Selasa, 03/3/26 | 06:37 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home TERAS

Selama Periode Mahyeldi-Audy, Pertumbuhan Sektor Pertanian Sumbar Makin Menjanjikan

Rabu, 11/9/24 | 21:26 WIB
Selama Periode Mahyeldi-Audy, Pertumbuhan Sektor Pertanian Sumbar Makin Menjanjikan

PADANG, Scientia.id — Kerja keras Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) di bawah kepemimpinan Gubernur Mahyeldi dan Wakil Gubernur Audy Joinaldy membuat sektor pertanian, tanaman pangan dan hortikultura di Sumbar semakin bertumbuh pesat.

Hal itu dibuktikan dengan banyaknya manfaat yang dihasilkan dari ketiga sektor tersebut baik untuk petaninya sendiri maupun bagi daerah. Sektor itu, juga tercatat sebagai penopang utama pertumbuhan ekonomi di Sumbar.

”Kemajuan pesat sektor pertanian dan perkebunan di Sumatera Barat, berdampak signifikan bagi perekonomian daerah. Bahkan, itulah yang menjadi penopang utamanya,” sebut Gubernur Mahyeldi, Rabu (11/9/2024).

BACAJUGA

Mahyeldi Sampaikan Terima Kasih ke Presiden RI

Mahyeldi Sampaikan Terima Kasih ke Presiden RI

Selasa, 03/2/26 | 14:55 WIB
Mahyeldi: Rakornas Jadi Momentum Kawal Kebutuhan Daerah

Mahyeldi: Rakornas Jadi Momentum Kawal Kebutuhan Daerah

Selasa, 03/2/26 | 14:50 WIB

Sebelumnya, hal yang sama juga pernah ditegaskan Mahyeldi dalam Seminar Internasional yang menghadirkan pakar pertanian dari penjuru Indonesia bahkan dari luar negeri pada akhir pekan lalu di Padang.

Mahyeldi menyampaikan pentingnya sektor pertanian dalam mendukung perekonomian Sumatera Barat dan berkontribusi terhadap Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB) Sumatera Barat. Dikatakannya, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Tahun 2023, sektor pertanian, perikanan, dan kehutanan menyumbang 21,20% terhadap PDRB Sumbar.

Ia menggarisbawahi berdasarkan data tersebut, artinya terjadi peningkatan kontribusi sektor pertanian terhadap pertumbuhan ekonomi, yakni naik dari 2,18% pada tahun 2021 menjadi 3,52% pada tahun 2022 dan 3,54% pada tahun 2023.

“Peningkatan itu, didorong oleh adanya peningkatan produksi pertanian tahun ke tahun di Sumatera Barat,” tegas Gubernur Mahyeldi.

Mahyeldi kemudian menambahkan, laporan kemajuan produksi pertanian tahun 2023 menunjukkan peningkatan rata-rata 11,45% dibandingkan tahun sebelumnya. Produksi padi, misalnya, meningkat dari 1,37 juta ton Gabah Kering Giling (GKG) pada tahun 2022 menjadi 1,47 juta ton pada tahun 2023.

Selain itu, produksi cabai dan bawang juga naik rata-rata 10,2% pada tahun 2023. Pada 2023 produksi cabai Sumbar mencapai 127, 620 ton per tahun. Untuk bawang merah jumlah produksi pada 2023 berjumlah 233. 915 ton.

Di sisi lain produksi jagung pada 2023 juga mengalami kenaikan signifikan yakni 800,953 ton.

Sementara itu untuk komoditi perkebunan lainnya seperti kelapa sawit produksi 668.605 ton di 2023. Kopi produksinya 14.053 ton, kakao 42,840 ton, gambir 13,970 ton, dan kelapa 79,361 ton sedangkan untuk karet produksinya sebanyak 145,585 ton.

Gubernur Mahyeldi menilai, peningkatan produksi pertanian ini berdampak langsung terhadap peningkatan pendapatan serta juga berpengaruh kepada Nilai Tukar Petani di Sumatera Barat.

Data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Barat menunjukkan adanya peningkatan Nilai Tukar Petani (NTP) yang signifikan. Pada bulan Januari 2024, rata-rata NTP mencapai 116,49, lebih tinggi dari rata-rata NTP tahun 2023 sebesar 110,78. Peningkatan yang luar biasa malah terjadi pada bulan Agustus 2024 ini dengan rata-rata NTP mencapai 124,10.

Tidak hanya itu, Mahyeldi juga menyebut peningkatan pendapatan petani juga tercermin dalam hasil survei yang dilakukan oleh Balitbang Provinsi Sumatera Barat bekerja sama dengan Fakultas Pertanian Universitas Andalas beberapa waktu lalu. Diketahui, pendapatan petani tanaman pangan, hortikultura, dan perkebunan meningkat rata-rata 14,22% dibandingkan tahun 2022 dan 2023.

“Jadi ini bukan hanya klaim kita saja, survey BPS dan Balitbang bersama Unand hasilnya hampir sama, yakni pendapatan petani di Sumbar meningkat sekitar 14 persen dan Nilai Tukar Petani yang terus surplus,” tegas Mahyeldi.

Keberhasilan sektor pertanian ini tidak lepas dari kebijakan pembangunan pertanian yang dijalankan oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Barat di bawah kepemimpinan Gubernur Mahyeldi dan Wakil Gubernur Audy Joinaldy.

