Minggu, 15/3/26 | 00:05 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home TERAS

Reboisasi Puncak Gunung Medan: Upaya Lestarikan Paru-paru Dharmasraya

Minggu, 04/8/24 | 15:02 WIB

Dharmasraya, Scientia.Id – Puncak Gunung Medan, salah satu ikon destinasi wisata alam di Kabupaten Dharmasraya, kembali menjadi pusat perhatian. Kali ini, bukan hanya karena keindahan alamnya yang memukau, tetapi juga karena upaya serius dalam pelestarian lingkungan yang dilakukan oleh berbagai pihak.

Dalam sebuah kegiatan reboisasi yang digagas oleh mahasiswa KKN UIN Imam Bonjol Padang, sebanyak empat ratus batang bibit pohon yang ditanam di kawasan puncak gunung. Kegiatan ini menjadi wujud nyata kepedulian masyarakat terhadap kelestarian lingkungan dan upaya mencegah bencana alam seperti banjir bandang dan tanah longsor.

Tugimin, seorang warga transmigrasi yang telah puluhan tahun tinggal di Jorong Lubuak Aur Nagari Gunung Medan, mengungkapkan bahwa keindahan puncak ini sudah terkenal sejak lama.

“Puncak ini memiliki nilai historis dan sosial yang tinggi bagi masyarakat,” ujar anggota Bamus Gunung Medan ini, Minggu (4/8/2024).

BACAJUGA

Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Buka Bersama Sahabat Mulia Madani Padang

Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Buka Bersama Sahabat Mulia Madani Padang

Selasa, 10/3/26 | 04:06 WIB
KAI Dukung Pengembangan Infrastruktur dan Optimalisasi Aset di Kota Padang

KAI Dukung Pengembangan Infrastruktur dan Optimalisasi Aset di Kota Padang

Rabu, 04/3/26 | 17:41 WIB

Ia meceritakan bahwa dulu, tempat ini sangat ramai dikunjungi. Sekarang, kita perlu bersama-sama menghidupkan kembali potensi wisata ini.

Lalu, ia mengajak kepada seluruh lapisan masyarakat untuk selalu menjaga agar keindahan alam ini tetap terjaga untuk generasi mendatang.

Senada Wali Nagari Gunung Medan, Khairul Rasyid, juga menekankan pentingnya menjaga kelestarian hutan di puncak ini. Sebab, puncak ini masuk sebagai destinasi wisata alam yang ke tiga ratus secara nasional.

“Puncak Gunung Medan adalah paru-paru Dharmasraya. Kita harus menjaga agar tetap hijau dan lestari,” tegasnya.

Selain keindahan alamnya, Puncak Gunung Medan juga menyimpan sejumlah mitos yang dipercaya oleh masyarakat setempat. Namun, bagi Khairul Rasyid, mitos tersebut justru menjadi motivasi tambahan untuk menjaga kelestarian hutan.

“Jika makhluk gaib saja menjaga tempat ini, mengapa kita sebagai manusia tidak?” ujarnya.

Upaya Pelestarian yang Terintegrasi

Dalam upaya melestarikan hutan di Puncak Gunung Medan, berbagai pihak terlibat aktif. Selain mahasiswa KKN, pemerintah daerah melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Kehutanan juga memberikan dukungan penuh.

“Bibit pohon yang ditanam ini merupakan bantuan dari DLH dan Dinas Kehutanan Dharmasraya,” ungkap Yuda Afriyandi, Wakil Ketua KKN UIN Imam Bonjol Padang.

” Semoga dengan adanya penanaman pohon ini masyarakat dapat melestarikan dan menjaga bibit yang telah di tanaman ini,” ucapnya.

Selain itu, kegiatan reboisasi dengan menanam berbagai jenis bibit pohon seperti pinang, garu, mahoni, dan lainnya juga terus dilakukan. Tujuannya adalah untuk memperkaya keanekaragaman hayati dan menjaga keseimbangan ekosistem hutan.

Menuju Hutan Adat

Upaya pelestarian ini semakin diperkuat dengan adanya pengajuan status hutan adat untuk kawasan Puncak Gunung Medan seluas sekitar 72 hektar.

“Pengajuan ini sudah sampai di tingkat Kementerian,” kata Khairul Rasyid.

Zulbaini, Penyuluh Kehutanan Kabupaten Dharmasraya, menjelaskan bahwa status hutan adat akan memberikan payung hukum yang kuat bagi masyarakat dalam mengelola dan melindungi kawasan hutan.

“Dengan status hutan adat, masyarakat memiliki hak dan kewajiban untuk menjaga kelestarian hutan,” ujarnya.

