Latif mengatakan, kepadatan lalu lintas membutuhkan pengaturan jalan agar tetap terkendali dan dapat meminimalisir kemungkinan terjadinya kecelakaan. Selain itu, prasarana dan fasilitas lalu lintas juga harus memadai guna menjadi pedoman bagi pengguna jalan saat berkendara.
“Nanti itu kan momen lebaran, lalu lintas akan padat. Otomatis perilaku pengendara dan pengguna jalan tidak bisa pastikan akan selalu mematuhi aturan lalu lintas. Ini harus disiasati dengan tepat,” ujar Yusri Latif saat dihubungi Scientia.
Soal prasarana dan fasilitas, kata Latif, mesti dipenuhi, minimal pada jalan yang dimungkinkan terjadinya kemacetan, simpang siur arus dan pada jalan yang dianggap zona merah. Jika tidak, maka akan mempengaruhi kenyamanan pengendara dan dapat menimbulkan pertikaian antar sesama pengguna jalan hingga kecelakaan.
“Sedapatnya ada petugas yang standby di sana, sehingga perilaku pengendara bisa diatur. Jangan sampai petugasnya ada setelah masalahnya muncul,” kata Ketua DPC PKB Kota Padang itu.
Ia juga menghimbau kepada seluruh masyarakat pengguna jalan untuk mematuhi aturan lalu lintas. Sebab, itu semua demi kebaikan bersama.
“Mari kita ciptakan kondusifitas lalu lintas dengan baik. Berkendara dengan aman dan kita jaga keselamatan bersama,” tutupnya. (yrp)