Senin, 02/3/26 | 20:32 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI ARTIKEL

Aspek Pemahaman Antarbudaya pada Sastra Anak

Minggu, 29/9/24 | 11:18 WIB
Aspek Pemahaman Antarbudaya pada Sastra Anak

Oleh: Andina Meutia Hawa
(Dosen Program Studi Sastra Indonesia FIB Universitas Andalas)

Bahasa asing memiliki kedudukan yang sama dengan bahasa Indonesia. Hal ini diatur oleh Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 Pasal 1 ayat 1, yaitu bahwa bahasa Indonesia wajib digunakan sebagai bahasa pengantar dalam pendidikan nasional. Pada ayat 2 tersebut dijelaskan peranan bahasa asing sebagai pendukung bahasa Indonesia dalam dunia pendidikan nasional. Bahasa asing adalah bahasa yang tidak biasa digunakan oleh masyarakat yang mendiami wilayah tertentu (Hanipaharif, dkk., 2020).

BACAJUGA

Batu dan Zaman

Memaknai Ulang Arti Kata Pensiun

Minggu, 22/2/26 | 19:58 WIB
Batu dan Zaman

Baju Berani Loppy: Mengelola Kecemasan Melalui Sastra Anak

Senin, 26/1/26 | 06:34 WIB

Di Indonesia, bahasa asing memiliki fungsi sebagai alat perhubungan antarbangsa, alat pembantu pengembangan bahasa Indonesia, serta alat pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi modern untuk kepentingan pembangunan nasional. Era globalisasi meningkatkan hubungan antar bangsa sehingga kemampuan bahasa asing makin dibutuhkan. Mempelajari bahasa asing memiliki banyak manfaat, di antaranya meningkatkan peluang karier, memudahkan komunikasi antarbudaya, hingga memperluas akses terhadap ilmu pengetahuan, teknologi, dan hiburan. Banyak media yang dapat digunakan untuk memperlajari bahasa asing, misalnya melalui sastra anak.

Sastra anak menawarkan dunia yang berbeda dengan kenyataan. Cerita dalam sastra anak mengajak pembaca untuk berfantasi dan berkelana ke alam imajinasi menuju suatu alur kehidupan yang penuh daya tarik, serta menimbulkan rasa ingin tahu, dan perasaan terikat. Penguasaan bahasa asing menjadi syarat utama bagi siswa yang ingin membaca sastra asing. Oleh sebab itu, sastra anak dapat menjadi media yang efektif dan menyenangkan untuk mempelajari bahasa asing karena karena dapat meningkatkan minat baca dan kosakata.

Salah satu bahasa Inggris yang berkembang di Indonesia adalah bahasa Inggris. Bahasa Inggris diperkenalkan sejak usia dini pada ranah pendidikan di Indonesia, serta menjadi bahasa internasional yang digunakan secara luas untuk berkomunikasi. Pada pendidikan tingkat dasar, pembelajaran bahasa Inggris ditujukan untuk mengenal bahasa dalam bentuk paling sederhana agar menjadi dasar anak bagi usia dini mempelajarinya bahasa di masa mendatang (Setianingsih, 2024). Pada pendidikan tingkat menengah, pembelajaran bahasa Inggris mencakup berbagai aspek seperti menulis (writing), membaca (reading), berbicara (speaking), hingga mendengar (listening). Adapun pada tingkat pendidikan lanjut, bahasa Inggris menjadi mata kuliah wajib dan umum. Berbagai universitas di Indonesia menawarkan program studi pendidikan bahasa dan sastra, mempelajari bahasa Inggris dari segi teori dan aplikasinya pada karya sastra, hingga metode-metode pengajarannya.

Selain bahasa Inggris, bahasa asing lain yang dipelajari di Indonesia adalah bahasa Jerman. Bahasa Jerman sudah mulai diperkenalkan di sekolah-sekolah sebagai mata pelajaran muatan lokal maupun sebagai program studi di tingkat perkuliahan. Hal ini menunjukkan bahwa di Indonesia sudah mulai banyak penutur bahasa Jerman, baik secara aktif maupun pasif. Dapat dikatakan bahwa pembelajaran bahasa Jerman di Indonesia menjadi sesuatu yang dapat diperhitungkan karena banyaknya ketersediaan lapangan kerja dan kesempatan belajar di Jerman.

Pada pembelajaran bahasa Jerman sebagai bahasa asing, pengetahuan tentang budaya Jerman berperan penting sebagai pengetahuan dasar karena bahasa mencerminkan budaya (Nastiti, dkk., 2022). Aspek kebahasaan dalam pembelajaran bahasa Jerman dapat diperoleh melalui pembelajaran sastra, baik tulisan maupun lisan. Melalui karya sastra, seperti novel, dongeng, hingga nyanyian atau nursery rhymes, siswa memperoleh wawasan sekaligus pemahaman antarbudaya (cross cultural understanding) terkait dengan adat-istiadat, kebiasaan, norma, dan tradisi kelompok-kelompok sosial dari berbagai negara di dunia (Nurgiyantoro, 2005).

Sebuah novel anak Jerman berjudul Apfelkuchen und Baklava (2016) karya Kathrin Rohmann menceritakan dua sudut pandang dan dua tokoh utama, yaitu Max yang merupakan anak laki-laki Jerman berusia sepuluh tahun; serta Leila, anak perempuan asal Siria yang menjadi siswa baru di sekolah Max. Leila terpaksa terpaksa mengungsi ke Jerman bersama ibu dan kedua kakaknya karena negara asalnya sedang berperang. Ia sangat merindukan ayah dan neneknya yang masih berada di Siria. Satu-satunya penghubung antara Leila dengan kampung halamannya ialah sebuah biji kenari yang selalu ia bawa kemanapun pergi. Suatu hari ia kehilangan biji tersebut. Max tidak sengaja menemukan biji kenari Leila, namun ia tidak mau memberikannya kepada gadis itu.

