Selasa, 03/3/26 | 18:57 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home TIPS

Stop Minuman Bergula 30 Hari, Ini Perubahan Nyata pada Tubuh

Sabtu, 06/9/25 | 08:02 WIB
Berhenti Konsumsi Gula 30 Hari, Ini 3 Manfaat Besarnya

Jakarta, Scientia.id – Bagi banyak orang, minuman manis atau memakai gula sudah jadi bagian dari gaya hidup sehari-hari. Mulai dari soda, jus kemasan, hingga kopi susu dengan tambahan gula berlebih. Padahal, di balik rasanya yang menyegarkan, konsumsi gula cair berlebihan bisa membawa risiko serius bagi kesehatan.

Menurut laporan Times of India, minuman manis menambah kalori tanpa nutrisi berarti, menaikkan gula darah dengan cepat, dan bikin ketagihan. Sementara studi dari Harvard University (2023) menemukan, mengganti satu gelas minuman manis per hari dengan air putih, teh, atau kopi hitam bisa menurunkan risiko kematian dini hingga 18 persen, serta menekan risiko penyakit kardiovaskular pada pengidap diabetes sampai 24 persen.

Lantas, apa yang terjadi jika seseorang benar-benar berhenti minum minuman manis selama 30 hari? Berikut perubahan yang biasanya mulai terasa:

BACAJUGA

Kanker Usus Makin Menyerang Usia Muda, Studi Ungkap Peran Makanan Ultraolahan

Kanker Usus Makin Menyerang Usia Muda, Studi Ungkap Peran Makanan Ultraolahan

Kamis, 05/2/26 | 13:59 WIB
Perut Buncit (Foto: Ist)

Hempas Mudah Perut Buncit, Ini Caranya

Rabu, 04/2/26 | 15:29 WIB
  1. Metabolisme Lebih Stabil
    Tanpa asupan gula cair berlebih, tubuh terhindar dari lonjakan dan penurunan drastis gula darah. Insulin bekerja lebih efisien, energi terasa lebih konsisten, dan rasa lesu di sore hari berkurang.

  2. Gigi Lebih Terjaga
    Mengurangi paparan gula berarti mengurangi makanan bagi bakteri penyebab gigi berlubang. Gusi lebih sehat, napas lebih segar, dan enamel gigi lebih kuat.

  3. Kulit Lebih Cerah
    Asupan gula tinggi sering memicu jerawat dan mempercepat penuaan kulit lewat proses glikasi yang merusak kolagen. Begitu berhenti, kulit cenderung lebih bersih dan segar.

  4. Berat Badan Lebih Terkontrol
    Satu kaleng soda bisa berisi 150 kalori lebih, tanpa efek kenyang. Menghilangkannya dari menu harian otomatis menekan asupan kalori dan membantu penurunan berat badan.

  5. Pencernaan Lebih Sehat
    Gula berlebih dapat memicu pertumbuhan bakteri jahat di usus. Dengan menghindarinya, bakteri baik berkembang lebih optimal sehingga pencernaan terasa lebih nyaman.

Baca Juga: Kebanyakan Minum Air Putih Merusak Ginjal? ini Kata Pakar Kesehatan

Berhenti minum minuman manis mungkin terasa sulit di awal, tapi manfaat yang didapat dalam sebulan sudah bisa dirasakan langsung. Tantangan 30 hari ini bisa jadi langkah kecil menuju hidup yang lebih sehat. (*)

Tags: TipsTips Kesehatan
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

150 Anggota Satgas Resmi Bergabung, Siap Wujudkan Kota Padang Tertib dan Nyaman

Berita Sesudah

BOB Batiah Scout Competition ke-19, 1.359 Peserta Ramaikan Payakumbuh

Berita Terkait

Kebanyakan Minum Air Putih Merusak Ginjal? ini Kata Pakar Kesehatan

Awas! Kurang Minum Saat Puasa Bisa Ganggu Kesehatan

Sabtu, 28/2/26 | 11:12 WIB

water from jug pouring into glass on wooden table outdoors Jakarta, Scientia.id - Kurang minum air saat puasa bisa berdampak...

Kanker Usus Makin Menyerang Usia Muda, Studi Ungkap Peran Makanan Ultraolahan

Kanker Usus Makin Menyerang Usia Muda, Studi Ungkap Peran Makanan Ultraolahan

Kamis, 05/2/26 | 13:59 WIB

Jakarta, Scientia.id - Kasus kanker kolorektal yang kian banyak menyerang usia muda kini mendapat sorotan baru dari dunia medis. Pola...

Perut Buncit (Foto: Ist)

Hempas Mudah Perut Buncit, Ini Caranya

Rabu, 04/2/26 | 15:29 WIB

Jakarta, Scientia.id - Lemak yang menumpuk di perut tidak selalu terlihat dari luar. Justru lemak yang tersembunyi di sekitar organ...

Chat GPT

Awas! Ketergantungan ChatGPT Turunkan Kemampuan Berpikir

Minggu, 25/1/26 | 10:15 WIB

Padang, Scientia.id - Chatbot AI seperti ChatGPT dan Gemini kini makin melekat dalam kehidupan sehari-hari. Namun, sejumlah penelitian memperingatkan dampaknya...

Peneliti Temukan Buah Paling Sehat di Dunia, Ini Jawabannya

8 Buah yang Baik untuk Ginjal, Aman Dikonsumsi Setiap Hari

Jumat, 09/1/26 | 19:10 WIB

Padang, Scientia.id - Ginjal bekerja tanpa henti menyaring limbah dan menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh. Agar fungsinya tetap optimal, asupan...

Manfaat Minum Air Putih di Pagi Hari: Rahasia Awal Hari yang Sehat

Minum Air Hangat atau Dingin di Pagi Hari? Ini Pengaruhnya bagi Tubuh

Rabu, 19/11/25 | 08:29 WIB

Jakarta, Scientia.id - Kebiasaan orang saat bangun tidur memang berbeda-beda. Ada yang langsung mencari segelas air dingin untuk memulai hari...

Berita Sesudah
BOB Batiah Scout Competition ke-19, 1.359 Peserta Ramaikan Payakumbuh

BOB Batiah Scout Competition ke-19, 1.359 Peserta Ramaikan Payakumbuh

POPULER

  • Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

    Gerakan Sosial Baru pada Perang Kata-kata antara SEAblings dan Knetz

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kata Penghubung dan, serta, dan Tanda Baca Koma (,)

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wali Kota Padang Fadli Amran Lantik Empat Pimpinan Tinggi Pratama dan 50 Kepsek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wawako Padang Pimpin Apel Gelar Pasukan Persiapan Ramadhan 1447 Hijriah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tanda Titik pada Singkatan Nama Perusahaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024