Jumat, 16/1/26 | 14:54 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home DESTINASI

Jejak Asteroid Purba di Dasar Laut Utara Akhirnya Terungkap

Kamis, 02/10/25 | 09:26 WIB

Jakarta, Scientia.id – Selama lebih dari 20 tahun, Kawah Silverpit di dasar Laut Utara menjadi perdebatan sengit para ilmuwan. Ada yang meyakini kawah berbentuk lingkaran hampir sempurna itu akibat tumbukan asteroid, sementara yang lain berpendapat terbentuk karena proses geologi lambat, seperti migrasi garam atau runtuhan gunung berapi.

Kini, misteri itu terpecahkan. Berkat pencitraan seismik 3D, analisis mikroskopis mineral, serta simulasi komputer canggih, para peneliti memastikan Silverpit terbentuk akibat hantaman asteroid dahsyat sekitar 43–46 juta tahun lalu.

Kawah tumbukan di Bumi sangat jarang ditemukan. Dari sekitar 200 kawah yang tercatat, hanya 33 yang berada di bawah laut. Silverpit menjadi salah satu yang unik, dengan diameter 3,2 km, terletak 700 meter di bawah dasar laut dan 128 km dari pantai Yorkshire. Kawah ini pertama kali ditemukan tahun 2002 lewat survei seismik perusahaan minyak, namun bukti dampak asteroid baru menguat dua dekade kemudian.

BACAJUGA

PNP Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Bencana di Sungai Buluh Timur

PNP Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Bencana di Sungai Buluh Timur

Senin, 29/12/25 | 18:56 WIB
Mengenal Prof. Dr. dr. H. Idris idham SpJP (K), FIHA, FACC, FESC, FAsCC, FSCAI dan kiprahnya pada Pengembangan Kardiologi dan Kedokteran Vascular di Indonesia

Mengenal Prof. Dr. dr. H. Idris idham SpJP (K), FIHA, FACC, FESC, FAsCC, FSCAI dan kiprahnya pada Pengembangan Kardiologi dan Kedokteran Vascular di Indonesia

Rabu, 03/12/25 | 14:20 WIB

Survei seismik 3D pada 2022 menampilkan gambaran lebih jelas: adanya pengangkatan pusat kawah, patahan konsentris hingga 18 km, serta kawah-kawah kecil di sekitarnya—ciri khas tumbukan asteroid. Fosil mikro dalam lapisan batuan mengungkap peristiwa ini terjadi di era Eosen. Simulasi komputer memperkirakan asteroid berdiameter 160 meter menghantam Bumi dengan kecepatan 15 km/detik, menciptakan kawah sedalam 1 km dalam hitungan detik, dan memicu tsunami raksasa setinggi 100 meter.

Analisis sesar menunjukkan asteroid datang dari barat-barat laut dengan sudut rendah, menghasilkan bentuk kawah asimetris. Fitur ini sekaligus membantah teori lain seperti migrasi garam atau aktivitas vulkanik.

Meski lebih kecil dibanding kawah Chicxulub di Meksiko yang memicu kepunahan dinosaurus, dampak Silverpit tetap mengerikan bagi makhluk hidup di sekitarnya. Penemuan ini menegaskan betapa rapuhnya catatan tumbukan Bumi, karena kebanyakan sudah terhapus erosi dan pergerakan lempeng tektonik.

