Jumat, 13/3/26 | 15:23 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI ARTIKEL

Mengenal Sumber Konflik dalam Kelompok

Minggu, 28/5/23 | 06:54 WIB

Oleh: Riza Andesca Putra
(Dosen Departemen Pembangunan dan Bisnis Peternakan Unand & Mahasiswa Program Doktor Penyuluhan dan Komunikasi Pembangunan UGM)

 

Sepintas, mendengar kata konflik memunculkan ketakutan dan kegamangan sendiri dalam diri kita. Pemahaman umum masyarakat tentang konflik adalah tentang pertentangan, percekcokan, kekerasan, dan semua hal yang tidak baik. Pandangan itu memang benar adanya namun tidak semua konflik demikian. Menurut para ahli, jika “suhu” nya pas, konflik dapat membawa keuntungan terhadap kelompok.

BACAJUGA

Ketika Cinta Kalah oleh Adat dan Zaman dalam Novel Siti Nurbaya

Ketika Cinta Kalah oleh Adat dan Zaman dalam Novel Siti Nurbaya

Minggu, 08/3/26 | 22:51 WIB
Pandangan Khalil Gibran tentang Musik sebagai Bahasa Rohani

Analogi dan Lokalitas Lagu “Rindu Tebal” Karya Iwan Fals

Minggu, 08/3/26 | 18:27 WIB

Konflik substantif yang berfungsi untuk meningkatkan isu-isu kelompok yang penting, seperti pengembangan organisasi, atau kegiatan kelompok, biasanya merupakan jenis konflik yang diinginkan. Di sisi lain, konflik emosional yang melibatkan perasaan negatif seperti, masalah kepribadian, komunikasi, kebencian, kemarahan, dan ketidakpercayaan, yang tidak membantu menyelesaikan masalah organisasi adalah konflik yang tidak diinginkan.

Dalam pengaturan suhu konflik atau yang biasa disebut dengan mengelola konflik, memahami permasalahan yang ada adalah salah satu kuncinya. Konflik dapat dirangsang atau dikurangi dengan mengubah atau menghilangkan sumbernya. Mengenali sumber konflik membantu kita memahami mengapa konflik muncul dari beberapa situasi secara alami.

Menurut Denis D. Umstot (1987) dalam buku “Group Dynamics: Individuals Working Together”, minimal terdapat enam sumber konflik, yaitu :

Pertama, konflik atas sumber daya. Di dalam sebuah kelompok, keberadaan sumber daya adalah salah satu komponen utama. Sumber daya tersebut dapat meliputi: sumber daya manusia, sumber daya finansial, sumber daya fisik, dan sumber daya informasi. Sumber daya inilah yang didayagunakan dalam proses pencapaian tujuan kelompok. Semua anggota tentu saja membutuhkannya. Namun ini yang mesti diatur karena ketersediaannya tidak mungkin tanpa batas melainkan terbatas. Persaingan untuk sumber daya yang langka adalah dasar yang sangat umum untuk munculnya konflik.

 Kedua, yurisdiksi yang ambigu. Ketika tanggung jawab dan peran jelas, orang tahu siapa yang harus membuat keputusan dan konflik jarang muncul. Namun, dalam sebuah kelompok tanggung jawab terkadang tidak jelas karena luput dari aturan yang ada. Selain itu, ketika aturan ditampilkan dalam bahasa yang tidak tepat, rancu atau multitafsir, ini salah satu hal yang dapat  menimbukan konflik dalam kelompok.

 Ketiga, konflik peran. Peran adalah seperangkat harapan yang diyakini terkait dengan posisi tertentu dalam kelompok atau organisasi. Konflik peran terjadi ketika berbagai orang, termasuk orang yang memainkan peran tersebut memiliki harapan yang berbeda tentang bagaimana peran harus dilakukan. Kondisi ini terkadang membuat seseorang offside dalam memainkan perannya dalam kelompok. Selain itu, seseorang dengan peran baru juga akan mengalami kesulitan karena masih dipengaruhi oleh peran lama yang sudah membudaya dalam dirinya. Termasuk penerimaan beragam dari anggota lain terhadap peran baru yang dimainkan oleh orang tersebut. Tekanan yang diakibatkan oleh situasi ini menyebabkan konflik psikologis antaranggota.

