Minggu, 01/11/26 | 14:57 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI ARTIKEL

Balada Kaderisasi di Tengah Pandemi

Minggu, 18/7/21 | 07:00 WIB

Ummu Sholihah
(Ketua Bidang Kaderisasi Nasional KOPRI PB PMII 2021-2024)

 

Kaderisasi memegang peran besar dalam pembangunan masa depan suatu organisasi karena ialah yang bertanggung jawab atas pembentukan manusia-manusia yang akan membangun organisasi tersebut. Persoalan kaderisasi dalam sebuah organisasi tentu menjadi peran yang vital dalam pengamalan nilai-nilai yang termuat dalam sebuah produk hukum organisasi. Sebagaimana KOPRI yang menjadi wadah bagi pengembangan kader PMII Puteri, organisasi ini merupakan badan semi otonom dari PMII dengan sistem pengkaderan yang terarah, terencana, sistematis, terpadu, berjenjang, dan berkelanjutan untuk mengembangkan potensi, mengasah kepekaan, melatih sikap, memperkuat karakter, dan memperluas wawasan agar menjadi manusia yang santun, cerdik, terampil, cendekia, dan siap menjalankan roda organisasi untuk mencapai cita-cita perjuangannya.

Kaderisasi yang produktif dan terarah merupakan konsep yang harus menjadi pedoman utama dalam proses pengkaderan. Penguatan kader secara intekektual, skill, dan kemandirian menjadi tolak ukur keberhasilan dalam proses kaderisasi. Setiap zaman atau massa pasti memiliki pengalaman dan kondisi yang berbeda-beda maka perlu dan diperbolehkan formula-formula baru untuk selalu menyegarkan sistem pengkaderan yang lebih baik.

BACAJUGA

Makna Dibalik Puisi “Harapan” Karya Sapardi Tinjauan Semiotika

Paradoks Representasi Subaltern dalam Novel Saman

Minggu, 01/11/26 | 12:50 WIB
Proses Eksperimen Unit 731 dalam Perspektif Sosiologi Sastra

Proses Eksperimen Unit 731 dalam Perspektif Sosiologi Sastra

Minggu, 01/11/26 | 12:42 WIB

Di tengah kondisi yang memaksa ini, kita harus berpikir tepat dan bergerak cepat karena sudah menjadi fenomena dilematis tersendiri bagi para kader-kader penggerak di tingkat bawah. Proses kaderisasi nantinya akan terhambat seiring dengan ketetapan regulasi yang belum ada. Namun, proses kaderisasi yang merupakan proses regenerasi penerus yang lebih berkualitas tidak boleh berhenti. Oleh karena itu, di tengah pandemi ini, kaderisasi tetap harus dilaksanakan baik dengan sistem daring (online), hybrid, maupun tatap muka (offline) dengan mematuhi protokol kesehatan.

Namun, metode kaderisasi yang baru kemudian mungkin akan menjadi polemik tersendiri yang harus diperhatikan agar dalam pelaksanaannya bisa berjalan sebagaimana mestinya. Pembahasan soal teknis dan komponen-komponen dalam sistem kaderisasi ini harus mengantisipasi beberapa kemungkinan-kemungkinan yang berdampak pada sistem kaderisasi masa depan, seperti bagaimana seorang kader yang menjalani kaderisasi online akan melakukan kaderisasi offline terhadap penerusnya. Apakah situasi online saat ini, nilai-nilai yang kurang tersampaikan dapat menyebabkan pergeseran metode kaderisasi offline ke depannya. Kemudian, apakah inovasi-inovasi baru yang sengaja lahir dari upaya adaptasi, dapat menggantikan tempat tradisi lama nantinya dari efek gebrakan digitalisasi dan transformasi kaderisasi yang dijalankan saat ini.

KOPRI sebagai ruang pengembangan kapasitas, kreativitas, dan inovasi, harus bisa menjawab perkembangan yang saat ini berjalan. Tentu ini harus sejalan dengan role model kaderisasi di PMII sehingga seluruh kader ke depan tidak gagap dalam menyikapi transformasi kaderisasi yang akan diusung dengan mencakup berbagai bidang profesional lainnya. KOPRI harus bisa membuat produk dan kebijakan kaderisasi yang bersifat elastis. Hal itu karena formulasi dan model kaderisasi yang ada di setiap lokalnya memiliki kultur, budaya, dan tantangan yang berbeda. Semua itu menyesuaikan dengan kondisi lingkungan dan tipologi karakter kader KOPRI di setiap kampus tertentu. Dari membangun citra diri organisasi, menguraikan permasalahan, analisis kebijakan, diskusi, pertarungan perebutan kader, ruang-ruang strategis, hingga pertarungan gagasan.

