Kamis, 26/2/26 | 00:38 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home DAERAH

Merajut Asa dari Dusun Terpencil Untuk Inovasi di Dunia Pendidikan

Minggu, 27/4/25 | 22:12 WIB

Dharmasraya, Scientia.id – Deburan ombak dan hamparan pasir putih mungkin menjadi pemandangan lazim di Sumatra Barat. Namun, bagi saya sebagai anak kedua dari dua bersaudara bernama Juwita Dwi Putri, lanskap masa kecil saya justru dihiasi hijaunya hutan belantara dan jalanan yang berkelok yang menghubungkan pelosok Kabupaten Merangin, Jambi, dengan dunia luar. Lahir dan besar di pelosok desa Tanjung Berugo Kecamatan Lembah Masurai di Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi, identitas sebagai anak dusun yang menutut ilmu di luar daerah melekat kuat dalam diri saya. Ratusan kilometer jarak dari kampung halaman ke gerbang tempat menimba ilmu, tak pernah menyurutkan semangat saya. Justru, inilah yang menempa mental baja dan tekad pantang menyerah dalam diri saya. Latar belakang geografis dan identitas kultural yang kuat menjadi pendorong utama semangat saya dalam menuntut ilmu di perantauan.

Tahun 2021 menjadi titik balik dalam hidup saya. Setelah menamatkan pendidikan menengah, tekad untuk merantau demi menimba ilmu di tanah yang berbeda sudah membara. Bagi saya, jauh dari orang tua tentu menjadi tantangan terbesar untuk hidup lebih mandiri. Alasan tersebut untuk hengkang dari kampung halaman yaitu untuk menambah pengalaman, wawasan dan relasi. Sebuah keputusan yang didasari oleh keinginan untuk mengembangkan diri lebih jauh.

Keinginan ini pun disampaikan kepada orang tua, dan restu pun didapatkan dengan nasihat dan bimbingan yang tak ternilai. Sebelum di penghujung kelulusan saya sudah menyampaikan keinginan dan tekad ini kepada orang tua untuk menempah ilmu di luar daerah. Banyak nasehat dan bimbingan dari orang tua untuk merantau pada saat itu termasuk untuk mengambil jurusan sesuai dengan hobi dan memang di niatkan untuk menutut ilmu. Hal tersebut menjadi dasar saya mengambil jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Dharmas Indonesia. Dan hidup di rantau bukan untuk bebas di luar saja. Wasiat ini lah yang saya pegang. Wasiat ini menjadi kompas yang menuntun setiap langkahnya di perantauan.

BACAJUGA

Bupati Dharmasraya Sidak Pangkalan dan Pengecer LPG 3 Kg, Temukan Pelanggaran Distribusi

Bupati Dharmasraya Sidak Pangkalan dan Pengecer LPG 3 Kg, Temukan Pelanggaran Distribusi

Rabu, 25/2/26 | 18:19 WIB
Rapat dengan PT TKA, BKD Dharmasraya Bahas Soal Pajak

Rapat dengan PT TKA, BKD Dharmasraya Bahas Soal Pajak

Rabu, 25/2/26 | 17:07 WIB

Mengantongi izin dan restu, saya pun memulai kehidupannya sebagai mahasiswa rantau. Berbagai tantangan menghadang, namun saya siap menghadapinya. Ketika diberikan izin orang tua untuk merantau, banyak yang harus diselesaikan. Mulai dari menjaga diri, harus pintar menyesuaikan diri dengan lingkungan baru, memiliki semangat dan belajar yang begitu besar. Karena dari segi pengeluaran biaya kita lebih besar dari yang bukan anak rantau. Perihal ini lah kita dituntut untuk pintar dalam mengelola keuangan. Kemandirian dan kemampuan mengelola keuangan menjadi pelajaran berharga di perantauan.

Sebagai angkatan 2021 yang memasuki Perguruan Tinggi dalam konteks merantau merasa kurang dalam mendapatkan pengalaman, karena pengalaman yang didapat saat merantau hanya bisa dirasakan pada semester satu saja. Sebab saya dari awal memulai pendidikan dasar sudah dirantau serta jauh dari orang tua. Namun, semangat untuk belajar dan beradaptasi tak pernah padam.

Seiring berjalannya waktu, kehidupan kampus membentuk pola pikir dan kepribadian saya. Sekarang sudah menjadi Mahasiswa. Pola pikir, pergaulan, cara bicara kini harus berubah, sebab ini bukan masa-masa Sekolah Menengah Atas (SMA), tetapi tingkatannya sudah semakin tinggi, dituntut kemandirian hidup, pola hidup hemat, pandai mengatur waktu, menjaga kesehatan sebagai kuncinya. Proses pendewasaan ini menjadi bagian tak terpisahkan dari perjalanan akademik saya.

