Sabtu, 04/4/26 | 10:09 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home EKONOMI

Kemenag Siapkan 2.124 Titik Pemberdayaan Zakat-Wakaf

Kamis, 12/2/26 | 08:07 WIB

Jakarta, Scientia.id  – Upaya memperkuat peran zakat dan wakaf sebagai instrumen pemberdayaan umat terus didorong Kementerian Agama. Melalui Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Ditjen Bimas Islam), pemerintah menyiapkan pengembangan ribuan titik pemberdayaan zakat dan wakaf yang akan dilaksanakan secara kolaboratif mulai 2026.

Program tersebut mencakup pengembangan 1.000 Kampung Zakat, 1.000 titik Pemberdayaan Ekonomi Umat berbasis Kantor Urusan Agama (KUA), 100 Inkubasi Wakaf Produktif (IWP), serta 24 Kota Wakaf. Seluruh inisiatif ini dirancang untuk mendorong pengelolaan dana sosial keagamaan yang produktif dan berkelanjutan.

Direktur Jenderal Bimas Islam Abu Rokhmad menjelaskan, langkah ini merupakan bagian dari strategi nasional untuk memastikan dana zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ZISWAF) tidak berhenti pada aspek pemahaman normatif, tetapi benar-benar memberi dampak ekonomi bagi masyarakat.

BACAJUGA

DPR Dorong Percepatan Pengesahan RUU PPRT

DPR Dorong Percepatan Pengesahan RUU PPRT

Minggu, 08/3/26 | 08:27 WIB
Kemenag Dharmasraya Tetapkan Besaran Zakat Fitrah dan Fidiyah 1447 H/2026 M

Kemenag Dharmasraya Tetapkan Besaran Zakat Fitrah dan Fidiyah 1447 H/2026 M

Selasa, 03/3/26 | 14:38 WIB

Hal itu disampaikannya saat membuka kegiatan Sinergi Indonesia Berdaya: Mendampakkan Zakat-Wakaf untuk Kesejahteraan Umat dan Kemakmuran Bumi di Jakarta, Rabu (11/2/2026). Menurutnya, penguatan ZISWAF merupakan wujud implementasi ajaran Al-Qur’an dan hadis tentang kewajiban berbagi dan kepedulian sosial.

“Yang kita kejar bukan sekadar wacana. Kita ingin perintah zakat itu hidup dalam praktik. Dana ZISWAF harus mampu mengangkat mustahik agar lebih berdaya, bahkan bertransformasi menjadi muzakki,” ujar Abu Rokhmad.

Untuk memastikan pelaksanaan program berjalan efektif, Ditjen Bimas Islam akan membentuk Task Force Pemberdayaan Zakat dan Wakaf. Tim ini bertugas mengawal sinergi lintas lembaga agar perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi program terintegrasi dan terukur.

Selain memperluas Kampung Zakat, Ditjen Bimas Islam juga menyiapkan pengembangan 24 titik Kota Wakaf serta 10 titik irisan antara Program Kota Wakaf dan IWP. Skema ini diarahkan agar wakaf dapat menjadi sumber pendanaan sosial jangka panjang yang menopang pembangunan ekonomi umat secara sistematis.

Kampung Zakat akan diperkuat dengan pendekatan berbasis KUA. Kantor KUA tidak hanya berfungsi sebagai pusat layanan keagamaan, tetapi juga menjadi simpul pemberdayaan ekonomi di tingkat kecamatan. Melalui model ini, layanan keagamaan dan program sosial-ekonomi diharapkan dapat terhubung langsung dengan kebutuhan masyarakat.

Abu Rokhmad menilai, di tengah keterbatasan anggaran negara, dana sosial keagamaan memiliki potensi besar sebagai alternatif pendanaan pembangunan sosial. Karena itu, setiap program harus dirancang berbasis data yang valid dan dapat diverifikasi.

“Pendanaan sosial keagamaan kini menjadi kekuatan baru. Tanpa data yang akurat, program berisiko tidak tepat sasaran. Maka dari perencanaan hingga evaluasi, semuanya harus terukur dan transparan,” tegasnya.

Dalam implementasinya, Ditjen Bimas Islam akan memperkuat kerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), Lembaga Amil Zakat Nasional (LAZNAS), Badan Wakaf Indonesia (BWI), serta berbagai pemangku kepentingan lainnya, termasuk untuk menjangkau wilayah perbatasan.

