Padang, Scientia.id – Anggota DPRD Sumatera Barat (Sumbar), Donizar menilai insiden tewasnya seorang pengemudi ojek online yang terlindas kendaraan taktis (rantis) Brimob di Jakarta harus menjadi momentum evaluasi serius terhadap standar operasional prosedur (SOP) di tubuh kepolisian, khususnya Brimob.
Menurut Donizar, peristiwa tragis ini menunjukkan adanya celah dalam pengawasan dan kontrol saat operasi lapangan.
“Kalau protap dijalankan dengan ketat, kecelakaan seperti ini bisa diminimalisir. Aparat harusnya sangat berhati-hati, apalagi sedang berada di jalan umum,” ujar Donizar pada Scientia.id, Jumat (29/8).
Lebih lanjut, Donizar menegaskan bahwa kehadiran Brimob di lapangan memang untuk menjaga keamanan, tetapi jangan sampai menimbulkan ketakutan baru di masyarakat.
“Masyarakat butuh rasa aman, bukan sebaliknya. Kalau ada rantis yang justru membahayakan nyawa warga, ini jelas kontraproduktif,” kata Donizar.
Donizar juga mendesak agar kepolisian membuka hasil investigasi secara transparan. Menurutnya, hal itu penting untuk menjaga kepercayaan publik.
“Kasus ini jangan ditutup-tutupi. Harus ada akuntabilitas, karena menyangkut nyawa orang,” tegas Donizar.
Disisi lain, Donizar mengingatkan agar peristiwa tersebut menjadi pelajaran bagi aparat daerah, termasuk di Sumatera Barat.
“Brimob di Sumbar juga sering diturunkan untuk berbagai operasi. Saya berharap SOP foto-foto dijalankan agar kejadian seperti di Jakarta tidak terulang di sini,” tutur Donizar.
Donizar menutup dengan pesan bahwa penegakan hukum dan keamanan tidak boleh mengorbankan keselamatan rakyat.
Baca Juga: Ketua PKB Sumbar Desak Polisi Usut Tuntas Kasus Rantis Brimob Tewaskan Ojol
“Hukum ditegakkan, keamanan dijaga, tapi keselamatan warga harus tetap menjadi prioritas utama,” pungkas Donizar. (Tmi)