Jumat, 16/1/26 | 22:43 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home POLITIK

Sistem Canggih, Aksi Tumpul: Pemerintah Dinilai Gagal Antisipasi Karhutla Meski Punya Data Real Time

Senin, 21/7/25 | 12:55 WIB

Wakil Ketua Komisi IV, DPR RI, Alex Indra Lukman.[foto : ist]
Wakil Ketua Komisi IV, DPR RI, Alex Indra Lukman.[foto : ist]
Jakarta, Scientia – Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Alex Indra Lukman, mengkritik keras pemerintah yang dinilai gagal memanfaatkan teknologi pemantauan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) secara optimal. Padahal, sistem Karhutla Monitoring System (KMS) disebut mampu memberikan data real time dan presisi tinggi, namun kebakaran terus meluas tanpa pencegahan berarti.

“Dengan data secanggih itu, seharusnya penyebaran titik panas bisa ditekan lebih awal. Tapi kenyataannya, 694 titik panas menyebar di seluruh Sumatera, dan upaya pencegahan seakan baru berjalan saat api sudah menjalar,” tegas Alex dalam pernyataan tertulisnya, Minggu (20/7).

Alex menyebut buruknya respons pemerintah terlihat dari ketidaktersediaan helikopter water bombing milik BPBD Riau. Alhasil, pemadaman hanya mengandalkan personel darat yang terbatas, bahkan dengan alat seadanya.

“Kita doakan para petugas di lapangan, Manggala Agni, TNI, Polri, BPBD, hingga relawan yang memadamkan api hanya dengan tongkat karena tak ada sumber air di lokasi. Ini jelas bentuk kelalaian sistemik,” ujarnya.

BACAJUGA

Pemko dan BPN Bukittinggi Serahkan Sertipikat Pengganti untuk Korban Kebakaran di Birugo

Pemko dan BPN Bukittinggi Serahkan Sertipikat Pengganti untuk Korban Kebakaran di Birugo

Jumat, 14/11/25 | 20:28 WIB
Dinsos Sumbar Antar Bantuan untuk Korban Kebakaran Birugo Kurang dari 12 Jam Sejak Kejadian

Dinsos Sumbar Antar Bantuan untuk Korban Kebakaran Birugo Kurang dari 12 Jam Sejak Kejadian

Kamis, 30/10/25 | 13:36 WIB

Berdasarkan data BMKG Pekanbaru per 19 Juli 2025, Provinsi Riau mencatat 259 titik panas, hampir 40% dari total Sumatera. Kabupaten Rokan Hulu dan Rokan Hilir menjadi episentrum, masing-masing dengan 107 dan 95 titik panas. Bahkan, kabut asap dilaporkan telah menyeberang hingga ke Malaysia.

Alex mempertanyakan peran Badan Pengelola REDD+ yang selama ini diklaim mengelola KMS berbasis citra satelit resolusi tinggi (50×50 cm) dari DigitalGlobe dan sistem GFW-Fires. Sistem ini seharusnya mampu mendeteksi lokasi kebakaran dan memprediksi pelakunya. Namun, kata Alex, kinerja BP REDD+ nyaris tak terlihat.

“Sistem ini punya tiga fungsi utama: pencegahan, pengawasan, dan penegakan hukum. Tapi di tengah Karhutla yang makin parah, publik bahkan tak tahu BP REDD+ sedang apa,” sindir Alex, anggota DPR RI dari Dapil Sumbar I.

Lebih jauh, Alex menegaskan Karhutla bukan lagi sekadar bencana ekologis, tapi masalah multidimensi yang berdampak pada kesehatan, ekonomi, hingga diplomasi luar negeri.

“Kabut asap bukan hanya soal mata perih atau jarak pandang terganggu. Ini menyangkut hajat hidup banyak orang dan reputasi Indonesia di mata dunia,” tegasnya.

Ia mendorong BP REDD+ untuk membuktikan eksistensinya dengan mendukung program prioritas Presiden Prabowo, termasuk pengentasan kemiskinan dan pembangunan berkelanjutan.