Kebijakan-kebijakan yang dilahirkan sebagian besar bermuara pada kesejahteraan petani dan itu juga dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Sumatera Barat 2021-2026.

Dalam RPJMD itu sektor pertanian mendapatkan alokasi anggaran sebesar 10% dari total Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Selain itu, Pemprov Sumbar juga mengusung Program Unggulan (Progul) Sumbar Sejahtera untuk mendukung sektor ini, dengan berfokus kepada penyediaan sarana dan prasarana produksi pertanian, modernisasi dan hilirisasi pertanian, perlindungan dan pengendalian organisme pengganggu tumbuhan, serta pengembangan kelembagaan petani.

Selain itu, untuk mendukung konsep pertanian berkelanjutan, Pemprov Sumbar juga menerapkan berbagai inovasi, seperti Good Agricultural Practices (GAPs), pembentukan Lembaga Sertifikasi Organik (LSO), dan pengembangan sekolah lapang pertanian rendah emisi.

“Kami juga mengembangkan smart farming dan membangun fasilitas pascapanen untuk mendukung Unit Pelayanan Pengembangan Pengolahan Hasil Pertanian (UP3HP),” jelas Mahyeldi.

Ia berharap inisiatif-inisiatif tersebut dapat menjadi contoh bagi daerah lain dan mendapatkan masukan kritis dari para pakar untuk kemajuan pertanian Sumatera Barat di masa mendatang.

“Prinsip yang kita usung adalah menumbuhkan ketahanan dengan memanfaatkan telnologi untuk masa depan pertanian yang berkelanjutan,” jelasnya.

Menurutnya, prinsip tersebut relevan dengan dinamika pembangunan daerah, baik saat ini maupun masa mendatang. (S/tmi)

Tags: Audy JoinaldyMahyeldiPertanian Sumbar
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Turut Berduka untuk Nia, IMAPAR Minta Pelaku Dihukum Berat

Berita Sesudah

Gandeng KI Sumbar, Bawaslu Sumbar Gelar Rakor Penanganan Informasi Publik

Berita Terkait

Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

Gerakan Sosial Baru pada Perang Kata-kata antara SEAblings dan Knetz

Minggu, 22/2/26 | 22:46 WIB

Oleh: Elly Delfia (Dosen Prodi Sastra Indonesia dan S2 Linguistik FIB Universitas Andalas) Beberapa minggu terakhir dunia digital dihebohkan oleh...

Bale by BTN, Solusi Cepat Pilih Rumah Pascabencana

Bale by BTN, Solusi Cepat Pilih Rumah Pascabencana

Jumat, 20/2/26 | 20:13 WIB

Seorang relawan bencana di Kota Padang, Sumatera Barat sedang memilih rumah hunian yang nyaman melalui aplikasi Bale by BTN karena...

DPRD Sumbar Sebar 216 Tim Safari Ramadhan 1447 H, Salurkan Bantuan hingga Rp50 Juta per Masjid

DPRD Sumbar Sebar 216 Tim Safari Ramadhan 1447 H, Salurkan Bantuan hingga Rp50 Juta per Masjid

Kamis, 19/2/26 | 19:00 WIB

PADANG — Pimpinan dan anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat dijadwalkan mengunjungi 216 tempat ibadah yang tersebar di seluruh kabupaten dan...

Pemerintah Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Jatuh pada 19 Februari 2026

Pemerintah Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Jatuh pada 19 Februari 2026

Selasa, 17/2/26 | 20:02 WIB

Jakarta, Scientia – Pemerintah menetapkan awal Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Keputusan itu diambil dalam sidang...

Kebutuhan Darah Sumbar Capai 200 Kantong per Hari, Wakil Ketua DPRD Sumbar Ajak Semua Unsur Rutin Donor

Kebutuhan Darah Sumbar Capai 200 Kantong per Hari, Wakil Ketua DPRD Sumbar Ajak Semua Unsur Rutin Donor

Minggu, 15/2/26 | 18:30 WIB

PADANG — Evi Yandri Rajo Budiman, Wakil Ketua DPRD Sumatera Barat, mengungkapkan rumah sakit di Sumatera Barat membutuhkan sekitar 150...

Kejar Potensi PAD, DPRD dan Pemprov Sumbar Gencarkan Sosialisasi Pemungutan PAP

Kejar Potensi PAD, DPRD dan Pemprov Sumbar Gencarkan Sosialisasi Pemungutan PAP

Rabu, 11/2/26 | 18:57 WIB

AGAM – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Barat (Sumbar) gencarkan sosialisasi pemungutan Pajak Air Permukaan...

Berita Sesudah
Gandeng KI Sumbar, Bawaslu Sumbar Gelar Rakor Penanganan Informasi Publik

Gandeng KI Sumbar, Bawaslu Sumbar Gelar Rakor Penanganan Informasi Publik

POPULER

  • Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

    Gerakan Sosial Baru pada Perang Kata-kata antara SEAblings dan Knetz

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bale by BTN, Transaksi Cepat Tanpa Ribet

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Firdaus: Pengurus PMII Bukan Pengisi Struktur, Tapi Penggerak Perubahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bahasa dan (Ber) Pikiran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DPRD Sumbar Sebar 216 Tim Safari Ramadhan 1447 H, Salurkan Bantuan hingga Rp50 Juta per Masjid

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kebutuhan Darah Sumbar Capai 200 Kantong per Hari, Wakil Ketua DPRD Sumbar Ajak Semua Unsur Rutin Donor

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024