Baca Juga: Pedang Diduga Milik Firaun Berusia 3.000 Tahun Ditemukan

Konfirmasi Silverpit sebagai kawah tumbukan tidak hanya menyelesaikan perdebatan ilmiah, tapi juga memberi pelajaran penting bagi pertahanan planet. Dari Silverpit, para ilmuwan bisa memperkirakan ancaman serupa di masa depan jika asteroid kembali menghantam lautan dangkal Bumi. (*)

Tags: AstreoidPendidikan
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Jalan Kaki Pagi, Rahasia Hidup Sehat dan Panjang Umur

Berita Sesudah

Gubernur Tekankan Sinergi Pangan Lokal untuk Sukseskan Program Makan Bergizi Gratis di Sumbar

Berita Terkait

UNAND, USU, dan UNSOED Perkuat Kerja Sama dalam Studi Bahasa, Sastra, Budaya Jepang

UNAND, USU, dan UNSOED Perkuat Kerja Sama dalam Studi Bahasa, Sastra, Budaya Jepang

Kamis, 23/10/25 | 20:08 WIB

UNAND, USU, dan UNSOED usai menandatangani Implementation Agreement sebagai bagian dari momentum Seminar Nasional Dinamika Bahasa, Sastra, dan Budaya Jepang...

Kota Kuno Berusia 4.000 Tahun Ditemukan di Tengah Gurun Arab Saudi

Kota Kuno Berusia 4.000 Tahun Ditemukan di Tengah Gurun Arab Saudi

Sabtu, 11/10/25 | 06:03 WIB

Jakarta, Scientia.id - Para arkeolog dari Prancis dan Arab Saudi menemukan sisa-sisa kota kuno berusia sekitar 4.000 tahun di barat...

Pedang Diduga Milik Firaun Berusia 3.000 Tahun Ditemukan

Pedang Diduga Milik Firaun Berusia 3.000 Tahun Ditemukan

Sabtu, 13/9/25 | 17:09 WIB

Jakarta, Scientia.id - Jejak kekuasaan Ramses II kembali terungkap. Para arkeolog Mesir baru-baru ini menemukan pedang diduga milik Firaun legendaris...

Lele Raksasa (Foto: Ist)

Pria ini Taklukan Lele Raksasa Ukurannya Nyaris Tiga Meter

Senin, 18/8/25 | 06:10 WIB

Lele Raksasa (Foto: Ist) Jakarta, Scientia.id - Seorang pemancing asal Republik Ceko kembali mengukir prestasi luar biasa di dunia perikanan....

Misteri Gunung Padang: Diduga Lebih Tua dari Piramida Giza

Misteri Gunung Padang: Diduga Lebih Tua dari Piramida Giza

Senin, 11/8/25 | 09:57 WIB

Jakarta, Scientia.id - Situs prasejarah Gunung Padang di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, kembali jadi sorotan setelah tim kajian menduga usianya...

Cap d’Agde: Desa Wajib Tanpa Busana di Prancis yang Ramai Dikunjungi Naturis

Cap d’Agde: Desa Wajib Tanpa Busana di Prancis yang Ramai Dikunjungi Naturis

Jumat, 08/8/25 | 06:12 WIB

Scientia.id - Terletak di selatan Prancis, Cap d’Agde dikenal sebagai desa naturis terbesar di dunia. Destinasi ini mewajibkan semua pengunjung...

Berita Sesudah
Gubernur Sumbar, Mahyeldi saat pertemuan koordinasi percepatan penyelenggaraan MBG se-Sumatera Barat.[foto : ist]

Gubernur Tekankan Sinergi Pangan Lokal untuk Sukseskan Program Makan Bergizi Gratis di Sumbar

POPULER

  • Wali Kota Padang Fadly Amran, mengusulkan sejumlah proyek pelestarian lingkungan bagi Kota Padang dalam skema kerja sama bilateral Indonesia-Jerman di tahun 2026.(Foto:Ist)

    Wali Kota Padang Usulkan Proyek Lingkungan Hidup Pada Negara Jerman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Kata “kepada”, “untuk”, dan “bagi”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denda PDAM Kota Padang Membingungkan, Tagihan Sampah Dipungut Meski Tak Diangkut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wawako Padang Tegaskan Gerakan Pramuka Pembentuk Generasi Muda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Se Indonesia, seIndonesia, atau se-Indonesia?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PDAM Kota Padang Putuskan Sambungan Air Tanpa Peringatan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kapitil, Kosakata Baru dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024