“Sudah waktunya data canggih KMS dimanfaatkan sebagai alat penegakan hukum. Riau tak boleh terus jadi langganan api tanpa ada yang bertanggung jawab,” pungkas Alex.(yrp)

Tags: Alex Indra LukmanKarhutla Monitoring SystemKebakaran
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Kebakaran Bukit Gagoan, Anggota DPRD Sumbar Firdaus: Harus Diinvestigasi

Berita Sesudah

Angka Cerai ASN Meningkat, Wabup Solok: Sangat Mengkhawatirkan

Berita Terkait

Penguatan Internalisasi Lembaga, Bawaslu Agam Sampaikan Hasil Pengawasan Coktas ke Bawaslu Provinsi

Selasa, 30/9/25 | 17:55 WIB

AGAM, Scientia.id – Penguatan internalisasi kelembagaan, Anggota Bawaslu Provinsi Sumatera Barat Muhamad Khadafi kunjungi Bawaslu Kabupaten Agam. Dalam kegiatan yang...

Rakor Pengawasan PDPB, Bawaslu Agam Tekankan Permasalahan Krusial Data Pemilih

Senin, 29/9/25 | 15:51 WIB

AGAM, Scientia.id – Bawaslu Agam adakan kegiatan Rakor Pengawasan Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) pada Senin (29/09) di Kantor Bawaslu...

Bawaslu Agam Bahas Kajian Hukum, Rendi: Jaga Relevansi dan Integritas Pengawas Pemilu

Selasa, 23/9/25 | 16:13 WIB

AGAM, Scientia.id - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Agam adakan kegiatan RDK dengan tema Kajian Hukum pada Selasa (23/09)....

Pengawasan Coklit Terbatas, Bawaslu Agam Temukan Orang Meninggal Masuk Dalam Daftar Pemilih

Jumat, 19/9/25 | 08:57 WIB

AGAM, Scientia.id - Bawaslu Kabupaten Agam melakukan pengawasan melekat terhadap proses Pencocokan dan Penelitian Terbatas (Coktas) yang dilakukan oleh KPU...

Konsisten Jalin Kerjasama, Bawaslu Agam Hidupkan Kembali Saka Adhyasta Pemilu

Jumat, 12/9/25 | 16:20 WIB

Agam, Scientia.id - Menjadi salah satu kabupaten pertama di Sumatera Barat yang membangun kerjasama dengan pramuka melalui pembentukan Saka Adhyasta...

Efisiensi di Negeri Petro Dolar: Jalan Penuh Lubang, Jembatan Reyot Vs Mobil Dinas Baru yang Lukai Rasa Keadilan

Disinformasi, Diskominfo, dan Wajah Pemerintahan Kepala Daerah Kabupaten Dharmasraya

Senin, 08/9/25 | 20:14 WIB

Dharmasraya, Scientia.id – Belum redam kehebohan tentang isu perseteruan legislatif dan eksekutif yang diduga disebabkan oleh satu rilis resmi dari...

Berita Sesudah
Angka Cerai ASN Meningkat, Wabup Solok: Sangat Mengkhawatirkan

Angka Cerai ASN Meningkat, Wabup Solok: Sangat Mengkhawatirkan

POPULER

  • Wali Kota Padang Fadly Amran, mengusulkan sejumlah proyek pelestarian lingkungan bagi Kota Padang dalam skema kerja sama bilateral Indonesia-Jerman di tahun 2026.(Foto:Ist)

    Wali Kota Padang Usulkan Proyek Lingkungan Hidup Pada Negara Jerman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Kata “kepada”, “untuk”, dan “bagi”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Se Indonesia, seIndonesia, atau se-Indonesia?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denda PDAM Kota Padang Membingungkan, Tagihan Sampah Dipungut Meski Tak Diangkut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kapitil, Kosakata Baru dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemko Padang Dukung Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Sesuai Arahan Pemerintah Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024