Awal perkuliahan menghadirkan pengalaman baru yang menyenangkan. Awalnya saya merasa sangat binggung, apa sih kuliah itu? Ternyata itu sangat menyenangkan, banyak orang yang dari berbagai daerah berkuliah disini . Keberagaman teman-teman dari berbagai latar belakang memperkaya wawasan dan pergaulan saya.

Tak terasa, kini saya telah menginjak semester tujuh dan tengah disibukkan dengan penyusunan skripsi. Tak terasa seiring berjalan waktu sekarang saya kuliah sudah semester tujuh. Di semester ini di sibukan dengan pembuatan Skripsi. Tak terasa ya. Proses awal penyusunan skripsi pun sempat membuat saya bingung. Mulai dari pengajuan judul, untungnya ada pandangan dari teman, kakak senior dan dosen yang memberikan pemahaman tentang gambaran dalam pengajuan judul skripsi. Bimbingan dari berbagai pihak menjadi pencerah dalam menentukan arah penelitian saya.

Sebuah ide inovatif akhirnya muncul, terinspirasi dari pengalaman Praktik Lapangan (PL) di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 10 Koto Baru. Akhirnya judul skripsi tentang Pengembangan Media Pembelajaran Digital Assember Edu Berbasis Reality (AR) Untuk Meningkatkan Minat Belajar Kelas SDN 10 Koto Baru yang saya impikan pun terkabul kan. Interaksi langsung dengan siswa memberikan pemahaman mendalam tentang kebutuhan dan karakter belajar mereka. Judul yang saya ajukan terinspirasi ketika saya menjalankan PL di SDN 10 Koto Baru. Di sekolah tersebut saya banyak berinteraksi dengan siswa tentang bagaimana memahami karakter, metode belajar, dan minat belajar. Berdasarkan hal tersbut lah saya angkat ide dalam pembuatan skripsi tersebut. Selama saya PL di SDN 10 Koto Baru ditemukan kurang minat siswa belajar dan mudah bosan serta mereka lebih mudah menangkap pelajaran melalui audio visual.

Skripsi yang saya garap ini menawarkan pendekatan yang menarik dalam dunia pendidikan. Hal yang menarik dari kajian skripsi yang saya buat ini terletak pada belajar menggunakan elektronik. Data yang diangkat dalam skripsi ini berupa karakteristik dan kebutuhan sesuai pengamatan ketika saya PL dulu. Dan dilanjutkan dengan hasil dari quisioner. Pemanfaatan teknologi Augmented Reality (AR) menjadi fokus utama dalam meningkatkan minat belajar siswa. Saya berharap melalui skripsi ini menjadi solusi bagi pendidik dalam menumbuhkan minat belajar siswa nanti.

Di Skripsi ini menjelaskan inovasi yang di kembangkan. Indikator dari skripsi saya ini untuk menarik belajar dengan solusinya menggunakan media digital seperti Handphone dengan sistem bacorde dan berbentuk tampilan 3D untuk mengedukasi siswa belajar sebagai bahan ajarnya. Untuk metode belajar bisa digunakan dua kali pertemuan atau pun dua kali dalam seminggu jika waktu memungkinkan. Media pembelajaran berbasis AR ini diharapkan mampu menyajikan materi pelajaran secara lebih interaktif dan visual, sesuai dengan preferensi siswa.

Tentu, implementasi metode ini memerlukan adaptasi dari para pendidik. Ketika metode ini diterapkan tentu guru – guru diminta melek teknologi. Selain itu, ketersediaan infrastruktur juga menjadi pertimbangan penting. Dimana ditemukan pada siswa SDN 10 Koto Baru karakternya menyukai pelajaran melalui elektronik, menyukai pelajaran yang bergambar, tertarik menggunakan bahan ajar pakai aplikasi dan mereka mudah bosan belajar tanpa media pembelajaran yang bervariasi. Untuk penerapan motede belajar seperti ini tentu jaringan internet memadai dan ketika jaringan internet kurang memadai nantinya digunakan Lembar Kerja Pendidikan Dasar (LKPD). Fleksibilitas dalam penggunaan media dan metode pembelajaran menjadi kunci keberhasilan.

