
Padang, Scientia.id – Mahasiswa Universitas Andalas (UNAND) yang tergabung dalam program Mahasiswa Berdampak kembali turun ke lapangan untuk memastikan program penguatan ekonomi masyarakat pascabencana benar-benar menjawab kebutuhan warga. Kali ini, mereka melakukan peninjauan lokasi di Kelurahan Lambung Bukit, Kecamatan Pauh, Jumat (30/1/2026).
Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari koordinasi awal dengan pemerintah kelurahan dan mitra lokal. Peninjauan lapangan dilakukan sebagai bagian dari persiapan program ekonomi berbasis inovasi sosial yang akan dijalankan bersama masyarakat setempat.
Koordinator tim mahasiswa UNAND, Rizky Pratama, mengatakan bahwa survei lapangan menjadi tahapan krusial sebelum program diimplementasikan. Menurutnya, mahasiswa ingin memastikan rencana yang disusun di kampus sesuai dengan kondisi nyata di lapangan.
“Kami tidak ingin program ini hanya bagus di proposal. Karena itu, kami turun langsung untuk melihat potensi, kendala, dan kebutuhan riil masyarakat Lambung Bukit,” ujar Rizky.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa berdiskusi langsung dengan Siska, perwakilan Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) Etnobotani selaku mitra pelaksanaan program. Diskusi difokuskan pada penentuan lokasi pengembangan hidroponik serta kesiapan sarana pendukung seperti air, listrik, dan keamanan lokasi.
Siska menyambut baik keterlibatan aktif mahasiswa dalam proses pemetaan awal. Ia menilai pendekatan yang dilakukan cukup komprehensif karena tidak hanya melihat lahan, tetapi juga mempertimbangkan keberlanjutan program.
“Kami senang mahasiswa benar-benar memperhatikan aspek teknis dan kondisi lingkungan. Ini penting supaya kegiatan hidroponik dan pengolahan hasil lokal bisa berjalan jangka panjang,” katanya.
Dari hasil observasi, kawasan di sekitar PLTA dinilai cukup potensial untuk pengembangan hidroponik. Selain strategis, lokasi tersebut memiliki akses sumber air dan listrik yang dapat menunjang kegiatan produksi. Selain itu, area pekarangan PLTA juga direncanakan menjadi lokasi pengolahan komoditas lokal, seperti kerupuk jengkol, yang selama ini menjadi salah satu potensi usaha masyarakat.
Mahasiswa juga melakukan pencarian posko kegiatan yang akan difungsikan sebagai pusat koordinasi, tempat penyimpanan peralatan, serta ruang diskusi antara mahasiswa dan mitra selama program berlangsung.
Lurah Lambung Bukit, (nama lurah dapat ditambahkan), mengapresiasi langkah mahasiswa UNAND yang melibatkan masyarakat sejak tahap awal perencanaan.
“Kami berharap program ini bisa membantu pemulihan ekonomi warga pascabencana dan membuka peluang usaha baru yang bisa dikelola secara mandiri oleh kelompok,” ujarnya.
Bagi mahasiswa, keterlibatan langsung dalam survei dan pemetaan ini menjadi pengalaman penting untuk memahami dinamika sosial dan ekonomi masyarakat pascabencana. Sementara bagi mitra, program ini diharapkan mampu mendorong peningkatan kesejahteraan kelompok secara berkelanjutan.
Peninjauan lokasi ini menegaskan komitmen mahasiswa Universitas Andalas untuk mengabdi secara kontekstual dan berbasis kebutuhan nyata masyarakat. Tahapan selanjutnya akan difokuskan pada persiapan teknis program dan penguatan kapasitas mitra sebagai bagian dari strategi keberlanjutan pengabdian. (*)








