Jumat, 16/1/26 | 17:32 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI ARTIKEL

Aspek Pemahaman Antarbudaya pada Sastra Anak

Minggu, 29/9/24 | 11:18 WIB

Oleh: Andina Meutia Hawa
(Dosen Program Studi Sastra Indonesia FIB Universitas Andalas)

Bahasa asing memiliki kedudukan yang sama dengan bahasa Indonesia. Hal ini diatur oleh Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 Pasal 1 ayat 1, yaitu bahwa bahasa Indonesia wajib digunakan sebagai bahasa pengantar dalam pendidikan nasional. Pada ayat 2 tersebut dijelaskan peranan bahasa asing sebagai pendukung bahasa Indonesia dalam dunia pendidikan nasional. Bahasa asing adalah bahasa yang tidak biasa digunakan oleh masyarakat yang mendiami wilayah tertentu (Hanipaharif, dkk., 2020).

BACAJUGA

Perubahan Makna Cerita Rakyat di Era Digital

Gambaran Berlin Era 1920-an pada Roman Emil und die Detektive

Minggu, 04/1/26 | 22:05 WIB
Perubahan Makna Cerita Rakyat di Era Digital

Perubahan Makna Cerita Rakyat di Era Digital

Senin, 15/12/25 | 06:15 WIB

Di Indonesia, bahasa asing memiliki fungsi sebagai alat perhubungan antarbangsa, alat pembantu pengembangan bahasa Indonesia, serta alat pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi modern untuk kepentingan pembangunan nasional. Era globalisasi meningkatkan hubungan antar bangsa sehingga kemampuan bahasa asing makin dibutuhkan. Mempelajari bahasa asing memiliki banyak manfaat, di antaranya meningkatkan peluang karier, memudahkan komunikasi antarbudaya, hingga memperluas akses terhadap ilmu pengetahuan, teknologi, dan hiburan. Banyak media yang dapat digunakan untuk memperlajari bahasa asing, misalnya melalui sastra anak.

Sastra anak menawarkan dunia yang berbeda dengan kenyataan. Cerita dalam sastra anak mengajak pembaca untuk berfantasi dan berkelana ke alam imajinasi menuju suatu alur kehidupan yang penuh daya tarik, serta menimbulkan rasa ingin tahu, dan perasaan terikat. Penguasaan bahasa asing menjadi syarat utama bagi siswa yang ingin membaca sastra asing. Oleh sebab itu, sastra anak dapat menjadi media yang efektif dan menyenangkan untuk mempelajari bahasa asing karena karena dapat meningkatkan minat baca dan kosakata.

Salah satu bahasa Inggris yang berkembang di Indonesia adalah bahasa Inggris. Bahasa Inggris diperkenalkan sejak usia dini pada ranah pendidikan di Indonesia, serta menjadi bahasa internasional yang digunakan secara luas untuk berkomunikasi. Pada pendidikan tingkat dasar, pembelajaran bahasa Inggris ditujukan untuk mengenal bahasa dalam bentuk paling sederhana agar menjadi dasar anak bagi usia dini mempelajarinya bahasa di masa mendatang (Setianingsih, 2024). Pada pendidikan tingkat menengah, pembelajaran bahasa Inggris mencakup berbagai aspek seperti menulis (writing), membaca (reading), berbicara (speaking), hingga mendengar (listening). Adapun pada tingkat pendidikan lanjut, bahasa Inggris menjadi mata kuliah wajib dan umum. Berbagai universitas di Indonesia menawarkan program studi pendidikan bahasa dan sastra, mempelajari bahasa Inggris dari segi teori dan aplikasinya pada karya sastra, hingga metode-metode pengajarannya.

Selain bahasa Inggris, bahasa asing lain yang dipelajari di Indonesia adalah bahasa Jerman. Bahasa Jerman sudah mulai diperkenalkan di sekolah-sekolah sebagai mata pelajaran muatan lokal maupun sebagai program studi di tingkat perkuliahan. Hal ini menunjukkan bahwa di Indonesia sudah mulai banyak penutur bahasa Jerman, baik secara aktif maupun pasif. Dapat dikatakan bahwa pembelajaran bahasa Jerman di Indonesia menjadi sesuatu yang dapat diperhitungkan karena banyaknya ketersediaan lapangan kerja dan kesempatan belajar di Jerman.

Pada pembelajaran bahasa Jerman sebagai bahasa asing, pengetahuan tentang budaya Jerman berperan penting sebagai pengetahuan dasar karena bahasa mencerminkan budaya (Nastiti, dkk., 2022). Aspek kebahasaan dalam pembelajaran bahasa Jerman dapat diperoleh melalui pembelajaran sastra, baik tulisan maupun lisan. Melalui karya sastra, seperti novel, dongeng, hingga nyanyian atau nursery rhymes, siswa memperoleh wawasan sekaligus pemahaman antarbudaya (cross cultural understanding) terkait dengan adat-istiadat, kebiasaan, norma, dan tradisi kelompok-kelompok sosial dari berbagai negara di dunia (Nurgiyantoro, 2005).

Sebuah novel anak Jerman berjudul Apfelkuchen und Baklava (2016) karya Kathrin Rohmann menceritakan dua sudut pandang dan dua tokoh utama, yaitu Max yang merupakan anak laki-laki Jerman berusia sepuluh tahun; serta Leila, anak perempuan asal Siria yang menjadi siswa baru di sekolah Max. Leila terpaksa terpaksa mengungsi ke Jerman bersama ibu dan kedua kakaknya karena negara asalnya sedang berperang. Ia sangat merindukan ayah dan neneknya yang masih berada di Siria. Satu-satunya penghubung antara Leila dengan kampung halamannya ialah sebuah biji kenari yang selalu ia bawa kemanapun pergi. Suatu hari ia kehilangan biji tersebut. Max tidak sengaja menemukan biji kenari Leila, namun ia tidak mau memberikannya kepada gadis itu.

