Rabu, 14/10/26 | 12:38 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home DAERAH

Mahyeldi : Kepemimpinan Harus Berakar pada Nilai dan Keteladanan

Selasa, 01/9/26 | 15:18 WIB

Depok, Scientia — Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah menegaskan bahwa kepemimpinan nasional tidak cukup dibangun dengan kecerdasan, kompetensi, dan kemampuan teknis, tetapi harus berakar pada nilai, integritas, akhlak, dan keteladanan. Menurutnya, kepemimpinan yang kuat secara moral akan menjadi kunci dalam melahirkan sumber daya manusia (SDM) unggul dan menentukan arah pembangunan bangsa kedepan.

Hal itu disampaikan Mahyeldi saat menjadi keynote speaker pada Kuliah Umum bertajuk “Kepemimpinan Nasional sebagai Kunci Pembinaan SDM Unggul Bangsa”, yang dirangkai dengan Launching dan Bedah Buku “40 Petunjuk Langit untuk Pemimpin dan Penguasa” di Institute SEBI, Depok, Jawa Barat, Senin (31/8/2026).

Menurut Mahyeldi, pemimpin memiliki posisi strategis karena setiap keputusan dan kebijakan yang diambil dapat memberikan dampak luas terhadap lingkungannya. Karena itu, seorang pemimpin tidak hanya dituntut mampu mengambil keputusan, tetapi juga harus mampu memberikan keteladanan dan memastikan kewenangan yang dimiliki digunakan untuk menghadirkan kemaslahatan.

“Pemimpin bukan hanya orang yang memiliki kewenangan untuk mengambil keputusan, tetapi juga orang yang mampu memberikan keteladanan dan memastikan setiap kewenangan yang dimiliki digunakan untuk kemaslahatan masyarakat,” ujar Mahyeldi.

BACAJUGA

Atlet Tinju Bukittinggi Sabet Enam Medali pada Porprov XVI Sumbar 2026

Atlet Tinju Bukittinggi Sabet Enam Medali pada Porprov XVI Sumbar 2026

Rabu, 14/10/26 | 05:46 WIB
Rico Alviano: PKB Sumbar Tak Boleh Lagi Jadi Partai Pelengkap

Rico Alviano: PKB Sumbar Tak Boleh Lagi Jadi Partai Pelengkap

Rabu, 14/10/26 | 02:06 WIB

Ia menilai pembangunan SDM unggul harus berjalan seiring dengan pembangunan karakter. Generasi yang memiliki kompetensi tinggi perlu dibekali integritas, akhlak, tanggung jawab sosial, serta kesadaran bahwa ilmu dan kemampuan yang dimiliki pada akhirnya harus diabdikan bagi kepentingan masyarakat dan bangsa.

Dalam konteks tersebut, Mahyeldi menyambut baik kehadiran buku “40 Petunjuk Langit untuk Pemimpin dan Penguasa”. Menurutnya, buku yang menghimpun hadis-hadis Nabi Muhammad SAW tentang kepemimpinan tersebut menjadi pengingat bahwa kekuasaan bukanlah tujuan, melainkan amanah dan sarana untuk menegakkan keadilan serta menghadirkan kemaslahatan.

“Kami melihat bahwa buku 40 Petunjuk Langit untuk Pemimpin dan Penguasa adalah pengingat yang tegas sekaligus lembut, bahwa kekuasaan bukan tujuan, melainkan alat untuk menegakkan keadilan,” katanya.

Mahyeldi menambahkan, keberhasilan seorang pemimpin tidak semata-mata diukur dari lamanya memegang kekuasaan atau besarnya kewenangan yang dimiliki, tetapi dari seberapa besar manfaat dan kemaslahatan yang mampu diwujudkan selama masa kepemimpinannya tersebut.

“Pemimpin sejati diukur bukan oleh lamanya berkuasa, tetapi oleh seberapa besar maslahat yang dihasilkannya,” tegasnya.

Lebih jauh, Gubernur Sumbar menilai kepemimpinan yang kehilangan pijakan nilai akan mudah kehilangan arah. Sebaliknya, kepemimpinan yang menjadikan akhlak dan nilai-nilai Ilahiah sebagai landasan akan memiliki kompas moral dalam menggunakan kekuasaan dan menjalankan amanah.

“Kekuasaan tanpa akhlak akan rapuh, dan kepemimpinan tanpa petunjuk Ilahi akan kehilangan arah,” lanjut Mahyeldi.