“Kita ingin manfaat ZISWAF makin luas. Dana yang dihimpun harus berputar dengan baik agar melahirkan muzakki-muzakki baru. Ini investasi sosial: menanam hari ini untuk kesejahteraan di masa depan,” pungkas Abu Rokhmad.

Baca Juga: Kapan Awal Ramadan 1447 H, Ini Kata Kemenag

Melalui rangkaian program tersebut, Kementerian Agama berharap ekosistem ZISWAF semakin kokoh sebagai pilar pemberdayaan umat dan penguatan solidaritas sosial menuju masyarakat yang mandiri dan sejahtera. (*)

Tags: KemenagZakat
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Kesbangpol Sumbar Perkuat Peran Ormas dalam Pembangunan Kabupaten Solok

Berita Sesudah

Wali Kota Padang Resmikan Business Matching Belanja Produk Dalam Negeri

Berita Terkait

DPR Dorong Percepatan Pengesahan RUU PPRT

DPR Dorong Percepatan Pengesahan RUU PPRT

Minggu, 08/3/26 | 08:27 WIB

Jakarta, Scientia.id - Anggota Badan Legislasi DPR RI, Cindy Monica, menegaskan pentingnya percepatan pengesahan Rancangan Undang-Undang Pelindungan Pekerja Rumah Tangga...

Kemenag Dharmasraya Tetapkan Besaran Zakat Fitrah dan Fidiyah 1447 H/2026 M

Kemenag Dharmasraya Tetapkan Besaran Zakat Fitrah dan Fidiyah 1447 H/2026 M

Selasa, 03/3/26 | 14:38 WIB

Dharmasraya, Scientia.id – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Dharmasraya menggelar Rapat Penentuan Besaran Zakat Fitrah dan Fidiyah Tahun 1447 H/2026 M...

Sugesti Edward, Motivator Bisnis dan Pengusaha (Foto: Ist)

Allah dan Orang Tua dalam Bisnis

Sabtu, 28/2/26 | 10:29 WIB

Sugesti Edward, Motivator Bisnis dan Pengusaha (Foto: Ist) Jakarta, Scientia.id - Berbicara tentang bisnis, banyak orang langsung membayangkan strategi, modal,...

Bale by BTN, Transaksi Mudah Memanjakan Nasabah

Bale by BTN, Transaksi Mudah Memanjakan Nasabah

Selasa, 24/2/26 | 22:57 WIB

Seorang karyawan Ayam Geprek GG di Kota Padang memperlihatkan cara mudah untuk pembayaran tanpa ribet melalui aplikasi Bale by BTN,...

Bale by BTN, Solusi Cepat Pilih Rumah Pascabencana

Bale by BTN, Manjakan Gen Z Cari Hunian Tanpa Ribet

Jumat, 20/2/26 | 20:40 WIB

Seorang Gen Z yang sekaligus relawan bencana di Kota Padang sedang mencari rumah hunian yang aman dan nyaman melalui aplikasi...

MSCI Ubah Indeks Saham Indonesia, INDF Turun Kelas, CLEO dan ACES Keluar

MSCI Ubah Indeks Saham Indonesia, INDF Turun Kelas, CLEO dan ACES Keluar

Jumat, 13/2/26 | 06:42 WIB

Jakarta, Scientia.id - Morgan Stanley Capital International (MSCI) kembali melakukan peninjauan indeks saham Indonesia. Hasilnya, sejumlah saham mengalami perubahan status,...

Berita Sesudah
Wali Kota Padang Fadly Amran, secara resmi membuka kegiatan Business Matching Belanja Produk Dalam Negeri yang digelar di Ruang Bagindo Aziz Chan, Balai Kota Aia Pacah, Kamis (12/2/2026). (Foto:Ist)

Wali Kota Padang Resmikan Business Matching Belanja Produk Dalam Negeri

POPULER

  • PSP Padang berhasil menjadi juara Liga 4 Sumatera Barat usai berhasil mengalahkan PSPP Padang Panjang 3-2 melalui pertandingan yang dramatis, Kamis ( 2/4/26), di Stadion Utama Sumatera Barat, Padang Pariaman.

    Wali Kota Padang Apresiasi PSP Padang Juara Liga 4 Sumatera Barat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan antara Imbuhan me-kan dan me-i

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • RSUD Sungai Dareh Buka Penerimaan Tenaga Kontrak BLUD

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kata Penghubung dan, serta, dan Tanda Baca Koma (,)

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Oleh sebab itu, Oleh karena itu, atau Maka dari Itu?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berbagai Istilah Urutan Waktu dalam Bahasa Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026