Zulbaini menegaskan prinsip utama bagi masyarakat terhadap hutan adat ini adalah sebagai tata kelola air dan udara untuk pengambilan kayu tidak dianjurkan.

“Itu lah bentuk skema dari perhutanan sosial ini. Pihak ketiga pun tidak bisa semena-mena untuk mengambil hasil hutan adat tersebut,” ungkapnya.

Zulbaini menjelaskan secara hukum menebang kayu atau ilegal logging tidak diperbolehkan kecuali mempunyai HGU.

Upaya pelestarian Puncak Gunung Medan adalah contoh nyata bagaimana masyarakat, pemerintah, dan mahasiswa bisa bersatu untuk menjaga lingkungan. Semoga semangat ini terus berkobar!

Dengan semangat gotong royong dan kepedulian yang tinggi, diharapkan Puncak Gunung Medan dapat terus lestari dan menjadi contoh bagi daerah lain dalam upaya pelestarian lingkungan. (tnl)

Tags: Dharmasraya
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Mengenal Tanda Petik Tunggal

Berita Sesudah

Jambore Pramuka Tingkat Penggalang Kota Pariaman Dibuka, Ini Harapan Pj Wali Kota

Berita Terkait

Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Buka Bersama Sahabat Mulia Madani Padang

Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Buka Bersama Sahabat Mulia Madani Padang

Selasa, 10/3/26 | 04:06 WIB

LAZ Sahabat Mulia Madani Padang berbagai santunan bagi anak yatim dan dhuafa, Senin (9/3). (Foto: SCIENTIA/Wahyu Amuk) Padang, SCIENTIA - Ratusan...

KAI Dukung Pengembangan Infrastruktur dan Optimalisasi Aset di Kota Padang

KAI Dukung Pengembangan Infrastruktur dan Optimalisasi Aset di Kota Padang

Rabu, 04/3/26 | 17:41 WIB

Padang, SCIENTIA - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat menerima audiensi Walikota Padang, Fadly Amran, di...

Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

Gerakan Sosial Baru pada Perang Kata-kata antara SEAblings dan Knetz

Minggu, 22/2/26 | 22:46 WIB

Oleh: Elly Delfia (Dosen Prodi Sastra Indonesia dan S2 Linguistik FIB Universitas Andalas) Beberapa minggu terakhir dunia digital dihebohkan oleh...

Bale by BTN, Solusi Cepat Pilih Rumah Pascabencana

Bale by BTN, Solusi Cepat Pilih Rumah Pascabencana

Jumat, 20/2/26 | 20:13 WIB

Seorang relawan bencana di Kota Padang, Sumatera Barat sedang memilih rumah hunian yang nyaman melalui aplikasi Bale by BTN karena...

DPRD Sumbar Sebar 216 Tim Safari Ramadhan 1447 H, Salurkan Bantuan hingga Rp50 Juta per Masjid

DPRD Sumbar Sebar 216 Tim Safari Ramadhan 1447 H, Salurkan Bantuan hingga Rp50 Juta per Masjid

Kamis, 19/2/26 | 19:00 WIB

Padang, SCIENTIA — Pimpinan dan anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat dijadwalkan mengunjungi 216 tempat ibadah yang tersebar di seluruh kabupaten...

Pemerintah Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Jatuh pada 19 Februari 2026

Pemerintah Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Jatuh pada 19 Februari 2026

Selasa, 17/2/26 | 20:02 WIB

Jakarta, Scientia – Pemerintah menetapkan awal Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Keputusan itu diambil dalam sidang...

Berita Sesudah
Jambore Pramuka Tingkat Penggalang Kota Pariaman Dibuka, Ini Harapan Pj Wali Kota

Jambore Pramuka Tingkat Penggalang Kota Pariaman Dibuka, Ini Harapan Pj Wali Kota

Discussion about this post

POPULER

  • Kapitil, Kosakata Baru dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia

    Nama Nagari di Sumatera Barat: Dari Sejarah menjadi Sistem Pertahanan Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wali Kota Padang Bakal Menggelar Lomba Kebersihan Tingkat RT se Kota Padang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemko Padang Bakal Buka Jalur Dua Arah di Depan Plaza Andalas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berbagai Istilah Urutan Waktu dalam Bahasa Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sebanyak 314 KK Korban Terdampak Bencana Hidrometeorologi Terima Bantuan dari PMI Kota Padang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Waspada Psikolog Gadungan, HIMPSI Sumbar Imbau Masyarakat Cek Keabsahan dan Legalitas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Kata Ganti Orang Ketiga “Beliau”, “Dia”, dan “Ia” dalam Bahasa Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026