Di kemudian hari, Max tidak sengaja mendengar neneknya menceritakan masa lalunya pada Leila. Berdasarkan cerita tersebut, Max baru mengetahui bahwa dulunya neneknya adalah seorang pengungsi perang. Di masa kecilnya, sang nenek juga terpaksa meninggalkan kampung halamannya, Polandia, bersama ibunya, juga karena perang. Cerita nenek Max menghadirkan perspektif baru pada Max dan Leila akan makna kampung halaman. Bahwa pengertian kampung halaman tidak hanya sebatas pada tempat asal seseorang dilahirkan dan dibesarkan. Seseorang dapat menjadikan tempat baru sebagai kampung halamannya tanpa melupakan tempat asalnya.

Membaca Apfelkuchen und Baklava membutuhkan pemahaman akan latar sosialnya, terlebih karena tema perang dan kampung halaman merupakan tema-tema yang jarang hadir pada cerita sastra anak Indonesia. Aspek cross-cultural understanding dapat diperoleh melalui sikap tokoh dalam menghadapi permasalahan kehidupan. Dalam hal Apfelkuchen und Baklava diperlihatkan penerimaan tokoh Max akan masa lalu neneknya, serta sikap terbuka Max dan Leila terhadap perbedaan budaya masing-masing. Novel Apfelkuchen und Baklava dituturkan menggunakan bahasa yang cukup mudah dipahami, sehingga siswa tidak hanya mendapat pengetahuan tentang kosa kata tetapi juga dapat menjadi media pembelajaran wawasan multikultural karena memungkinkan siswa untuk mengidentifikasi dan mengapresiasi kemiripan dan perbedaan lintas budaya (Norton & Norton, dalam Nurgiyantoro, 2013).

Tags: #Andina Meutia Hawa
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Fenomena IShowSpeed dan Transformasi Komunikasi Pariwisata di Era Digital

Berita Sesudah

Erman Safar-Heldo Aura Gelar Acara Masak Besar bagi Warga Tengah Sawah

Berita Terkait

Jejak Peranakan Tionghoa dalam Sastra Indonesia

Dinamika Masyarakat dalam Tradisi Basapa

Minggu, 04/1/26 | 22:15 WIB

Oleh: Hasbi Witir (Mahasiswa Prodi Sastra Indonesia FIB Universitas Andalas)   Setiap bulan Safar dalam kalender Hijriah, Ulakan di Pariaman,...

Perubahan Makna Cerita Rakyat di Era Digital

Gambaran Berlin Era 1920-an pada Roman Emil und die Detektive

Minggu, 04/1/26 | 22:05 WIB

Oleh: Andina Meutia Hawa (Dosen Prodi Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas)   Latar tempat merupakan salah satu unsur...

Nilai-Nilai Religius pada Karya Andreas Gryphius

Nilai-Nilai Religius pada Karya Andreas Gryphius

Minggu, 04/1/26 | 21:31 WIB

Oleh: Hilda Septriani (Dosen di Program Studi Sastra Jerman, Universitas Padjadjaran)   Karya sastra merupakan salah satu bentuk karya seni...

Menggali Citra Feminisme dalam Fotografi di Instagram @darwistriadiartgallery

Menggali Citra Feminisme dalam Fotografi di Instagram @darwistriadiartgallery

Minggu, 28/12/25 | 20:13 WIB

Oleh: Aldrizi Salsabila 1; Ike Revita 2; Fajri Usman 3; Sawirman 4 (Mahasiswa dan Dosen Program Studi Magister Linguistik, Fakultas...

Belenggu Perempuan pada Cerpen “Sepasang Mata Dinaya yang Terpenjara” Kritik Feminis

Belenggu Perempuan pada Cerpen “Sepasang Mata Dinaya yang Terpenjara” Kritik Feminis

Minggu, 28/12/25 | 19:58 WIB

Oleh: Fatin Fashahah (Mahasiswa Prodi Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas)    Semua pekerjaan yang tiada habisnya itu akan...

Makna Dibalik Puisi “Harapan” Karya Sapardi Tinjauan Semiotika

Persebaran Surau di Sekitar Makam Syekh Burhanuddin

Minggu, 21/12/25 | 10:40 WIB

Oleh: Muhammad Zakwan Rizaldi (Mahasiswa Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas dan Anggota UKMF Labor Penulisan Kreatif)...

Berita Sesudah
Erman Safar saat menggelar acara masak besar (Foto: Ist)

Erman Safar-Heldo Aura Gelar Acara Masak Besar bagi Warga Tengah Sawah

POPULER

  • Wali Kota Padang Fadly Amran, mengusulkan sejumlah proyek pelestarian lingkungan bagi Kota Padang dalam skema kerja sama bilateral Indonesia-Jerman di tahun 2026.(Foto:Ist)

    Wali Kota Padang Usulkan Proyek Lingkungan Hidup Pada Negara Jerman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Kata “kepada”, “untuk”, dan “bagi”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Se Indonesia, seIndonesia, atau se-Indonesia?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denda PDAM Kota Padang Membingungkan, Tagihan Sampah Dipungut Meski Tak Diangkut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PDAM Kota Padang Putuskan Sambungan Air Tanpa Peringatan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kapitil, Kosakata Baru dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wawako Padang Tegaskan Gerakan Pramuka Pembentuk Generasi Muda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024