PADANG,—Sebanyak 324 pecinta alam mengikuti Lomba Lintas Alam Telusur Jejak Perjuangan Harimau Kuranji (LLA-TJPHK) V Tahun 2026. Selain menguji ketahanan fisik dengan menempuh jalur sekitar 40 kilometer, kegiatan ini juga mengajak generasi muda mengenal sejarah perjuangan rakyat dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Kegiatan yang memperebutkan total hadiah Rp106 juta tersebut dibuka Wakil Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Vasco Ruseimy, di SMAN 11 Padang, kawasan Bungus Teluk Kabung, Jumat malam (9/10/2026).
Wakil Ketua DPRD Sumbar, Evi Yandri Rajo Budiman, turut mendukung kegiatan tersebut melalui alokasi pokok-pokok pikiran (pokir). Dukungan ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan kegiatan positif bagi generasi muda melalui olahraga, kecintaan terhadap alam, dan pengenalan sejarah perjuangan bangsa.
Vasco dalam sambutannya mengingatkan peserta agar tidak hanya menjadikan lomba lintas alam sebagai ajang menguji kemampuan fisik, tetapi juga kesempatan membangun kepedulian terhadap lingkungan dan memperkuat wawasan kebangsaan.
“Sebagai pecinta alam, saya berpesan agar kita saling tolong-menolong, menjaga kelestarian lingkungan, dan tetap memperhatikan etika saat berada di alam. Alam juga memiliki aturan yang harus kita perhatikan dan indahkan,” pesannya.
Ia juga mengajak peserta memahami sejarah perjuangan Batalyon Harimau Kuranji yang menjadi latar belakang penyelenggaraan kegiatan tersebut.
324 Peserta Taklukkan Jalur 40 Kilometer
Ketua KPA Bias, Khalid Saifullah Rajo Basa, mengatakan LLA-TJPHK V 2026 diikuti 324 peserta yang tergabung dalam 81 tim. Peserta terdiri atas 46 tim pelajar dan 35 tim kategori umum.
Mereka berasal dari 19 kabupaten dan kota di Sumbar, serta sejumlah daerah di luar provinsi, yakni Pekanbaru, Riau, dan Kerinci, Jambi.
“Sekarang total peserta 81 tim, yang terdiri dari pelajar 46 tim dan umum 35 tim,” ujar Khalid.
Setiap tim terdiri atas empat orang, dengan pembagian satu orang official dan tiga anggota peserta. Menurut Khalid, jumlah peserta tahun ini meningkat cukup signifikan dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya.
Para peserta memperebutkan hadiah dengan total nilai Rp106 juta. Untuk kategori terbaik I disiapkan hadiah Rp10 juta, terbaik II Rp7,5 juta, dan terbaik III Rp6 juta. Panitia juga menyediakan 45 item doorprize dengan total nilai Rp10 juta.
Di balik hadiah tersebut, peserta harus menghadapi tantangan lintasan sekitar 40 kilometer dengan medan yang beragam, mulai dari perbukitan, kawasan hutan, sungai, hingga jalan raya.
Evi Yandri Tekankan Nilai Sejarah
Evi Yandri Rajo Budiman mengatakan LLA-TJPHK memiliki misi lebih luas daripada sekadar menguji ketahanan fisik dan memacu adrenalin peserta. Kegiatan ini juga menjadi sarana mengenalkan kembali sejarah perjuangan Batalyon Harimau Kuranji kepada generasi muda.
“Batalyon Harimau Kuranji merupakan laskar perjuangan rakyat untuk mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia, khususnya di Kota Padang,” kata Evi Yandri.
Menurutnya, kegiatan lintas alam dapat menjadi wadah bagi generasi muda untuk mengembangkan disiplin, solidaritas, kepedulian terhadap lingkungan, sekaligus menumbuhkan penghargaan terhadap perjuangan para pendahulu.
Partisipasi peserta dari luar Sumbar juga menjadi perkembangan positif. Tahun ini, dua tim berasal dari Pekanbaru, Riau, dan satu tim dari Kerinci, Jambi. Selain itu, terdapat minat dari 10 tim asal Sumatera Utara untuk mengikuti kegiatan serupa pada penyelenggaraan mendatang.
Evi berharap jangkauan peserta terus meluas sehingga LLA-TJPHK dapat berkembang menjadi agenda lintas alam yang semakin dikenal dan diminati komunitas pecinta alam dari berbagai daerah.
Lintasan Dibagi Dua Etape
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sumbar, Tasliatul Fuadi, menjelaskan LLA-TJPHK dirancang untuk menumbuhkan kecintaan terhadap lingkungan, membentuk kedisiplinan, mempererat silaturahmi, serta meningkatkan wawasan kebangsaan.
Ia mengatakan lokasi pembukaan dan titik awal lomba semula direncanakan di kompleks pusat pemerintahan Kabupaten Solok. Namun, karena kawasan tersebut dilanda bencana longsor, lokasi kegiatan dipindahkan ke Bungus Teluk Kabung, Kota Padang.
Perjalanan dibagi menjadi dua etape. Etape pertama dimulai dari SMAN 11 Padang di Bungus, kemudian melewati kawasan hutan Baringin, Lubuk Kilangan, dan berakhir di Gua Kelelawar, Padayo, Lubuk Kilangan.
Pada etape kedua, peserta kembali bergerak dari Gua Kelelawar menuju kawasan hutan Gaduik sejauh sekitar tiga kilometer, kemudian melanjutkan perjalanan ke Pauh V hingga mencapai garis finis di Kantor Kerapatan Adat Nagari (KAN) Pauh IX, Kecamatan Kuranji, Kota Padang.
Menurut panitia, lintasan tersebut pernah digunakan pada LLA-TJPHK III tahun 2024. Pada pelaksanaan tahun ini, penilaian lomba berfokus pada kecepatan waktu, sedangkan unsur ketepatan waktu ditiadakan.
Untuk memperkuat pemahaman peserta mengenai sejarah perjuangan, panitia juga menggelar diskusi sejarah bersama dosen sejarah Universitas Andalas, Hari Efendi Iskandar, serta melaksanakan technical meeting sebelum perlombaan dimulai.
Merawat Alam, Menghidupkan Sejarah
LLA-TJPHK V 2026 diharapkan tidak hanya melahirkan peserta dengan kemampuan fisik dan ketahanan terbaik, tetapi juga generasi muda yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan memahami sejarah perjuangan bangsa.
Melalui kegiatan ini, semangat kebersamaan, kedisiplinan, dan penghargaan terhadap perjuangan Batalyon Harimau Kuranji diharapkan terus tumbuh di kalangan generasi muda.
Dari Bungus, melewati hutan dan perbukitan hingga Kuranji, perjalanan sejauh 40 kilometer tersebut menjadi pengingat bahwa petualangan di alam terbuka juga dapat menjadi sarana membangun karakter sekaligus merawat ingatan sejarah.










Discussion about this post