Karena itu, pembinaan SDM unggul harus dilakukan secara utuh dengan memadukan kompetensi, karakter, integritas, dan nilai-nilai keagamaan. Mahyeldi berharap forum tersebut dapat memperluas dialog tentang kepemimpinan nasional sekaligus menjadi bagian dari ikhtiar melahirkan pemimpin masa depan yang kompeten, berintegritas, berakhlak, dan berorientasi pada kemaslahatan bangsa.

“Pada akhirnya, kepemimpinan adalah amanah. Semakin besar kewenangan yang diberikan, semakin besar pula tanggung jawab untuk menggunakannya bagi kepentingan masyarakat,” pungkasnya.(adpsb)

Tags: MahyeldiPemprov Sumbar
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

DPRD Kota Padang Gelar Sidang Paripurna Tutup Masa Sidang III dan Buka Masa Sidang I 2026

Berita Sesudah

Lantik Empat Pejabat Eselon III, Sekda Arry: Jabatan Ditentukan Berdasarkan Kinerja

Berita Terkait

Atlet Tinju Bukittinggi Sabet Enam Medali pada Porprov XVI Sumbar 2026

Atlet Tinju Bukittinggi Sabet Enam Medali pada Porprov XVI Sumbar 2026

Rabu, 14/10/26 | 05:46 WIB

Bukittinggi, Scientia.id - Tim tinju Kota Bukittinggi menutup perjuangannya pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat 2026 dengan raihan...

Rico Alviano: PKB Sumbar Tak Boleh Lagi Jadi Partai Pelengkap

Rico Alviano: PKB Sumbar Tak Boleh Lagi Jadi Partai Pelengkap

Rabu, 14/10/26 | 02:06 WIB

Padang, Scientia — Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Rico Alviano, meminta pengurus Dewan Pengurus Cabang (DPC)...

Pengurus Perempuan Bangsa Sumbar Dikukuhkan, Jadi Kekuatan Baru Politik

Pengurus Perempuan Bangsa Sumbar Dikukuhkan, Jadi Kekuatan Baru Politik

Rabu, 14/10/26 | 00:41 WIB

Padang, Scientia — Pengurus Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Perempuan Bangsa Sumatera Barat resmi dikukuhkan di ZHM Premiere Hotel, Padang, Selasa...

Pengurus DPC PKB se-Sumbar Dikukuhkan

Pengurus DPC PKB se-Sumbar Dikukuhkan

Selasa, 13/10/26 | 17:36 WIB

Padang, Scientia — Sebanyak 476 pengurus Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dari berbagai kabupaten dan kota di...

Nurfirmanwansyah Apresiasi Gerakan Literasi Digital bagi Pelajar di Sumbar

Nurfirmanwansyah Apresiasi Gerakan Literasi Digital bagi Pelajar di Sumbar

Selasa, 13/10/26 | 17:35 WIB

Kabupaten Solok, Scientia.id - Percepatan literasi digital di Sumatera Barat bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan mendesak di tengah pesatnya...

Inspektorat Dharmasraya Hadirkan SI-PATUH, Perkuat Akuntabilitas Pemerintahan

Inspektorat Dharmasraya Hadirkan SI-PATUH, Perkuat Akuntabilitas Pemerintahan

Selasa, 13/10/26 | 17:00 WIB

Dharmasraya, Scientia.id — Inspektorat Kabupaten Dharmasraya mengembangkan Sistem Penegakan Akuntabilitas dan Eksekusi Tindak Lanjut Hasil Pengawasan (SI-PATUH) untuk mempercepat penyelesaian...

Berita Sesudah
Lantik Empat Pejabat Eselon III, Sekda Arry: Jabatan Ditentukan Berdasarkan Kinerja

Lantik Empat Pejabat Eselon III, Sekda Arry: Jabatan Ditentukan Berdasarkan Kinerja

POPULER

  • Puisi-puisi Arza Kailla Chaerani

    Puisi-puisi Arza Kailla Chaerani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pria ini Taklukan Lele Raksasa Ukurannya Nyaris Tiga Meter

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Puisi-puisi Dharma Purnama Putra

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Awalan ber- dan me-

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cahaya dari Surau Tuo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nurfirmanwansyah Apresiasi Gerakan Literasi Digital bagi Pelajar di Sumbar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026