Jumat, 27/2/26 | 18:15 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home TIPS

Viral Tidur dengan Kipas Angin Disebut Picu Asam Urat, Ini Penjelasan Ahli

Rabu, 05/11/25 | 06:11 WIB

Jakarta, Scientia.id – Kisah seorang remaja 17 tahun yang dikabarkan menderita asam urat setelah sering tidur dengan kipas angin sedang ramai dibicarakan di media sosial TikTok. Dalam video yang beredar, remaja itu diceritakan kerap mengeluh nyeri di bagian kaki setiap pagi. Pembuat video menyebut, kebiasaan tidur dengan kipas angin yang diarahkan langsung ke tubuh sepanjang malam disebut-sebut menjadi penyebab utamanya.

Narasi dalam video menjelaskan bahwa paparan udara dingin dari kipas angin dapat menghambat sirkulasi darah dan metabolisme tubuh, sehingga memicu penumpukan kristal asam urat (uric acid). Klaim ini pun langsung menuai perhatian publik dan memicu perdebatan di kolom komentar.

Namun, benarkah tidur dengan kipas angin sebabkan asam urat?

BACAJUGA

Kanker Usus Makin Menyerang Usia Muda, Studi Ungkap Peran Makanan Ultraolahan

Kanker Usus Makin Menyerang Usia Muda, Studi Ungkap Peran Makanan Ultraolahan

Kamis, 05/2/26 | 13:59 WIB
Perut Buncit (Foto: Ist)

Hempas Mudah Perut Buncit, Ini Caranya

Rabu, 04/2/26 | 15:29 WIB

Spesialis penyakit dalam dr Aru Ariadno, SpPD-KGEH, memastikan bahwa klaim tersebut tidak benar. Ia menegaskan bahwa tidak ada hubungan antara penggunaan kipas angin saat tidur dengan munculnya penyakit asam urat.

“Tidur dengan memakai kipas angin langsung ke badan itu tidak menyebabkan peningkatan asam urat ataupun penyakit yang lain,” tegas dr Aru saat dihubungi, Selasa (4/11/2025).

Menurut dr Aru, penyebab utama penyakit asam urat berasal dari dua hal, yakni faktor genetik (herediter) dan pola hidup yang tidak sehat, termasuk konsumsi makanan tinggi purin yang tidak terkontrol.

“Karena pada prinsipnya asam urat itu adalah suatu penyakit metabolik yang diakibatkan oleh biasanya karena genetik atau gangguan pola makan di mana tubuh tidak bisa mengeluarkan asam urat akibat pemecahan purin, jadi bukan karena kipas angin,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa penyakit ini kini tak hanya menyerang orang tua. Remaja pun berpotensi mengalami asam urat, terutama jika sering mengonsumsi makanan cepat saji, kurang makan serat, dan jarang bergerak.

“Kalau banyak makan junk food, tinggi purin, kurang serat, kurang gerak, ditambah lagi dengan genetik, akibatnya di usia 17 tahun sudah terganggu atau sudah terkena asam urat,” tutup dr Aru.

Baca Juga: Pemko Bukittinggi dan BPJS Kesehatan Tandatangani Adendum Kesepakatan Program JKN

Dengan demikian, tidur dengan kipas angin tidak terbukti menyebabkan asam urat. Masyarakat diimbau untuk tidak mudah mempercayai informasi viral di media sosial tanpa dasar medis, serta menjaga pola makan dan gaya hidup sehat sebagai langkah pencegahan utama. (*)

Tags: KesehatanTips Kesehatan
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Pemkab Solok Perkuat Pengawasan Internal dan Pencegahan Korupsi Tahun 2025

Berita Sesudah

Firdaus Tekankan Anggota Dewan Gunakan Medsos sebagai Strategi Politik Modern

Berita Terkait

Kanker Usus Makin Menyerang Usia Muda, Studi Ungkap Peran Makanan Ultraolahan

Kanker Usus Makin Menyerang Usia Muda, Studi Ungkap Peran Makanan Ultraolahan

Kamis, 05/2/26 | 13:59 WIB

Jakarta, Scientia.id - Kasus kanker kolorektal yang kian banyak menyerang usia muda kini mendapat sorotan baru dari dunia medis. Pola...

Perut Buncit (Foto: Ist)

Hempas Mudah Perut Buncit, Ini Caranya

Rabu, 04/2/26 | 15:29 WIB

Jakarta, Scientia.id - Lemak yang menumpuk di perut tidak selalu terlihat dari luar. Justru lemak yang tersembunyi di sekitar organ...

Chat GPT

Awas! Ketergantungan ChatGPT Turunkan Kemampuan Berpikir

Minggu, 25/1/26 | 10:15 WIB

Padang, Scientia.id - Chatbot AI seperti ChatGPT dan Gemini kini makin melekat dalam kehidupan sehari-hari. Namun, sejumlah penelitian memperingatkan dampaknya...

Peneliti Temukan Buah Paling Sehat di Dunia, Ini Jawabannya

8 Buah yang Baik untuk Ginjal, Aman Dikonsumsi Setiap Hari

Jumat, 09/1/26 | 19:10 WIB

Padang, Scientia.id - Ginjal bekerja tanpa henti menyaring limbah dan menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh. Agar fungsinya tetap optimal, asupan...

Manfaat Minum Air Putih di Pagi Hari: Rahasia Awal Hari yang Sehat

Minum Air Hangat atau Dingin di Pagi Hari? Ini Pengaruhnya bagi Tubuh

Rabu, 19/11/25 | 08:29 WIB

Jakarta, Scientia.id - Kebiasaan orang saat bangun tidur memang berbeda-beda. Ada yang langsung mencari segelas air dingin untuk memulai hari...

Jalan Kaki Teratur Bisa Turunkan Kolesterol, Ini Penjelasan Ahli

Jalan 5.000 Langkah Sehari Bisa Lambatkan Risiko Alzheimer

Jumat, 07/11/25 | 19:08 WIB

Jakarta, Scientia.id - Penyakit Alzheimer menjadi momok bagi banyak orang seiring bertambahnya usia. Gangguan ini perlahan memengaruhi daya ingat, kemampuan...

Berita Sesudah
Ketua DPW PKB Sumbar, Firdaus saat membwrikan sambutan.[foto : sci/yrp]

Firdaus Tekankan Anggota Dewan Gunakan Medsos sebagai Strategi Politik Modern

POPULER

  • Bupati Dharmasraya Sidak Pangkalan dan Pengecer LPG 3 Kg, Temukan Pelanggaran Distribusi

    Bupati Dharmasraya Sidak Pangkalan dan Pengecer LPG 3 Kg, Temukan Pelanggaran Distribusi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bupati Dharmasraya Terbitkan SE Tentang Pengawasan dan Penyaluran Gas Tiga Kilogram

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tanda Titik pada Singkatan Nama Perusahaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gerakan Sosial Baru pada Perang Kata-kata antara SEAblings dan Knetz

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketika Iman Menjadi Modal Sosial dan Ekonomi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Kata “kepada”, “untuk”, dan “bagi”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024