Di kemudian hari, Max tidak sengaja mendengar neneknya menceritakan masa lalunya pada Leila. Berdasarkan cerita tersebut, Max baru mengetahui bahwa dulunya neneknya adalah seorang pengungsi perang. Di masa kecilnya, sang nenek juga terpaksa meninggalkan kampung halamannya, Polandia, bersama ibunya, juga karena perang. Cerita nenek Max menghadirkan perspektif baru pada Max dan Leila akan makna kampung halaman. Bahwa pengertian kampung halaman tidak hanya sebatas pada tempat asal seseorang dilahirkan dan dibesarkan. Seseorang dapat menjadikan tempat baru sebagai kampung halamannya tanpa melupakan tempat asalnya.

Membaca Apfelkuchen und Baklava membutuhkan pemahaman akan latar sosialnya, terlebih karena tema perang dan kampung halaman merupakan tema-tema yang jarang hadir pada cerita sastra anak Indonesia. Aspek cross-cultural understanding dapat diperoleh melalui sikap tokoh dalam menghadapi permasalahan kehidupan. Dalam hal Apfelkuchen und Baklava diperlihatkan penerimaan tokoh Max akan masa lalu neneknya, serta sikap terbuka Max dan Leila terhadap perbedaan budaya masing-masing. Novel Apfelkuchen und Baklava dituturkan menggunakan bahasa yang cukup mudah dipahami, sehingga siswa tidak hanya mendapat pengetahuan tentang kosa kata tetapi juga dapat menjadi media pembelajaran wawasan multikultural karena memungkinkan siswa untuk mengidentifikasi dan mengapresiasi kemiripan dan perbedaan lintas budaya (Norton & Norton, dalam Nurgiyantoro, 2013).

Tags: #Andina Meutia Hawa
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Fenomena IShowSpeed dan Transformasi Komunikasi Pariwisata di Era Digital

Berita Sesudah

Erman Safar-Heldo Aura Gelar Acara Masak Besar bagi Warga Tengah Sawah

Berita Terkait

Puisi-puisi M. Subarkah

Pesan Tauhid dan Penyerahan Diri dalamPuisi “Sembahyang Rumputan”

Minggu, 01/3/26 | 15:51 WIB

Oleh: M. Subarkah (Mahasiswa Prodi S2 Linguistik Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas)   Puisi “Sembahyang Rumputan” karya Ahmadun Yosi Herfanda...

Ketika Iman Menjadi Modal Sosial dan Ekonomi

Mencabut Tunggul: Transformasi Butuh Kekuatan Ekonomi

Minggu, 01/3/26 | 14:44 WIB

Oleh: Dr. Syamsul Bahri, M.M. (Dosen Universitas Ekasakti & Doktor Ilmu Ekonomi)   Masalah yang mengakar tak cukup ditebas dengan...

Abreviasi pada Perjanjian Kinerja Damkar Kabupaten Bengkalis

Abreviasi pada Perjanjian Kinerja Damkar Kabupaten Bengkalis

Minggu, 22/2/26 | 20:10 WIB

Oleh: Muhammad Zakwan Rizaldi (Mahasiswa Prodi Sastra Indonesia FIB Universitas Andalas dan Anggota UKMF Labor Penulisan Kreatif) “Bahasa membentuk cara...

Batu dan Zaman

Memaknai Ulang Arti Kata Pensiun

Minggu, 22/2/26 | 19:58 WIB

Oleh: Andina Meutia Hawa (Dosen Prodi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas)   Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pensiun...

Ketika Iman Menjadi Modal Sosial dan Ekonomi

Ketika Iman Menjadi Modal Sosial dan Ekonomi

Minggu, 22/2/26 | 19:45 WIB

Oleh: Dr. Syamsul Bahri (Dosen Fakultas Ekonomi, Universitas Eka Sakti, Sumatera Barat) Indonesia adalah negara dengan jiwa religius yang kuat....

Nilai-Nilai Religius pada Karya Andreas Gryphius

Membaca Cerpen “Robohnya Surau Kami” dari Perspektif Psikoanalisis

Minggu, 15/2/26 | 17:22 WIB

Oleh: Hilda Septriani (Dosen Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Padjadjaran)   Robohnya Surau Kami merupakan kumpulan cerita pendek yang ditulis oleh...

Berita Sesudah
Erman Safar saat menggelar acara masak besar (Foto: Ist)

Erman Safar-Heldo Aura Gelar Acara Masak Besar bagi Warga Tengah Sawah

POPULER

  • Firdaus: Pengurus PMII Bukan Pengisi Struktur, Tapi Penggerak Perubahan

    Firdaus: Pengurus PMII Bukan Pengisi Struktur, Tapi Penggerak Perubahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gerakan Sosial Baru pada Perang Kata-kata antara SEAblings dan Knetz

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bale by BTN, Transaksi Cepat Tanpa Ribet

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dari Lahan ke Lisan: Warisan yang (Tak Lagi) Disemai

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pesan Tauhid dan Penyerahan Diri dalamPuisi “Sembahyang Rumputan”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Satu Tahun Duo Srikandi Dharmasraya, Pendidikan dan OVOP Jadi Andalan Bangun Ekonomi Rakyat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024