Selasa, 03/3/26 | 10:39 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home EKONOMI

Dampak Kebijakan Trump: Ekonomi AS Melambat dan Inflasi Naik

Senin, 04/8/25 | 06:35 WIB
Dampak Kebijakan Trump: Ekonomi AS Melambat dan Inflasi Naik

Jakarta, Scientia.id – Sinyal ekonomi AS melambat mulai terlihat usai kebijakan tarif Presiden Donald Trump diberlakukan sejak April lalu. Data terbaru menunjukkan pertumbuhan ekonomi melemah, inflasi meningkat, dan penciptaan lapangan kerja menurun signifikan.

Kebijakan tarif yang semula ditujukan untuk membangkitkan industri justru berakibat pada hilangnya 37.000 pekerjaan manufaktur. Dalam tiga bulan terakhir, penambahan lapangan kerja terus anjlok: hanya 73.000 di Juli, 14.000 di Juni, dan 19.000 di Mei. Padahal, tahun lalu rata-rata mencapai 168.000 pekerjaan baru per bulan.

Inflasi juga mencatat kenaikan, dengan harga barang naik 2,6% hingga Juni, lebih tinggi dari 2,2% pada April. Kenaikan terbesar terjadi pada barang impor seperti furnitur, perabot rumah tangga, dan mainan.

BACAJUGA

AS Naikkan Tarif Impor India, Trump Sebut Ada ‘Penalti’ Tambahan

AS Naikkan Tarif Impor India, Trump Sebut Ada ‘Penalti’ Tambahan

Kamis, 31/7/25 | 06:11 WIB

Laporan Produk Domestik Bruto (PDB) menunjukkan pertumbuhan ekonomi AS hanya 1,3% pada paruh pertama 2025, turun dari 2,8% tahun lalu.

“Ekonominya seperti jalan di tempat. Kemudian angka pengangguran memang belum naik, tapi penambahan lapangan kerja sangat sedikit. Ekonominya tumbuh sangat lambat,” ujar Peneliti Senior Burning Glass Institute, Guy Berger, dikutip AFP, Minggu (3/8/2025).

Baca Juga: AS Naikkan Tarif Impor India, Trump Sebut Ada ‘Penalti’ Tambahan

Meski begitu, Trump menolak mengakui perlambatan ekonomi. Ia bahkan memecat kepala lembaga yang merilis laporan ketenagakerjaan dan menyebut data tersebut dimanipulasi. (*)

Tags: Donald Trump
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Bukittinggi Tuan Rumah Dakwah Wisata BKMT se-Sumbar

Berita Sesudah

Kemkomdigi dan PPATK Gencarkan Pemblokiran Rekening Judi Online

Berita Terkait

Sugesti Edward, Motivator Bisnis dan Pengusaha (Foto: Ist)

Allah dan Orang Tua dalam Bisnis

Sabtu, 28/2/26 | 10:29 WIB

Sugesti Edward, Motivator Bisnis dan Pengusaha (Foto: Ist) Jakarta, Scientia.id - Berbicara tentang bisnis, banyak orang langsung membayangkan strategi, modal,...

Bale by BTN, Transaksi Cepat Tanpa Ribet

Bale by BTN, Transaksi Cepat Tanpa Ribet

Selasa, 24/2/26 | 22:57 WIB

Seorang karyawan Ayam Geprek GG di Kota Padang memperlihatkan cara mudah untuk pembayaran tanpa ribet melalui aplikasi Bale by BTN,...

Bale by BTN, Solusi Cepat Pilih Rumah Pascabencana

Bale by BTN, Manjakan Gen Z Cari Hunian Tanpa Ribet

Jumat, 20/2/26 | 20:40 WIB

Seorang Gen Z yang sekaligus relawan bencana di Kota Padang, sedang memilih rumah hunian yang aman pascabencana melalui Bale by...

MSCI Ubah Indeks Saham Indonesia, INDF Turun Kelas, CLEO dan ACES Keluar

MSCI Ubah Indeks Saham Indonesia, INDF Turun Kelas, CLEO dan ACES Keluar

Jumat, 13/2/26 | 06:42 WIB

Jakarta, Scientia.id - Morgan Stanley Capital International (MSCI) kembali melakukan peninjauan indeks saham Indonesia. Hasilnya, sejumlah saham mengalami perubahan status,...

Kemenag Siapkan 2.124 Titik Pemberdayaan Zakat-Wakaf

Kemenag Siapkan 2.124 Titik Pemberdayaan Zakat-Wakaf

Kamis, 12/2/26 | 08:07 WIB

Jakarta, Scientia.id  - Upaya memperkuat peran zakat dan wakaf sebagai instrumen pemberdayaan umat terus didorong Kementerian Agama. Melalui Direktorat Jenderal...

Wajib Halal Berlaku 2026, Kemenag Dorong Penguatan Ekosistem

Wajib Halal Berlaku 2026, Kemenag Dorong Penguatan Ekosistem

Selasa, 27/1/26 | 09:24 WIB

Jakarta, Scientia.id - Pemerintah menegaskan komitmennya dalam memperkuat ekosistem halal nasional dengan menetapkan 17 Oktober 2026 sebagai tenggat pemberlakuan kewajiban...

Berita Sesudah
15 Ribu Penerima Bansos di Jakarta Terlibat Judi Online

Kemkomdigi dan PPATK Gencarkan Pemblokiran Rekening Judi Online

POPULER

  • Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

    Gerakan Sosial Baru pada Perang Kata-kata antara SEAblings dan Knetz

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bale by BTN, Transaksi Cepat Tanpa Ribet

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Firdaus: Pengurus PMII Bukan Pengisi Struktur, Tapi Penggerak Perubahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wawako Padang Pimpin Apel Gelar Pasukan Persiapan Ramadhan 1447 Hijriah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sambut Bulan Ramadan, Wako Padang dan PPG Zikir dan Doa Bersama

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Kata “kepada”, “untuk”, dan “bagi”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024