Ini lah catatan kisah saya, dari perantauan Ranah Cati Nan Tigo untuk menciptakan inovasi pendidikan. Semoga goresan catatan saya ini awal dari cerminan semangat pantang menyerah dan keinginan kuat untuk berkontribusi. Perjalanan dan proses adalah bukti bahwa keterbatasan tidak menghalangi mimpi untuk diraih dan ilmu untuk diamalkan. Semoga skripsinya saya ini nanti menjadi inspirasi dan membawa perubahan positif dalam dunia pendidikan khususnya di tingkat sekolah dasar.

Penulis:

Juwita Dwi Putri

Mahasiswa Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Dharmas Indonesia (UNDHARI)/ Ketua KOPRI PMII Dharmasraya

Tags: DharmasrayaPendidikan
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Undhari Gelar Pengabdian Masyarakat LEAD-LIT bagi OSIS SMKN 4 Sijunjung

Berita Sesudah

Wagub Vasko Ruseimy Dampingi Empat Pejabat Nasional di Sumbar dalam Sehari: Bukti Nyata Perceparan Pembangunan

Berita Terkait

Bupati Dharmasraya Sidak Pangkalan dan Pengecer LPG 3 Kg, Temukan Pelanggaran Distribusi

Bupati Dharmasraya Sidak Pangkalan dan Pengecer LPG 3 Kg, Temukan Pelanggaran Distribusi

Rabu, 25/2/26 | 18:19 WIB

Dharmasraya, Scientia.id – Menindaklanjuti laporan masyarakat terkait kelangkaan LPG 3 kilogram, Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani, melakukan inspeksi mendadak (sidak)...

Rapat dengan PT TKA, BKD Dharmasraya Bahas Soal Pajak

Rapat dengan PT TKA, BKD Dharmasraya Bahas Soal Pajak

Rabu, 25/2/26 | 17:07 WIB

Dharmasraya, Scientia.id — Badan Keuangan Daerah (BKD) Kabupaten Dharmasraya menggelar rapat bersama manajemen PT Tidar Kerinci Agung pada Jumat (19/2/2026)...

Bupati Annisa Berbagi Bersama 100 Anak Yatim di Timpeh

Bupati Annisa Berbagi Bersama 100 Anak Yatim di Timpeh

Rabu, 25/2/26 | 13:12 WIB

Dharmasraya, Scientia.id — Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani, berbagi bersama 100 anak yatim Kecamatan Timpeh dalam kegiatan berbuka puasa yang...

Bupati dan Wakil Bupati Dharmasraya (Foto: Ist)

Satu Tahun Duo Srikandi Dharmasraya, Pendidikan dan OVOP Jadi Andalan Bangun Ekonomi Rakyat

Rabu, 25/2/26 | 11:31 WIB

Bupati dan Wakil Bupati Dharmasraya (Foto: Ist) Dharmasraya, Scientia.id – Genap satu tahun duet Srikandi Kabupaten Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani...

Donizar Serahkan Bantuan Rp50 Juta untuk Masjid Rahmatullah

Donizar Serahkan Bantuan Rp50 Juta untuk Masjid Rahmatullah

Selasa, 24/2/26 | 22:02 WIB

Pasaman, Scientia - Anggota DPRD Sumatera Barat dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Donizar, menyerahkan bantuan uang tunai senilai Rp50...

Larang Jual Takjil di Belakang Balok, Pemko Bukittinggi Dinilai Tak Adil

Larang Jual Takjil di Belakang Balok, Pemko Bukittinggi Dinilai Tak Adil

Selasa, 24/2/26 | 08:13 WIB

Bukittinggi, Scientia.id - Ketidakadilan atas kebijakan Pemerintah Kota (Pemko) Bukittinggi dirasakan pedagang takjil yang menjual makanan untuk berbuka puasa di...

Berita Sesudah
Vasco

Wagub Vasko Ruseimy Dampingi Empat Pejabat Nasional di Sumbar dalam Sehari: Bukti Nyata Perceparan Pembangunan

POPULER

  • Afrina Hanum

    Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Satu Tahun Duo Srikandi Dharmasraya, Pendidikan dan OVOP Jadi Andalan Bangun Ekonomi Rakyat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gerakan Sosial Baru pada Perang Kata-kata antara SEAblings dan Knetz

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Puisi-puisi Elly Delfia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bale by BTN, Solusi Pilih Rumah Pascabencana

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bupati Dharmasraya Sidak Pangkalan dan Pengecer LPG 3 Kg, Temukan Pelanggaran Distribusi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Kata “kepada”, “untuk”, dan “bagi”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024