuda.

BACAJUGA

Cagak Sastra Hidupkan Kembali Ruang Pertemuan Generasi Muda dengan Sastra

Cagak Sastra Hidupkan Kembali Ruang Pertemuan Generasi Muda dengan Sastra

Rabu, 30/9/26 | 10:20 WIB
Sosialisasi Mitigasi Bencana Hidrometeorologi di SMAN 9 Padang

Sosialisasi Mitigasi Bencana Hidrometeorologi di SMAN 9 Padang

Sabtu, 05/9/26 | 04:54 WIB

Sementara itu, Profesor Maxime Aubert dari Griffith University mengungkapkan bahwa cap tangan di Sulawesi memiliki karakter unik berupa bentuk jari yang ramping dan menyerupai cakar. Menurutnya, hingga kini belum dapat dipastikan teknik yang digunakan pembuatnya, apakah dengan memodifikasi bentuk tangan atau dengan cara menggerakkan tangan saat menyemprotkan pigmen.

Aubert juga menilai makna simbolik dari bentuk tersebut masih menjadi tanda tanya. Ia menduga kemungkinan keterkaitannya dengan dunia fauna, meski interpretasi tersebut masih memerlukan kajian lebih lanjut.

Lebih dari sekadar penemuan seni purba, temuan ini memperkuat bukti bahwa manusia modern telah memiliki kemampuan menjelajah laut sejak hampir 70.000 tahun lalu. Selama ini, Homo sapiens diyakini baru mencapai wilayah Sahul yang mencakup Australia dan Papua sekitar 50.000 tahun silam.

Baca Juga: Jejak Asteroid Purba di Dasar Laut Utara Akhirnya Terungkap

Namun, berdasarkan bukti terbaru dari Sulawesi, para peneliti kini meyakini bahwa kedatangan manusia ke wilayah tersebut terjadi jauh lebih awal, sekitar 65.000 hingga 68.000 tahun yang lalu, melalui jalur utara. Temuan ini sekaligus merevisi pemahaman lama tentang pola migrasi awal manusia modern di kawasan Asia-Pasifik. (*)

ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Rapat Persiapan Huntara di Sumbar, Pemkab Solok Dukung Percepatan

Berita Sesudah

Gubernur Sumbar Turun ke Lapangan, Pastikan Pembenahan Sungai dan Air Bersih di Padang Berjalan

Berita Terkait

Cagak Sastra Hidupkan Kembali Ruang Pertemuan Generasi Muda dengan Sastra

Cagak Sastra Hidupkan Kembali Ruang Pertemuan Generasi Muda dengan Sastra

Rabu, 30/9/26 | 10:20 WIB

Padang, Scientia.id — Yayasan Cagak Inti Kultura bekerja sama dengan Direktorat Pengembangan Budaya Digital Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia menggelar Cagak...

Sosialisasi Mitigasi Bencana Hidrometeorologi di SMAN 9 Padang

Sosialisasi Mitigasi Bencana Hidrometeorologi di SMAN 9 Padang

Sabtu, 05/9/26 | 04:54 WIB

  Foto 1. Tim  Pengabdian Masyarakat  Teknik Sipil PNP dengan Pihak Sekolah SMAN 9 Padang Padang, Scientia.id-Kesadaran terhadap ancaman bencana...

Pemerintah Genjot Renovasi 70 Ribu Sekolah pada 2026

Pemerintah Genjot Renovasi 70 Ribu Sekolah pada 2026

Rabu, 29/4/26 | 19:37 WIB

Jakarta, Scientia.id - Prabowo Subianto menegaskan keseriusan pemerintah dalam mempercepat pembenahan infrastruktur pendidikan melalui program renovasi sekolah secara masif. Pada...

Webometrics 2026 Rilis Peringkat Kampus Terbaik, 10 PTKIN Masuk 100 Besar Indonesia

Webometrics 2026 Rilis Peringkat Kampus Terbaik, 10 PTKIN Masuk 100 Besar Indonesia

Senin, 27/4/26 | 13:36 WIB

Jakarta, Scientia.id - Lembaga pemeringkatan global Webometrics kembali merilis daftar perguruan tinggi terbaik di dunia untuk edisi Januari 2026. Dari...

Kemenag Gelar “Coaching Clinic” AI bagi Guru di Ramadan

Kemenag Gelar “Coaching Clinic” AI bagi Guru di Ramadan

Minggu, 08/3/26 | 16:24 WIB

Jakarta, Scientia.id - Kementerian Agama Republik Indonesia melalui Pusbangkom SDM Pendidikan dan Keagamaan kembali menggelar Coaching Clinic Pintar Spesial Ramadan...

13 Prodi FISIP UNAND Berhasil Raih Predikat “Unconditional” Akreditasi Internasional ACQUIN

13 Prodi FISIP UNAND Berhasil Raih Predikat “Unconditional” Akreditasi Internasional ACQUIN

Rabu, 18/2/26 | 09:15 WIB

Foto: elly Padang, Scientia-Sebanyak 13 Program Studi di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Andalas (UNAND) yang telah...

Berita Sesudah
Gubernur Sumbar Turun ke Lapangan, Pastikan Pembenahan Sungai dan Air Bersih di Padang Berjalan

Gubernur Sumbar Turun ke Lapangan, Pastikan Pembenahan Sungai dan Air Bersih di Padang Berjalan

POPULER

  • Tiga Hari Pencarian, Balita yang Hilang di Padang Pariaman Ditemukan Meninggal

    Tiga Hari Pencarian, Balita yang Hilang di Padang Pariaman Ditemukan Meninggal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jelang Kongres XX IPPNU, Ketum PP IPPNU Sumbar Tri Ramadhani Siap Maju Caketum PP

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemko Padang Apresiasi Kontribusi Alumni IKIP Padang/UNP

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Diduga Timbun dan Jual Kembali Solar Subsidi, Dua Pria di Sijunjung Diamankan Polisi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa 5.000 Hektare Tanah Ulayat di Dharmasraya Digugat, Penggugat Tuntut Ganti Rugi Rp1,3 Triliun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sidak Bupati Dharmasraya, Lahan dan Hutan Terbakar Sudah Ditanami Sawit

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bias Pengetahuan Bahasa AI tentang Perempuan dan Krisis Iklim

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026