![Anggota DPRD Kota Padang, Fraksi PKB, Yosrizal Efdendi.[foto : ist]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2025/10/image_big_673dbcd0679c4.jpg)
Lonjakan harga terjadi akibat terputusnya sejumlah akses jalan yang menjadi jalur utama penyuplai bahan pokok dari berbagai daerah. Kondisi ini membuat pasokan berkurang drastis dan memicu kenaikan harga di sejumlah pasar tradisional.
“Masyarakat sedang berada dalam situasi bencana. Kenaikan harga sembako menjadi pukulan ganda bagi mereka. Pemerintah tidak boleh diam. Dinas sosial dan dinas perdagangan harus hadir dan memastikan harga tetap terkendali,” tegas Yosrizal.
Diketahui di beberapa pasar menunjukkan lonjakan harga yang cukup ekstrem. Harga cabai merah tembus Rp200 ribu per kilogram, jauh di atas harga normal. Telur ayam mencapai Rp65 ribu per papan dan mulai langka di pasaran. Sayur – sayuran juga langka, terutama bawang, tomat, sawi, dan cabai hijau yang kekurangan pasokan akibat keterlambatan distribusi.
Menurut Yosrizal, kondisi ini dapat menimbulkan keresahan baru jika tidak segera diintervensi dengan langkah konkret.
“Ini situasi darurat. Tidak bisa ditunda. Jika pemerintah tidak turun tangan, harga-harga bisa semakin liar dan memberatkan masyarakat yang sudah terdampak bencana,” ujarnya.
Yosrizal meminta Pemko Padang mengaktifkan langkah-langkah penanganan darurat untuk menjaga ketersediaan bahan pokok. Ia menegaskan perlunya pengawasan ketat terhadap distributor serta pedagang besar agar tidak terjadi penimbunan barang.
Untuk mengatasi lonjakan harga dan memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi, Yosrizal mengusulkan beberapa langkah:
1. Menggelar operasi pasar bersubsidi di wilayah terdampak dan pasar-pasar padat pengunjung.
2. Menjamin suplai logistik melalui jalur alternatif, termasuk bekerja sama dengan pemerintah kabupaten/kota tetangga.
2. Mengoptimalkan peran Bulog untuk menyediakan stok beras, minyak goreng, gula, serta bahan pokok lain.
2. Menurunkan tim pengawasan terpadu guna mencegah penimbunan dan memastikan harga sesuai acuan pemerintah.
3. Membuka posko informasi harga agar masyarakat mendapat informasi yang jelas dan tidak dipermainkan oknum.
4. Berkoordinasi dengan daerah penyuplai untuk mempercepat pemulihan rantai distribusi yang terganggu.
Yosrizal menegaskan bahwa bencana tidak boleh dimanfaatkan untuk mengambil keuntungan. Pemerintah harus memastikan masyarakat tetap tenang dan dapat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga wajar.
“Kita sedang menghadapi situasi sulit. Stabilitas harga sangat penting. Jangan sampai masyarakat menjadi korban kedua setelah bencana,” tutupnya.(yrp)

![Anggota DPRD Kota Padang, Fraksi PKB, Yosrizal Effendi. [foto : ist]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2025/03/Pak-Yosrizal-Baru-e1742807071489-120x86.jpg)
![Update sementara data korban bencana Hidrometeoroligi di Sumbar. Minggu, (30/11) pukul 09.00 WIB [foto : ist]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2025/11/IMG-20251130-WA0008-350x250.jpg)
![Anggota DPRD Sumbar, Fraksi PKB, Donizar saat meninjau kondisi Jembatan Ampang Gadang, Nagari Panti Selatan, Kecamatan Panti, Kabupaten Pasaman yang tertutup material. Sabtu malam, (30/11).[foto : ist]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2025/11/IMG-20251129-WA0047-350x250.jpg)

![Pembaruan data dampak bencana hidrometeorologi oleh Pusdalops BPBD Sumbar per Sabtu, (29/11) pukul 24.00 WIB.[foto : ist]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2025/11/1000758761-350x250.png)

![Kepala Pelaksana BPBD Sumbar, Era Sukma Munaf,[foto : ist]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2025/11/Screenshot_2025-11-29-22-38-39-34_6012fa4d4ddec268fc5c7112cbb265e72-350x250.jpg)

![Kantor PDAM Kota Padang.[foto : net]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2025/07/FB_IMG_17535045128082-350x250.jpg)