Keempat, hambatan komunikasi. Komunikasi adalah dasar semua interaksi manusia. Semua fungsi kelompok pun dihantarkan oleh komunikasi.  Komunikasi ini tidak hanya tentang orang yang menyampaikan pesan, tetapi juga orang yang menerima pesan. Orang atau kelompok yang tidak berkomunikasi dengan pas memungkinkan untuk menghadapi konflik.

Kelima, ketergantungan satu pihak. Ketika sebuah kelompok memiliki ketergantungan yang tinggi pada satu pihak, ada beberapa konsekuensi yang mungkin terjadi, seperti: ketidakseimbangan kekuatan, kerentanan terhadap manipulasi, ketidakadilan penggunaan sumber daya, serta menghambat kreativitas dan inisiatif kelompok. Ini jelas akan menimbulkan konflik.

Keenam, dominasi. Dominasi adalah bagian dari kekuasaan. Ketika satu atau lebih orang atau kelompok mencoba untuk mengontrol perilaku orang lain, mereka mencoba untuk mendominasi. Dominasi dapat menurunkan partisipasi dalam kelompok, ketidakpercayaan antar masing-masing anggota, dan ketergantungan pada satu pihak. Sebagian besar orang tidak ingin dikendalikan oleh orang lain sehingga dominasi juga akan memunculkan kerjasama yang tidak sehat yang berujung pada konflik.

Pemahaman terhadap sumber terjadinya konflik tersebut dapat jadi bahan bagi seorang pemimpin dalam mengelolanya. Secara umum, konflik dapat diantisipasi dan diatasi melalui penerapan norma dan nilai-nilai kelompok.  Norma dan nilai-nilai kelompok akan menjadi fondasi dan pengawal terhadap perilaku anggota dalam proses pencapaian tujuan bersama. Selain itu, membangun budaya komunikasi terbuka dan sikap saling hormat menghormati dapat melancarkan semua aktivitas di dalam kelompok.

Secara khusus, konflik atas sumber daya dapat diantisipasi dengan memastikan perumusan tujuan kelompok dilakukan dengan partisipatif. Dengan begitu, semua anggota merasa bertanggung jawab untuk mewujudkannya secara bersama-sama dan tidak muncul perasaan satu pihak lebih penting dari pihak lain. Identifikasi kebutuhan sumber daya dalam aktivitas kelompok dilakukan secara jujur dan bertanggung jawab. Selanjutnya, sumber daya yang tersedia dibagi secara adil sesuai dengan kebutuhan.

Konflik yang diakibatkan yurisdiksi yang ambigu dapat diatasi dengan aturan yang mengakomodasi dan menggunakan bahasa yang mudah dipahami.  Begitu juga dengan konflik peran dihindari dengan penetapan tugas pokok dan fungsi yang jelas, proporsional, dan tersosialisasi dengan baik ke seluruh anggota.

Komunikasi dalam kelompok mesti menjadi perhatian semua pihak, baik pemberi pesan maupun penerima. Kedua belah pihak mesti menyadari bahwa komunikasi dilakukan dua arah tidak searah. Oleh karena itu, mesti dibangun empati dan saling pengertian antaranggota sehingga proses penyampaian pesan menjadi lancar.

Ketergantungan kelompok kepada satu pihak harus dihindari mesti ada keseimbangan. Keseimbangan inilah yang menjaga kebersamaan dan solidaritas kelompok. Dengan demikian, dominasi dalam kelompok dapat diminimalisasi karena kohesifitas yang menimbulkan kerja sama dan kolaborasi sehingga pencapaian tujuan bersama dipat diwujudkan secara lebih efektif dan efisien.

