Rabu, 18/3/26 | 18:53 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home TERAS

“Negeri (dan) Ironi”, Ruang Diskusi Sastra untuk Menafsir Realitas Indonesia

Rabu, 17/12/25 | 16:47 WIB

Padang, Scientia.id – Taman Budaya Sumatera Barat menggelar Seminar sastra bertema “Negeri (dan) Ironi” pada Rabu, 17 Desember 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Festival Sastra Marah Roesli yang mengusung tema serupa untuk lomba cerpen festival tersebut.

Diskusi menghadirkan tiga pembicara, yakni Dr. Sudarmoko, dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas, Sasti Gotama, salah seorang pemenang Kusala Sastra Khatulistiwa 2025, serta cerpenis Raudal Tanjung Banua, dengan moderator Dr. Nofrahadi dari FBS UNP. Ketiga pembicara membahas peran sastra dalam memotret dan menafsir kondisi bangsa yang sarat ironi.

Sudarmoko mengatakan, ironi yang terjadi di negeri ini justru dapat menjadi energi utama dalam penciptaan karya sastra. Menurutnya, tradisi tersebut sudah terlihat sejak era Balai Pustaka, ketika para pengarang memanfaatkan realitas sosial yang problematik sebagai bahan utama cerita. “Ironi bukan untuk diratapi, tetapi diolah menjadi kekuatan estetik dan kritik melalui sastra,” ujarnya.

BACAJUGA

Babayo XI Lazis MUM Padang Ajak 500 Yatim & Dhuafa Belanja Lebaran

Babayo XI Lazis MUM Padang Ajak 500 Yatim & Dhuafa Belanja Lebaran

Selasa, 17/3/26 | 01:14 WIB
Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Buka Bersama Sahabat Mulia Madani Padang

Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Buka Bersama Sahabat Mulia Madani Padang

Selasa, 10/3/26 | 04:06 WIB

Sementara itu, Raudal Tanjung Banua menyoroti sastra sebagai suara kegelisahan terhadap keadaan negeri. Ia mencontohkan novel “Siti Nurbaya” karya Marah Roesli, khususnya adegan dialog kaum cerdik pandai dengan pemerintah kolonial Belanda terkait belasting atau pajak. Menurut Raudal, sejak masa itu praktik pajak yang dinilai mencederai rakyat sudah dikritik melalui sastra dan ironi tersebut masih relevan hingga hari ini.

Raudal juga menyebut karya sastra terbuka untuk ditafsir ulang sesuai konteks zaman. Dalam “Siti Nurbaya”, Datuk Maringgih kerap diposisikan sebagai tokoh antagonis, padahal ia digambarkan sebagai sosok yang lantang melawan kolonialisme Belanda. Sebaliknya, Syamsul Bahri yang berpendidikan justru mengambil sikap yang berlawanan. “Ini menunjukkan bahwa sastra tidak tunggal makna dan bisa dibaca dari sudut pandang yang berbeda,” katanya.

Dalam konteks kekinian, Raudal menyinggung cerpen “Ular dalam Sepatu” karya Gus TF Sakai yang menggambarkan ironi birokrasi. Menurutnya, cerpen tersebut merepresentasikan birokrasi yang cenderung menghambat, disampaikan dengan metafora yang kuat dan efektif.

Adapun Sasti Gotama memandang sastra sebagai sebuah kekuatan yang lahir dari perpaduan realitas, imajinasi, dan seni. Ia menjelaskan, realitas tanpa imajinasi akan menjelma menjadi karya jurnalistik, sementara imajinasi tanpa realitas hanya menghasilkan dongeng kosong. “Jika realitas dan imajinasi hadir tanpa sentuhan seni, ia hanya menjadi kisah yang enak dibaca. Sastra hadir ketika ketiganya menyatu,” ujarnya.

