![Anggota DPRD Kota Padang, Yusri Latif. (foto : ist]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2025/06/IMG-20250629-WA00292.jpg)
Padang, Scientia – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Padang bersama Fraksi PKB DPRD Kota Padang menegaskan komitmennya untuk memperkuat ekonomi kerakyatan sebagai penopang utama pembangunan daerah. Komitmen ini sejalan dengan kebijakan nasional yang mendorong Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjadi tulang punggung ekonomi nasional pascapandemi.
Ketua DPC PKB Padang, Yusri Latif menyebut bahwa UMKM tidak hanya berperan sebagai sektor penopang lapangan kerja, tetapi juga sebagai motor penggerak ekonomi masyarakat di tingkat paling bawah. Namun, hingga kini masih banyak pelaku usaha kecil di Padang yang menghadapi berbagai kendala, mulai dari akses permodalan, keterbatasan teknologi, hingga sulitnya menembus pasar yang lebih luas.
“PKB melihat potensi UMKM Padang luar biasa, tetapi belum semua mendapatkan perhatian optimal dari pemerintah daerah. Kami mendorong Pemko Padang untuk menyediakan pusat inkubasi UMKM di setiap kecamatan. Tempat ini bisa menjadi wadah pembinaan, pelatihan, hingga pendampingan usaha agar UMKM naik kelas,” ujar Latif.
Selain pusat inkubasi, PKB Padang juga mengusulkan agar Pemko menjalin kerja sama dengan perbankan daerah untuk menghadirkan skema kredit murah khusus bagi pelaku UMKM. Hal ini dinilai penting untuk mengurangi ketergantungan pelaku usaha pada pinjaman berbunga tinggi yang justru menjerat mereka.
Fraksi PKB DPRD Padang menambahkan bahwa dukungan terhadap UMKM tidak hanya sebatas pada aspek modal, tetapi juga harus mencakup fasilitasi sertifikasi halal, izin usaha, serta peningkatan kapasitas pelaku usaha dalam pemasaran digital. Menurutnya, sertifikasi halal sangat penting terutama bagi produk makanan dan minuman agar bisa diterima di pasar yang lebih luas, baik nasional maupun internasional.
“Saat ini tren belanja masyarakat sudah banyak bergeser ke platform digital. Karena itu, pelatihan digital marketing untuk UMKM harus menjadi prioritas. Pemko bisa bekerja sama dengan perguruan tinggi dan komunitas kreatif di Padang untuk memberikan pendampingan,” kata Latif
Selain itu, PKB juga mendorong Pemko untuk menggelar event atau pameran UMKM secara rutin di ruang-ruang publik, seperti Pantai Padang atau kawasan wisata budaya. Event semacam ini diyakini dapat memperluas pasar bagi pelaku usaha sekaligus menggerakkan pariwisata kota.
Tidak hanya itu, Fraksi PKB DPRD Padang menekankan perlunya digitalisasi sistem pemasaran produk lokal melalui platform berbasis aplikasi yang bisa dikelola langsung oleh Pemko. Dengan demikian, produk-produk UMKM bisa lebih mudah dijangkau oleh konsumen, bahkan hingga ke luar daerah.
Lebih jauh, PKB menilai bahwa penguatan ekonomi kerakyatan di Padang tidak bisa dilepaskan dari sinergi semua pihak, mulai dari pemerintah daerah, pelaku usaha, akademisi, hingga masyarakat. Dengan dukungan regulasi dan program yang tepat, UMKM Padang diyakini mampu menjadi tulang punggung ekonomi daerah sekaligus menopang pertumbuhan ekonomi nasional.
“UMKM harus diberi ruang lebih besar agar bisa berkembang. Kami di PKB siap menjadi mitra kritis dan solutif bagi Pemko Padang untuk memastikan kebijakan yang diambil berpihak kepada masyarakat kecil,” tutupnya.(yrp)


![Dirut PDAm Kota Padang, Hendra Pebrizal.[foto : ist]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2026/01/Dirrut-PDAM-Kota-Padang.jpg)
![Kantor PDAM Kota Padang.[foto : net]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2025/07/FB_IMG_17535045128082-350x250.jpg)




![Gubernur Sumbar, Mahyeldi.[foto : ist]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2025/09/IMG-20250911-WA0023-1-75x75.jpg)
