![Ketua DPW PKB Sumbar, Firdaus.[foto : ist]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2025/09/FB_IMG_1740746482061.jpg)
Firdaus menjelaskan, terganggunya akses air bersih terjadi akibat rusaknya jaringan pipa, gangguan listrik, serta tidak stabilnya pasokan air di beberapa instalasi. Kondisi tersebut membuat ribuan warga di beberapa nagari, termasuk wilayah yang terisolasi oleh banjir, belum dapat memenuhi kebutuhan dasar seperti air minum, memasak, hingga mencuci.
“Ini situasi darurat. Air bersih adalah kebutuhan paling vital. PDAM harus bergerak cepat dan tidak menunggu sampai warga benar-benar kehabisan,” tegas Firdaus, Jumat (28/11).
Ia meminta PDAM menyediakan suply air gratis dengan jadwal pendistribusian yang merata agar tidak terjadi penumpukan warga di satu titik. Menurutnya, wilayah yang paling parah terdampak harus menjadi prioritas, tanpa terkecuali daerah-daerah yang sulit dijangkau.
“Jangan ada daerah yang terabaikan hanya karena aksesnya sulit. Kita bicara soal kemanusiaan, bukan sekadar teknis,” ujarnya.
Dalam kunjungannya, Firdaus mendengar langsung keluhan warga yang selama dua hari terakhir harus menampung air hujan untuk kebutuhan rumah tangga. Ia menilai kondisi ini bisa memicu masalah kesehatan baru seperti diare, infeksi kulit, dan penyakit pascabencana lainnya jika tidak segera tertangani.
Karena itu, ia menekankan perlunya koordinasi yang lebih solid antara PDAM, BPBD, pemerintah nagari, dan pemerintah daerah. Dengan koordinasi yang baik, distribusi air dapat lebih tepat sasaran dan menghindari terjadinya antrean panjang.
“DPRD Sumbar akan memantau penuh situasi ini. Setiap laporan dari masyarakat akan kami tindaklanjuti secepatnya. Jangan sampai warga berjuang sendiri dalam kondisi krisis seperti sekarang,” kata Firdaus.
Ia juga berharap PDAM memberikan informasi berkala kepada masyarakat mengenai wilayah mana yang menjadi prioritas suplai air, serta estimasi perbaikan jaringan pipa agar warga bisa mempersiapkan diri.
“Kita ingin memastikan tidak ada lagi warga yang bergantung pada air kotor atau air hujan. Suplai air bersih harus berjalan, karena ini kunci untuk mencegah bencana kesehatan lanjutan,” tutupnya.(yrp)

![Anggota DPRD Padang, Fraksi PKB, Zalmadi.[foto : ist]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2025/11/1696246664_38a032ab-bb3c-499d-99dd-4ef5ec21ce42-120x86.jpeg)
![Update sementara data korban bencana Hidrometeoroligi di Sumbar. Minggu, (30/11) pukul 09.00 WIB [foto : ist]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2025/11/IMG-20251130-WA0008-350x250.jpg)
![Anggota DPRD Sumbar, Fraksi PKB, Donizar saat meninjau kondisi Jembatan Ampang Gadang, Nagari Panti Selatan, Kecamatan Panti, Kabupaten Pasaman yang tertutup material. Sabtu malam, (30/11).[foto : ist]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2025/11/IMG-20251129-WA0047-350x250.jpg)

![Pembaruan data dampak bencana hidrometeorologi oleh Pusdalops BPBD Sumbar per Sabtu, (29/11) pukul 24.00 WIB.[foto : ist]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2025/11/1000758761-350x250.png)

![Kepala Pelaksana BPBD Sumbar, Era Sukma Munaf,[foto : ist]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2025/11/Screenshot_2025-11-29-22-38-39-34_6012fa4d4ddec268fc5c7112cbb265e72-350x250.jpg)

![Kantor PDAM Kota Padang.[foto : net]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2025/07/FB_IMG_17535045128082-350x250.jpg)