![Anggota DPRD Sumbar, Firdaus.[foto : ist]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2025/10/Screenshot_2025-10-29-11-37-07-21_6012fa4d4ddec268fc5c7112cbb265e72.jpg)
Pernyataan ini disampaikan Firdaus menanggapi instruksi Sekda, Arry Yuswandi dalam apel pagi di lingkungan Setdaprov Sumbar, di mana Sekda menegaskan tidak akan menerima lagi surat dalam bentuk kertas awal tahun depan. Seluruh proses administrasi diwajibkan dilakukan secara elektronik.
“Kebijakan ini bukan hanya soal mengganti kertas dengan layar. Ini soal mempercepat pelayanan, memangkas birokrasi lambat, dan membangun pemerintahan yang responsif. Saya mendukung penuh langkah ini, karena Sumbar tidak boleh tertinggal dalam transformasi digital,” ujar Firdaus.
Firdaus menilai upaya digitalisasi tidak boleh berhenti pada instruksi. Ia mendorong Pemprov memastikan kesiapan perangkat, jaringan internet, dan peningkatan kapasitas ASN agar perubahan ini benar-benar berjalan maksimal.
“Kita harus realistis. Tidak semua OPD memiliki infrastruktur sama. Masih ada daerah yang jaringan internetnya lemah. Pemprov harus menjamin kesiapan ini, supaya digitalisasi tidak sekadar slogan,” tegas Firdaus.
Pemprov Sumbar sebelumnya telah menyiapkan aplikasi Srikandi untuk surat-menyurat dan aplikasi e-sign untuk persetujuan perjalanan dinas. Keduanya dinilai Firdaus sebagai fondasi penting menuju pemerintahan modern dan efisien.
“Dengan sistem digital, layanan akan lebih cepat, transparan, dan tercatat rapi. Kita juga menghemat anggaran dan menjaga lingkungan melalui pengurangan penggunaan kertas,” katanya.
Sebagai anggota DPRD yang mengawasi jalannya pemerintahan, Firdaus mengingatkan bahwa digitalisasi juga menuntut perubahan pola pikir ASN.
“Digitalisasinya boleh canggih, tapi budaya kerja harus ikut berubah. Jangan sampai aplikasi sudah modern, tetapi cara memprosesnya masih lambat seperti cara lama. Itu yang harus kita perbaiki bersama,” ucapnya.
Firdaus juga mengapresiasi cara Pemprov Sumbar dalam memberi edukasi ASN, termasuk momen pembagian hadiah kepada peserta apel yang berhasil menjawab pertanyaan seputar core value ASN BerAKHLAK.
“Itu cara yang baik untuk membangun suasana kerja yang positif. ASN akan lebih semangat ketika merasa dilibatkan dalam perubahan,” ujarnya.
Firdaus menegaskan bahwa PKB Sumbar akan terus mendorong agar transformasi digital ini benar-benar berdampak langsung ke masyarakat.
“Intinya, digitalisasi harus memudahkan rakyat: layanan cepat, akses terbuka, dan birokrasi tidak berbelit. Itu tujuan utamanya, dan itu yang akan terus kami kawal,” tutupnya.(yrp)
![Ketua DPW PKB Sumbar, Firdaus.[foto : ist]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2025/09/FB_IMG_1740746482061-120x86.jpg)


![Update sementara data korban bencana Hidrometeoroligi di Sumbar. Minggu, (30/11) pukul 09.00 WIB [foto : ist]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2025/11/IMG-20251130-WA0008-350x250.jpg)
![Anggota DPRD Sumbar, Fraksi PKB, Donizar saat meninjau kondisi Jembatan Ampang Gadang, Nagari Panti Selatan, Kecamatan Panti, Kabupaten Pasaman yang tertutup material. Sabtu malam, (30/11).[foto : ist]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2025/11/IMG-20251129-WA0047-350x250.jpg)

![Pembaruan data dampak bencana hidrometeorologi oleh Pusdalops BPBD Sumbar per Sabtu, (29/11) pukul 24.00 WIB.[foto : ist]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2025/11/1000758761-350x250.png)


![Kantor PDAM Kota Padang.[foto : net]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2025/07/FB_IMG_17535045128082-350x250.jpg)