![Ketua DPW PKB Sumbar, Firdaus.[foto:ist]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2025/10/Firdaus-Katapiang.jpg)
Padang, Scientia – Ketua DPW PKB Sumatera Barat, Firdaus menginstruksikan kepada seluruh ketua DPC, anggota fraksi dan kader se-Sumbar untuk memusatkan perhatian terhadap dampak Karhutla terhadap kesehatan masyarakat sebelum dampaknya semakin meluas. Sebab, kondisi udara yang terpantau kabur di 19 kabupaten dan kota akibat kabut asap tidak boleh dianggap sepele.
Ia menilai, kondisi udara yang semakin hari semakin buruk menimbulkan kekhawatiran akan lumpuhnya aktivitas masyarakat ini, mesti ditanggapi dengan cepat. Salah satunya dengan mengusulkan penetapan status tanggap darurat kepada pemerintah daerah setempat.
“Kita sama-sama telah melihat akibat Karhutla bagi wilayah Sumatera Barat. Kabut asap telah mengaburkan pandangan dan bahkan berpotensi menimbulkan penyakit infeksi saluran pernafasan jika terus terpapar tanpa perlindungan memadai. Kalau tidak cepat ditangani akan menimbulkan korban,” ujar Firdaus.
Firdaus menyebut, dari berbagai dampak kabut asap yang saat ini terjadi salah satunya adalah diberlakukannya sekolah jarak jauh. Secara tidak langsung hal itu telah melumpuhkan aktivitas ekonomi masyarakat yang berjualan di kantin maupun sekitar sekolah. Tidak hanya itu, aktivitas angkutan umum juga akan berhenti beroperasi.
“Bahaya ini tidak hanya berdampak pada kesehatan, sektor lain seperti ekonomi juga terpengaruh. Ini bukan persoalan main-main, ini sangat serius,” sebutnya.
Sebagai bentuk antisipasi persoalan kesehatan yang lebih serius, Firdaus meminta seluruh DPC agar berkoordinasi dengan DPAC dan kader untuk memetakan aksi dalam menangani fenomena kabut asap terutama membagikan masker atau pelindung pernafasan. Namun, lebih dari itu, kata Firdaus, semuanya harus bersinergi dengan semua elemen, agar membantu masyarakat membuat penyaring udara sederhana pada rumah-rumah warga.
“Jangan hanya menunggu. Tunjukkan bahwa kader PKB bukan hanya pintar berbicara, namun nihil aksinya,” tegas Firdaus.
Firdaus menekankan, pihaknya akan terus memantau gerakan yang dilakukan oleh DPC, DPAC, dan kader dalam menangani masalah kabut asap. Laporan aksi harus dikirimkan setiap hari kepada sekretariat DPW PKB Sumbar agar tidak ada yang hanya bergerak sebagai formalitas saja.
“Setiap hari akan kita cek, siapa dan dimana saja gerakan yang dilakukan oleh DPC dan kader,” tegasnya.
Selain itu, Firdaus juga menginstruksikan agar kader PKB melakukan edukasi dan advokasi serta merespons cepat keluhan masyarakat baik yang disampaikan secara langsung maupun melalui media sosial. Hal ini membuktikan bahwa PKB turut merasakan dampak dan imbas Karhutla sebagaimana yang dirasakan oleh semua elemen masyarakt.
“Ingat, kepedulian tidak memandang situasi dan kondisi. Apa yang bisa dilakukan, langsung dikerjakan. Tidak alasan untuk tidak melakanakannya,” katanya.
Sementara itu, Firdaus tidak lupa mengingatkan seluruh kader untuk tetap menjaga kesehatan dan menghimbau masyarakat agar tetap waspada terpapar penyakit. Gunakan masker atau pelindung pernafasan saat melakukan aktivitas di luar ruangan.
“Tetap jaga kondisi kesehatan, jangan sampai kita yang menolong juga ditolong orang,” tutupnya.(yrp)

![Ketua DPC PKB Kota Padang, Yusri Latif. [foto : ist]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2025/05/FB_IMG_1748444940817-120x86.jpg)

![Ketua DPC PKB Kota Padang, Yusri Latif. [foto : ist]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2025/05/FB_IMG_1748444940817-350x250.jpg)
![Anggota DPRD Sumbar, Donizar.[foto:ist]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261014-WA0017-350x250.jpg)



