Senin, 01/12/25 | 04:35 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home TIPS

Awas! Jangan Sampai Berlebihan Konsumsi Protein, Bisa Fatal Dampaknya bagi Tubuh

Sabtu, 13/9/25 | 16:26 WIB

Jakarta, Scientist.id – Protein dikenal sebagai nutrisi penting untuk pertumbuhan, perkembangan, serta menjaga massa otot. Namun, konsumsi berlebihan justru dapat menimbulkan risiko kesehatan serius.

Studi yang dikutip dari Times of India mengaitkan asupan protein tinggi, khususnya dari daging merah dan produk hewani berlemak, dengan batu ginjal, penyakit jantung, hingga kanker usus besar.

Dalam jangka pendek, mengonsumsi protein shake berlebihan atau porsi daging terlalu besar bisa memicu masalah pencernaan seperti sembelit, kembung, dan sakit perut. Kondisi ini menjadi sinyal bahwa sistem pencernaan kewalahan menghadapi beban protein yang berlebihan.

BACAJUGA

Manfaat Minum Air Putih di Pagi Hari: Rahasia Awal Hari yang Sehat

Minum Air Hangat atau Dingin di Pagi Hari? Ini Pengaruhnya bagi Tubuh

Rabu, 19/11/25 | 08:29 WIB
Jalan Kaki Teratur Bisa Turunkan Kolesterol, Ini Penjelasan Ahli

Jalan 5.000 Langkah Sehari Bisa Lambatkan Risiko Alzheimer

Jumat, 07/11/25 | 19:08 WIB

Angka kecukupan gizi atau Recommended Dietary Allowance (RDA) berada di level 0,8 gram protein per kilogram berat badan. Artinya, seseorang dengan berat badan 60 kg hanya membutuhkan sekitar 51 gram protein per hari. Jumlah tersebut dapat dipenuhi dengan menu sederhana, seperti yoghurt rendah lemak, dada ayam ukuran sedang, dan semangkuk sereal dengan susu.

Ahli diet di Houston Methodist menegaskan, masalah muncul saat orang menargetkan 1 gram protein per pon berat badan. “Sangat jarang seseorang membutuhkan protein sebanyak itu, bahkan di kalangan atlet,” jelasnya.

Para pakar gizi juga menyarankan batas maksimal konsumsi protein aman adalah 2 gram per kilogram berat badan per hari. Untuk orang dengan berat 60 kg, jumlahnya sekitar 125 gram. Lebih dari itu bisa memicu masalah kesehatan jangka panjang. (*)

Tags: KesehatanProtein
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Donizar: Panas Bumi Bonjol Tonggak Energi Bersih dan Ekonomi Rakyat

Berita Sesudah

Pedang Diduga Milik Firaun Berusia 3.000 Tahun Ditemukan

Berita Terkait

Manfaat Minum Air Putih di Pagi Hari: Rahasia Awal Hari yang Sehat

Minum Air Hangat atau Dingin di Pagi Hari? Ini Pengaruhnya bagi Tubuh

Rabu, 19/11/25 | 08:29 WIB

Jakarta, Scientia.id - Kebiasaan orang saat bangun tidur memang berbeda-beda. Ada yang langsung mencari segelas air dingin untuk memulai hari...

Jalan Kaki Teratur Bisa Turunkan Kolesterol, Ini Penjelasan Ahli

Jalan 5.000 Langkah Sehari Bisa Lambatkan Risiko Alzheimer

Jumat, 07/11/25 | 19:08 WIB

Jakarta, Scientia.id - Penyakit Alzheimer menjadi momok bagi banyak orang seiring bertambahnya usia. Gangguan ini perlahan memengaruhi daya ingat, kemampuan...

Viral Tidur dengan Kipas Angin Disebut Picu Asam Urat, Ini Penjelasan Ahli

Viral Tidur dengan Kipas Angin Disebut Picu Asam Urat, Ini Penjelasan Ahli

Rabu, 05/11/25 | 06:11 WIB

Jakarta, Scientia.id - Kisah seorang remaja 17 tahun yang dikabarkan menderita asam urat setelah sering tidur dengan kipas angin sedang...

Harga Cabai Merah Tembus Rp100 Ribu Per Kilo di Dharmasraya

Makan Cabai Bisa Picu Kanker Lambung dan Usus, Ini Penjelasan Ahli Gizi

Kamis, 30/10/25 | 05:26 WIB

Jakarta, Scientia.id - Pedasnya cabai memang menggugah selera, tapi di balik kenikmatannya tersimpan risiko yang tak bisa diabaikan. Di Indonesia,...

Golongan Darah O Disebut Punya Perlindungan Alami terhadap Serangan Jantung

Golongan Darah O Disebut Punya Perlindungan Alami terhadap Serangan Jantung

Rabu, 22/10/25 | 10:06 WIB

Jakarta, Scientia.id - Bukan hanya gaya hidup dan pola makan, golongan darah ternyata juga memengaruhi risiko seseorang terkena penyakit jantung....

Banyak Anak Muda Terserang Vertigo, Dokter Jelaskan Penyebab dan Pola Hidup Pemicu

Banyak Anak Muda Terserang Vertigo, Dokter Jelaskan Penyebab dan Pola Hidup Pemicu

Senin, 20/10/25 | 05:50 WIB

Jakarta, Scientia.id - Fenomena anak muda terserang vertigo kini semakin sering terjadi di Indonesia. Jika dulu keluhan ini identik dengan...

Berita Sesudah
Pedang Diduga Milik Firaun Berusia 3.000 Tahun Ditemukan

Pedang Diduga Milik Firaun Berusia 3.000 Tahun Ditemukan

POPULER

  • Kantor PDAM Kota Padang.[foto : net]

    PDAM Padang Kerahkan Mobil Tangki Gratis, Krisis Air Bersih Dipastikan Tetap Terkendali

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DPW PKB Sumbar dan DKW Panji Bangsa Gerak Cepat Salurkan Sembako di Padang Pariaman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Walikota Padang Desak PDAM Percepat Perbaikan IPA

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bahasa Indonesia itu Mudah atau Sulit?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jejak Sastra Melayu Klasik dalam Kehidupan Masyarakat Lampau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Korban Bencana Hidrometeorologi di Sumbar Terus Bertambah, Tercatat 129 Orang Meninggal Dunia dan 86 Hilang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024