Selasa, 03/3/26 | 06:05 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home POLITIK

Puan Sindir Penetapan Hari Kebudayaan Nasional: Jangan Eksklusif, Budaya Milik Rakyat

Rabu, 16/7/25 | 11:50 WIB
Puan Maharani di Gedung DPR, Senayan.[foto : ist]

Puan Maharani di Gedung DPR, Senayan.[foto : ist]

Puan Maharani di Gedung DPR, Senayan.[foto : ist]
Puan Maharani di Gedung DPR, Senayan.[foto : ist]
Jakarta, Scientia – Ketua DPR RI Puan Maharani angkat bicara soal penetapan Hari Kebudayaan Nasional yang baru saja diumumkan pemerintah. Ia mewanti-wanti agar keputusan itu tak jadi langkah sepihak yang justru mencederai semangat keberagaman budaya Indonesia.

Puan menilai keputusan yang dituangkan dalam Keputusan Menteri Kebudayaan Nomor 162/M/2025 dan menetapkan 17 Oktober sebagai Hari Kebudayaan Nasional harus dijelaskan secara terang-benderang kepada publik. Menurutnya, kebudayaan bukan milik satu kelompok atau satu era, melainkan warisan kolektif seluruh bangsa lintas zaman.

“Kami akan meminta Komisi X untuk memanggil Menteri Kebudayaan guna memaparkan dasar dan argumentasi di balik penetapan ini. Jangan sampai terkesan terburu-buru atau eksklusif,” kata Puan di Gedung DPR RI, Selasa (15/7/2025).

Mantan Menko PMK itu menegaskan bahwa kebijakan publik, apalagi menyangkut aspek fundamental seperti kebudayaan, tak boleh dilakukan secara tertutup. Ia menekankan pentingnya transparansi dan pertimbangan nilai-nilai universal yang hidup di tengah masyarakat.

BACAJUGA

Puan Maharani Desak Polri Usut Tuntas Kasus Rantis Brimob Lindas Pengemudi Ojol Affan Kurniawan

Puan Maharani Desak Polri Usut Tuntas Kasus Rantis Brimob Lindas Pengemudi Ojol Affan Kurniawan

Jumat, 29/8/25 | 19:22 WIB
Ketua DPR RI, Puan Maharani.[foto : ist]

Puan Maharani Tegaskan Legislator PDIP Harus Jadi Pelopor, Bukan Sekadar Pelapor

Rabu, 30/7/25 | 23:16 WIB

“Kebudayaan adalah identitas bangsa. Ia tidak mengenal batas generasi, kelas sosial, atau kepentingan politik. Maka jangan sampai kebijakan ini justru menimbulkan polemik yang tak perlu,” ujar Puan tajam.

Puan juga mengingatkan, penetapan Hari Kebudayaan seharusnya memperkuat kesadaran kolektif bangsa, bukan malah menimbulkan perdebatan akibat minimnya keterlibatan publik atau landasan historis yang sepihak.

“Kebudayaan bukan milik segelintir elite, melainkan milik rakyat dari Sabang sampai Merauke. Maka saya minta Menteri Kebudayaan menjelaskan dengan jernih, agar publik tidak menaruh curiga,” katanya.

Sebelumnya, Menteri Kebudayaan Fadli Zon menetapkan 17 Oktober sebagai Hari Kebudayaan Nasional. Alasannya, pada tanggal itu di tahun 1951 Presiden Soekarno secara resmi menetapkan lambang negara Garuda Pancasila dan semboyan Bhinneka Tunggal Ika melalui Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 1951.

Namun, keputusan tersebut menuai tanda tanya karena dinilai tidak melalui proses partisipatif yang melibatkan pemangku kepentingan kebudayaan secara luas. Kritik Puan pun menegaskan satu hal, yakni budaya tak bisa dijadikan komoditas politik atau simbol kosong. Ia harus dirawat dengan jiwa kebangsaan, bukan kepentingan sepihak.(yrp)

Tags: 17 OktoberHari Kebudayaan NasionalKetua DPR RIPuan Maharani
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

RUU KUHAP Dibahas Terbuka, Puan Maharani Tegaskan Tak Akan Dikebut

Berita Sesudah

Puan Maharani Soroti Sekolah Rakyat: Inovatif, Tapi Jangan Jadi Alat Ketimpangan Baru

Berita Terkait

Penguatan Internalisasi Lembaga, Bawaslu Agam Sampaikan Hasil Pengawasan Coktas ke Bawaslu Provinsi

Selasa, 30/9/25 | 17:55 WIB

AGAM, Scientia.id – Penguatan internalisasi kelembagaan, Anggota Bawaslu Provinsi Sumatera Barat Muhamad Khadafi kunjungi Bawaslu Kabupaten Agam. Dalam kegiatan yang...

Rakor Pengawasan PDPB, Bawaslu Agam Tekankan Permasalahan Krusial Data Pemilih

Senin, 29/9/25 | 15:51 WIB

AGAM, Scientia.id – Bawaslu Agam adakan kegiatan Rakor Pengawasan Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) pada Senin (29/09) di Kantor Bawaslu...

Bawaslu Agam Bahas Kajian Hukum, Rendi: Jaga Relevansi dan Integritas Pengawas Pemilu

Selasa, 23/9/25 | 16:13 WIB

AGAM, Scientia.id - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Agam adakan kegiatan RDK dengan tema Kajian Hukum pada Selasa (23/09)....

Pengawasan Coklit Terbatas, Bawaslu Agam Temukan Orang Meninggal Masuk Dalam Daftar Pemilih

Jumat, 19/9/25 | 08:57 WIB

AGAM, Scientia.id - Bawaslu Kabupaten Agam melakukan pengawasan melekat terhadap proses Pencocokan dan Penelitian Terbatas (Coktas) yang dilakukan oleh KPU...

Konsisten Jalin Kerjasama, Bawaslu Agam Hidupkan Kembali Saka Adhyasta Pemilu

Jumat, 12/9/25 | 16:20 WIB

Agam, Scientia.id - Menjadi salah satu kabupaten pertama di Sumatera Barat yang membangun kerjasama dengan pramuka melalui pembentukan Saka Adhyasta...

Efisiensi di Negeri Petro Dolar: Jalan Penuh Lubang, Jembatan Reyot Vs Mobil Dinas Baru yang Lukai Rasa Keadilan

Disinformasi, Diskominfo, dan Wajah Pemerintahan Kepala Daerah Kabupaten Dharmasraya

Senin, 08/9/25 | 20:14 WIB

Dharmasraya, Scientia.id – Belum redam kehebohan tentang isu perseteruan legislatif dan eksekutif yang diduga disebabkan oleh satu rilis resmi dari...

Berita Sesudah
Ketua DPR RI, Puan Maharani saat wawancara dengan wartawan.[foto : ist]

Puan Maharani Soroti Sekolah Rakyat: Inovatif, Tapi Jangan Jadi Alat Ketimpangan Baru

POPULER

  • Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

    Gerakan Sosial Baru pada Perang Kata-kata antara SEAblings dan Knetz

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bale by BTN, Transaksi Cepat Tanpa Ribet

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Firdaus: Pengurus PMII Bukan Pengisi Struktur, Tapi Penggerak Perubahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bahasa dan (Ber) Pikiran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DPRD Sumbar Sebar 216 Tim Safari Ramadhan 1447 H, Salurkan Bantuan hingga Rp50 Juta per Masjid

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kebutuhan Darah Sumbar Capai 200 Kantong per Hari, Wakil Ketua DPRD Sumbar Ajak Semua Unsur Rutin Donor

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024