Baca Juga: Angkat Tema “Negeri dan Ironi”, Festival Sastra Marah Rusli 2025 Soroti Realitas Sosial Indonesia

Diskusi “Negeri (dan) Ironi” menjadi ruang refleksi sekaligus pengayaan perspektif bagi peserta Festival Sastra Marah Roesli, dalam melihat bagaimana karya sastra terus relevan sebagai medium kritik dan pemaknaan terhadap dinamika kehidupan berbangsa. (*)

Tags: Festival Marah RusliPadangTaman Budaya Sumbar
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Perguruan Tinggi Didorong Aktif Dukung Sekolah Rakyat, UNP Jadi Contoh Nasional

Berita Sesudah

Cetak Sejarah, 29 Kafilah Bukittinggi Lolos ke Final MTQN ke-41 Sumbar

Berita Terkait

Babayo XI Lazis MUM Padang Ajak 500 Yatim & Dhuafa Belanja Lebaran

Babayo XI Lazis MUM Padang Ajak 500 Yatim & Dhuafa Belanja Lebaran

Selasa, 17/3/26 | 01:14 WIB

Lazis MUM Padang membelanjakan 500 anak yatim dan dhuafa, Senin (16/3). (Foto: SCIENTIA/Wahyu Amuk/Lazis MUM) Padang, SCIENTIA -- Dipenghujung Ramadhan...

Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Buka Bersama Sahabat Mulia Madani Padang

Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Buka Bersama Sahabat Mulia Madani Padang

Selasa, 10/3/26 | 04:06 WIB

LAZ Sahabat Mulia Madani Padang berbagai santunan bagi anak yatim dan dhuafa, Senin (9/3). (Foto: SCIENTIA/Wahyu Amuk) Padang, SCIENTIA - Ratusan...

KAI Dukung Pengembangan Infrastruktur dan Optimalisasi Aset di Kota Padang

KAI Dukung Pengembangan Infrastruktur dan Optimalisasi Aset di Kota Padang

Rabu, 04/3/26 | 17:41 WIB

Padang, SCIENTIA - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat menerima audiensi Walikota Padang, Fadly Amran, di...

Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

Gerakan Sosial Baru pada Perang Kata-kata antara SEAblings dan Knetz

Minggu, 22/2/26 | 22:46 WIB

Oleh: Elly Delfia (Dosen Prodi Sastra Indonesia dan S2 Linguistik FIB Universitas Andalas) Beberapa minggu terakhir dunia digital dihebohkan oleh...

Bale by BTN, Solusi Cepat Pilih Rumah Pascabencana

Bale by BTN, Solusi Cepat Pilih Rumah Pascabencana

Jumat, 20/2/26 | 20:13 WIB

Seorang relawan bencana di Kota Padang, Sumatera Barat sedang memilih rumah hunian yang nyaman melalui aplikasi Bale by BTN karena...

DPRD Sumbar Sebar 216 Tim Safari Ramadhan 1447 H, Salurkan Bantuan hingga Rp50 Juta per Masjid

DPRD Sumbar Sebar 216 Tim Safari Ramadhan 1447 H, Salurkan Bantuan hingga Rp50 Juta per Masjid

Kamis, 19/2/26 | 19:00 WIB

Padang, SCIENTIA — Pimpinan dan anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat dijadwalkan mengunjungi 216 tempat ibadah yang tersebar di seluruh kabupaten...

Berita Sesudah
Cetak Sejarah, 29 Kafilah Bukittinggi Lolos ke Final MTQN ke-41 Sumbar

Cetak Sejarah, 29 Kafilah Bukittinggi Lolos ke Final MTQN ke-41 Sumbar

POPULER

  • Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

    Gerakan Sosial Baru pada Perang Kata-kata antara SEAblings dan Knetz

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tanda Titik pada Singkatan Nama Perusahaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Se Indonesia, seIndonesia, atau se-Indonesia?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Puisi-puisi Elly Delfia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Kata “kepada”, “untuk”, dan “bagi”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Penggunaan Kata Ganti Engkau, Kau, Dia, dan Ia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026