*Artikel ini merupakan bagian kelima dari beberapa bagian lainnya tentang Sukses Mengelola Kelompok.

Tags: #kelompok#Riza Andesca Putra
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Perjalanan Jogja, Klaten, Solo

Berita Sesudah

Cerpen “Perjuangan Pengabdian” karya Muhammad Iqbal dan Ulasannya oleh Azwar, M.Si.

Berita Terkait

Ketika Cinta Kalah oleh Adat dan Zaman dalam Novel Siti Nurbaya

Ketika Cinta Kalah oleh Adat dan Zaman dalam Novel Siti Nurbaya

Minggu, 08/3/26 | 22:51 WIB

Oleh: Amanda Restia (Mahasiswa Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas)   Nama Siti Nurbaya sering kali langsung dilibatkan dengan...

Pandangan Khalil Gibran tentang Musik sebagai Bahasa Rohani

Analogi dan Lokalitas Lagu “Rindu Tebal” Karya Iwan Fals

Minggu, 08/3/26 | 18:27 WIB

Oleh: Faathir Tora Ugraha (Mahasiswa Prodi Sastra Indonesia FIB Universitas Andalas)   Iwan Fals merupakan musisi legendaris Indonesia yang menjadi...

Puisi-puisi M. Subarkah

Pesan Tauhid dan Penyerahan Diri dalamPuisi “Sembahyang Rumputan”

Minggu, 01/3/26 | 15:51 WIB

Oleh: M. Subarkah (Mahasiswa Prodi S2 Linguistik Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas)   Puisi “Sembahyang Rumputan” karya Ahmadun Yosi Herfanda...

Ketika Iman Menjadi Modal Sosial dan Ekonomi

Mencabut Tunggul: Transformasi Butuh Kekuatan Ekonomi

Minggu, 01/3/26 | 14:44 WIB

Oleh: Dr. Syamsul Bahri, M.M. (Dosen Universitas Ekasakti & Doktor Ilmu Ekonomi)   Masalah yang mengakar tak cukup ditebas dengan...

Abreviasi pada Perjanjian Kinerja Damkar Kabupaten Bengkalis

Abreviasi pada Perjanjian Kinerja Damkar Kabupaten Bengkalis

Minggu, 22/2/26 | 20:10 WIB

Oleh: Muhammad Zakwan Rizaldi (Mahasiswa Prodi Sastra Indonesia FIB Universitas Andalas dan Anggota UKMF Labor Penulisan Kreatif) “Bahasa membentuk cara...

Batu dan Zaman

Memaknai Ulang Arti Kata Pensiun

Minggu, 22/2/26 | 19:58 WIB

Oleh: Andina Meutia Hawa (Dosen Prodi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas)   Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pensiun...

Berita Sesudah
Cerpen “Perjuangan Pengabdian” karya Muhammad Iqbal dan Ulasannya oleh Azwar, M.Si.

Cerpen "Perjuangan Pengabdian" karya Muhammad Iqbal dan Ulasannya oleh Azwar, M.Si.

Discussion about this post

POPULER

  • Wali Kota Padang Fadly Amran berbuka puasa bersama, petugas kebersihan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Padang, Tim Reaksi Cepat (TRC) Dinas PUPR, dan Petugas Lembaga Pengelola Sampah (LPS) se-Kota Padang, di Gedung Bagindo Aziz Chan Youth Center, Selasa (10/3/2026).(Foto:Ist)

    Wali Kota Padang Bakal Menggelar Lomba Kebersihan Tingkat RT se Kota Padang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nama Nagari di Sumatera Barat: Dari Sejarah menjadi Sistem Pertahanan Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kata Penghubung dan, serta, dan Tanda Baca Koma (,)

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Program Joyful Ramadhan  Wali Kota Padang Serahkan 300 Paket Sembako Pada Masyarakat Lintas Agama 

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan antara Imbuhan me-kan dan me-i

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kementerian Kebudayaan Alokasikan Rp 2 Miliar Untuk Kegiatan Non Fisik Museum Adityawarman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026