Selasa, 03/3/26 | 04:46 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home EDUKASI

Ngeri! Bocah 13 Tahun Tewas Usai Lahap 3 Bungkus Mie Instan Mentah

Selasa, 26/8/25 | 21:02 WIB
Ngeri! Bocah 13 Tahun Tewas Usai Lahap 3 Bungkus Mie Instan Mentah

Jakarta, Scientia.id – Kebiasaan aneh makan mie instan mentah sebagai camilan ternyata bisa berujung maut. Seorang bocah laki-laki berusia 13 tahun di Kairo, Mesir, dilaporkan meninggal dunia setelah menelan tiga bungkus mie instan kering sekaligus dalam waktu singkat.

Peristiwa tragis itu terjadi pada Senin (25/8) malam. Menurut laporan media setempat yang dikutip Daily Mail UK (26/8/2025), anak tersebut awalnya terlihat sehat-sehat saja. Namun, sekitar 30 menit setelah menyantap mie mentah, ia mulai mengeluh sakit perut hebat, keluar keringat berlebih, dan muntah tanpa henti. Kondisinya terus memburuk hingga akhirnya tak tertolong.

Polisi sempat menginterogasi pemilik toko tempat mie instan itu dibeli, khawatir produk tidak layak konsumsi. Namun hasil pemeriksaan laboratorium memastikan mie tersebut tidak tercemar zat berbahaya. Autopsi mengungkap kematian korban diduga akibat gangguan pencernaan akut atau penyumbatan usus karena jumlah mie mentah yang dikonsumsi terlalu banyak.

BACAJUGA

Kebanyakan Minum Air Putih Merusak Ginjal? ini Kata Pakar Kesehatan

Awas! Kurang Minum Saat Puasa Bisa Ganggu Kesehatan

Sabtu, 28/2/26 | 11:12 WIB
Kanker Usus Makin Menyerang Usia Muda, Studi Ungkap Peran Makanan Ultraolahan

Kanker Usus Makin Menyerang Usia Muda, Studi Ungkap Peran Makanan Ultraolahan

Kamis, 05/2/26 | 13:59 WIB

Kasus ini memicu perdebatan hangat di Mesir tentang bahaya mie instan dan pengawasan makanan olahan. Pasalnya, kebiasaan menyantap mie mentah bukan hal baru. Tantangan “Eat Ramen Raw” bahkan sempat viral di TikTok, mendorong anak-anak dan remaja untuk menelan mie kering langsung dari bungkusnya.

Para pakar gizi mengingatkan, mie instan mentah sulit dicerna tubuh. Teksturnya yang keras dapat menyebabkan usus tersumbat, sementara kandungan natriumnya yang tinggi bisa memicu dehidrasi parah. WHO sendiri merekomendasikan konsumsi sodium harian maksimal 2.000 miligram, sedangkan satu bungkus mie instan bisa mengandung lebih dari 1.300 miligram.

“Kalau dikonsumsi berlebihan, apalagi mentah, risiko gangguan usus hingga kematian tetap ada,” ujar Prof. Lauren Ball dari University of Queensland.

Baca Juga: Hobi Makan Mi Campur Nasi? Awas! ini Bahaya Jangka Panjangnya

Tragedi ini diharapkan jadi peringatan keras, bukan hanya di Mesir, tapi juga di negara lain di mana mie instan sering dijadikan camilan instan tanpa dimasak. (*)

Tags: KesehatanMi Instan
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Sumbar Siap Jadi Pusat Ekonomi Syariah, Generasi Muda Didukung Melek Investasi

Berita Sesudah

Tak Sekadar Terang, Integrasi Listrik Dongkrak Produktivitas Petani Bawang

Berita Terkait

13 Prodi FISIP UNAND Berhasil Raih Predikat “Unconditional” Akreditasi Internasional ACQUIN

13 Prodi FISIP UNAND Berhasil Raih Predikat “Unconditional” Akreditasi Internasional ACQUIN

Rabu, 18/2/26 | 09:15 WIB

Foto: elly Padang, Scientia-Sebanyak 13 Program Studi di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Andalas (UNAND) yang telah...

Lukisan Tangan dari Sulawesi Geser Klaim Seni Gua Tertua Dunia

Lukisan Tangan dari Sulawesi Geser Klaim Seni Gua Tertua Dunia

Senin, 26/1/26 | 19:56 WIB

Ilustrasi (Foto: Ist) Jakarta, Scientia.id - Sebuah temuan arkeologis penting terungkap dari kawasan Sulawesi Tenggara. Tim peneliti lintas negara melaporkan...

HI UNAND dan Muhammadiyah Sumbar Bahas ABS-SBK dan Global Values

HI UNAND dan Muhammadiyah Sumbar Bahas ABS-SBK dan Global Values

Jumat, 23/1/26 | 20:56 WIB

Padang, Scientia-Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Barat (PWM SUMBAR) melalui Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) bekerja sama dengan Departemen Hubungan...

Dari FIB Unand untuk Anak Nagari: Mendongeng dan Menguatkan Anak Korban Bencana di Bayang Utara 

Dari FIB Unand untuk Anak Nagari: Mendongeng dan Menguatkan Anak Korban Bencana di Bayang Utara 

Minggu, 21/12/25 | 08:01 WIB

Dekan, Wakil Dekan, Manajer serta tim dari Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Unand (Foto: Ist) Padang, Scientia.id - Fakultas Ilmu Budaya...

Alfitri Raih Doktor dengan Disertasi Kolaborasi Pengelolaan Sampah Plastik

Alfitri Raih Doktor dengan Disertasi Kolaborasi Pengelolaan Sampah Plastik

Jumat, 19/12/25 | 07:58 WIB

Padang, Scientia— Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Andalas (Unand), Alfitri, resmi menamatkan studi doktoralnya (S3) di...

Menko PM Lepas Mahasiswa UNP KKN Tanggap Bencana Alam

Menko PM Lepas Mahasiswa UNP KKN Tanggap Bencana Alam

Rabu, 17/12/25 | 20:50 WIB

Menko Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar saat melepas mahasiswa UNP KKN Tanggap Darurat Bencana, Rabu (17/12). (SCIENTIA/Wahyu Amuk) Padang, SCIENTIA -...

Berita Sesudah
Tak Sekadar Terang, Integrasi Listrik Dongkrak Produktivitas Petani Bawang

Tak Sekadar Terang, Integrasi Listrik Dongkrak Produktivitas Petani Bawang

POPULER

  • Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

    Gerakan Sosial Baru pada Perang Kata-kata antara SEAblings dan Knetz

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bale by BTN, Transaksi Cepat Tanpa Ribet

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Firdaus: Pengurus PMII Bukan Pengisi Struktur, Tapi Penggerak Perubahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DPRD Sumbar Sebar 216 Tim Safari Ramadhan 1447 H, Salurkan Bantuan hingga Rp50 Juta per Masjid

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kebutuhan Darah Sumbar Capai 200 Kantong per Hari, Wakil Ketua DPRD Sumbar Ajak Semua Unsur Rutin Donor

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bahasa dan (Ber) Pikiran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024