
Agam, Scientia.id – Ketahanan pangan di Kabupaten Agam terus diperkuat melalui program Sawah Pokok Murah (SPM) yang semakin meluas di berbagai nagari. Salah satu buktinya tampak pada panen raya di Nagari Duo Koto dan Nagari Paninjauan, Kecamatan Tanjung Raya, Kamis (4/9).
Bupati Agam Benni Warlis hadir langsung dalam kegiatan tersebut. Kehadiran kepala daerah memberi semangat lebih bagi masyarakat yang telah bekerja keras mengelola sawah mereka dengan sistem SPM.
Program SPM menjadi salah satu terobosan berbasis partisipasi masyarakat yang dinilai berhasil menjaga kedaulatan pangan sekaligus meningkatkan ekonomi nagari. Dalam kesempatan itu, Bupati menekankan makna kebersamaan dalam program ini.
“SPM bukan hanya soal panen padi, tetapi juga tentang kebersamaan, gotong royong, dan semangat masyarakat dalam menjaga kedaulatan pangan daerah,” ujarnya.
Antusiasme masyarakat terhadap program ini semakin tumbuh. Banyak nagari yang mulai mengikuti pola SPM karena terbukti dapat menjaga keberlanjutan hasil panen meski menghadapi tantangan musim. Pemerintah Kabupaten Agam pun optimis menjadikan SPM salah satu pilar utama pembangunan sektor pertanian.
Baca Juga: Sekda Agam Tinjau Posko Karhutla di Gunung Ameh, Pastikan Kesiapsiagaan Petugas
Selain menjadi wadah meningkatkan produktivitas, SPM juga diyakini mendorong semangat swadaya warga. Dengan kerja sama pemerintah dan masyarakat, program ini diharapkan mampu menjaga stabilitas pangan daerah sekaligus menekan kerawanan akibat perubahan iklim. (*)


![Dirut PDAm Kota Padang, Hendra Pebrizal.[foto : ist]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2026/01/Dirrut-PDAM-Kota-Padang.jpg)
![Kantor PDAM Kota Padang.[foto : net]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2025/07/FB_IMG_17535045128082-350x250.jpg)