Mengingat banyaknya potensi kader KOPRI yang tersebar di seluruh Indonesia, kader KOPRI harus memegang dua prinsip, yaitu kopri harus mandiri dan maju. Kader KOPRI harus memiliki jiwa pemimpin yang matang, berani, dan bertanggung jawab, memiliki mental yang kuat, serta keilmuan yang mumpuni dan spiritual yang tinggi. Semua itu dilakukan dengan menata ulang Gerakan KOPRI dari ranah filosofis menuju langkah kongkret tanpa mengurangi nilai-nilai filosofis yang telah ditanamkan. Transformasi kaderisasi multidimensi yang dicanangkan akan menjadi sistem baru untuk memperbaiki dan memaksimalkan potensi yang dimiliki seluruh kader KOPRI.

Transformasi kaderisasi multidimensi PMII yang diambil untuk menjadi role model ini adalah pembaharuan tata kelola kaderisasi yang diarahkan untuk memperkuat berbagai potensi kader dan penggunaan teknologi akan menjadi salah satu penunjangnya. Terkait konsep pelaksanaanya, keberadaan teknologi diintegrasikan secara maksimal. Mulai dari proses pendaftaran, seleksi sampai pelaksanaan di setiap kegiatan kaderisasi formal maupun nonformal KOPRI, akan tetap berjalan secara efektif dengan menggunakan inovasi program transformasi kaderisasi di lembaga-lembaga profesional.  Lembaga-lembaga tersebut yang dapat digunakan sebagai human resources distribution and open educational resources yang memungkinkan seluruh kader KOPRI untuk melakukan gathering and sharing dengan mudah dan efisien.

Tags: #Ummu Sholihah
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Puisi-puisi Afriyanti Imam Al Amir dan Ulasannya oleh Ragdi F. Daye

Berita Sesudah

Mama Amerta

Berita Terkait

Makna Dibalik Puisi “Harapan” Karya Sapardi Tinjauan Semiotika

Paradoks Representasi Subaltern dalam Novel Saman

Minggu, 01/11/26 | 12:50 WIB

Oleh: Muhammad Zakwan Rizaldi (Mahasiswa Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas dan Anggota UKMF Labor Penulisan Kreatif)...

Proses Eksperimen Unit 731 dalam Perspektif Sosiologi Sastra

Proses Eksperimen Unit 731 dalam Perspektif Sosiologi Sastra

Minggu, 01/11/26 | 12:42 WIB

Oleh: Tri Sutrisman (Mahasiswa Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas) Bagaimana jika sebuah laboratorium yang seharusnya digunakan untuk menyelamatkan...

Laut Bercerita: Ketika Cerita Beralih ke Layar

Laut Bercerita: Ketika Cerita Beralih ke Layar

Minggu, 01/11/26 | 12:26 WIB

Oleh: Rizky Amelya Furqan (Dosen Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas) Matilah kau mati, kau akan lahir...

Dari Sagu ke Pasar Digital: Peluang UMKM Lokal Menembus Batas

Dari Sagu ke Pasar Digital: Peluang UMKM Lokal Menembus Batas

Minggu, 25/10/26 | 20:14 WIB

Oleh: Maryatul Kuptiah (Mahasiswa Program Studi Sastra Indonesia FIB Universitas Andalas)   Di Selatpanjang, Kabupaten Kepulauan Meranti memiliki potensi alam...

Puisi-puisi Wulan Darma Putri

Peran Ibu Tunggal dalam Film “Ibu, Bagaimana Aku Tanpamu?”

Minggu, 25/10/26 | 18:30 WIB

Oleh: Noor Alifah (Mahasiswi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya dan Anggota Labor Penulisan Kreatif, Universitas Andalas) Ada film yang berakhir...

Ketika Cuaca Berubah, Hama Ikut Berubah

Ketika Cuaca Berubah, Hama Ikut Berubah

Minggu, 18/10/26 | 16:21 WIB

Oleh: Lili Herlina (Mahasiswa Prodi Proteksi Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Andalas) Ketika membicarakan masalah pertanian, perhatian sering kali tertuju pada...

Berita Sesudah
Mama Amerta

Mama Amerta

Discussion about this post

POPULER

  • Pemprov Sumbar Terapkan Syarat Inovasi untuk Kenaikan Jabatan ASN

    Pemprov Sumbar Terapkan Syarat Inovasi untuk Kenaikan Jabatan ASN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Paradoks Representasi Subaltern dalam Novel Saman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perempuan Bangsa Sumbar Soroti PPN Pembalut, Cempaka Tanjung: Kebutuhan Menstruasi Bukan Barang Mewah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Satlantas Polres Pariaman Siap Laksanakan Operasi Patuh Singgalang 2026, Kerahkan 26 Personel

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bupati Annisa Percepat Pembangunan Asam Jujuhan, Infrastruktur Jalan Jadi Prioritas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Firdaus Sosialisasikan Perda Koperasi dan Usaha Kecil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Membaca Novel Siti Nurbaya dalam Pandangan Sejarah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026