Pasaman, Scientia – Reses Anggota DPRD Sumbar, Donizar, di Lubuk Layang, Kecamatan Rao Selatan, Sabtu (29/11), berlangsung dalam suasana yang akrab dan jauh dari kesan formal. Begitu tiba di lokasi, Donizar langsung disambut hangat oleh warga, terutama para emak-emak yang tak segan melontarkan gurauan sambil menyampaikan aspirasi mereka.
Suasana yang cair itu justru membuat dialog berjalan lebih terbuka. Keluhan, usulan, hingga persoalan kampung disampaikan satu per satu, dan Donizar menanggapinya dengan gaya komunikatif yang menjadi ciri khasnya, kadang serius, kadang humoris, tapi tetap fokus pada inti persoalan.
Salah satu aspirasi penting datang dari tokoh masyarakat, Haji Wenis Mira Hadi, yang mengungkapkan ancaman abrasi sungai terhadap Masjid Kubu.
“Kalau tak segera ditangani, sungai ini bisa menggerus lokasi masjid. Kami khawatir, Pak. Tikar masjid juga sudah banyak yang rusak,” ungkapnya.
Menanggapi hal itu, Donizar memastikan bahwa aspirasi tersebut akan dicatat dan diperjuangkan. Ia menegaskan bahwa setiap suara yang ia peroleh dalam pemilu adalah amanah yang harus kembali diwujudkan dalam bentuk manfaat bagi masyarakat.
Dalam dialog tersebut, Donizar juga memaparkan kembali tiga tugas utama anggota DPRD: membuat Perda, menyusun anggaran, dan melakukan pengawasan. Ia menegaskan bahwa reses bukan sekadar agenda seremonial, tetapi mekanisme resmi bagi masyarakat untuk menyampaikan persoalan yang harus diperjuangkan di tingkat provinsi.
Namun yang paling ditekankan Donizar di hadapan warga adalah bahaya politik uang dan pentingnya politik tanggung jawab.
“Kalau politiknya politik uang, selesai sudah. Tidak ada aspirasi yang bisa diperjuangkan karena hubungan yang terbangun hanyalah transaksi,” ujarnya tegas.
“Berbeda dengan politik tanggung jawab. Di situ ada hutang moral kepada masyarakat yang memberi amanah. Itu yang saya pegang.”
Ia kemudian menjelaskan bagaimana ia menerjemahkan amanah itu dalam bentuk program nyata. Di Lubuk Layang, ia memperoleh sekitar 300 suara pada pemilu lalu. Berdasarkan pokok pikiran (pokir) yang ia salurkan, Donizar mengklaim telah membawa kembali sekitar Rp 500 juta untuk pembangunan dan program di nagari tersebut selama lima tahun.
“Satu suara tidak harus dibeli. Tapi satu suara tetap punya nilai. Saya menghargai setiap suara sekitar tiga ratus ribu rupiah dalam bentuk pembangunan dan program,” ujarnya.
“Kalau totalnya 300 suara, ya kira-kira segitulah pokir yang saya bawa kembali ke daerah ini. Bukan transaksi, tapi amanah,” tegasnya.(yrp)
![Anggota DPRD Sumatera Barat, Fraksi PKB Donizar, menggelar reses di Nagari Silayang, Kecamatan Mapattunggul Selatan, Kabupaten Pasaman.[foto : ist]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2025/11/IMG-20251128-WA0124-1536x691-1-120x86.jpg)
![Anggota DPRD Sumbar, Donizar.[foto : ist]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2025/11/Screenshot_2025-08-28-15-45-10-19_1c337646f29875672b5a61192b9010f92-120x86.jpg)

![Pembaruan data dampak bencana hidrometeorologi oleh Pusdalops BPBD Sumbar per Sabtu, (29/11) pukul 24.00 WIB.[foto : ist]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2025/11/1000758761-350x250.png)
![Kepala Pelaksana BPBD Sumbar, Era Sukma Munaf,[foto : ist]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2025/11/Screenshot_2025-11-29-22-38-39-34_6012fa4d4ddec268fc5c7112cbb265e72-350x250.jpg)

![Anggota DPRD Padang, Fraksi PKB, Zalmadi.[foto : ist]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2025/11/1696246664_38a032ab-bb3c-499d-99dd-4ef5ec21ce42-350x250.jpeg)
![Data terbaru daerah terdampak bencana alam di Sumbar.[foto : ist]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2025/11/Upd.-29-Nov-2025-12.00-INFOGRAFIS-HIDROMETEOROLOGI-2025-350x250.png)

![Kantor PDAM Kota Padang.[foto : net]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2025/07/FB_IMG_17535045128082-350x250.jpg)