Kamis, 02/4/26 | 23:21 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI ARTIKEL

Mengenal Afiks ter- dalam Bahasa Indonesia

Minggu, 06/11/22 | 09:44 WIB

Oleh: Yori Leo Saputra
(Alumnus Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas)

 

Bahasa Indonesia memiliki berbagai jenis afiks (imbuhan). Afiks adalah sebuah bentuk, biasanya berupa morfem terikat yang diimbuhkan pada sebuah dasar dalam proses pembentukan kata (Chaer, 2019:23). Keraf (2018) dalam Tata Bahasa Indonesia menyebutkan jenis afiks dalam bahasa Indonesia terdiri dari prefiks, sufiks, konfiks, gabungan imbuhan, dan infiks. Secara harfiah, prefiks diartikan sebagai imbuhan yang ditambahkan pada bagian awal sebuah kata dasar atau bentuk dasar. Prefiks disebut juga sebagai awalan. Berikut adalah bentuk-bentuk prefiks dalam bahasa Indonesia, yaitu ber-, me-, per-, di-, ke-, ter-, dan se-.

BACAJUGA

Efektivitas Ribuan Tangga di Universitas Andalas

Efektivitas Ribuan Tangga di Universitas Andalas

Minggu, 29/3/26 | 15:18 WIB
Identitas Lokal dalam Buku Puisi “Hantu Padang” Karya Esha Tegar

Penafsiran Analogi dan Lokalitas dalam Wacana di Media Sosial

Minggu, 29/3/26 | 14:53 WIB

Dari bentuk tersebut, terlihat bahwa ter- merupakan salah satu bentuk prefiks. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2016), ter- adalah prefiks, yang memiliki makna ‘paling’.  Contohnya: tercantik ‘paling’ cantik’; terburuk ‘paling baruk’; dan terpandai ‘paling pandai’. Jika dilihat bahwanya prefiks ter- memiliki fenomena yang serupa dengan prefiks ber-. Prefiks ter- juga memiliki alomorf. Alomorf ialah anggota morfem yang sama, yang variasi bentuknya disebabkan oleh pengaruh lingkungan yang dimasukinya (Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Republik Indonesia, 2016). Alomorf dari prefiks ter-, yaitu ter-, te-, dan tel-.

Pertama, alomorf ter-. Penggunaan alomorf ter- ini banyak ditemukan dalam kosakata bahasa Indonesia, seperti kata terjual (jual), terbeli (beli), tertidur (tidur), terbangun (bangun) dan sebagainya. Kedua, alomof te-. Alomof te- terbentuk karena fonem /r/ pada morfem ter- terjadi penghilangan. Hal itu disebabkan oleh pertemuan dengan bentuk dasar yang berawal dengan fonem /r/ sehingga morfem ter- berubah menjadi  te-. Contoh penggunaan alomof te- ini adalah terasa (rasa), teramai (ramai), terebut (rebut), teraba (raba) dan terekam (rekam).

Selanjutnya, alomof tel-. Putrayasa (2008:19) dalam Kajian Morfologi (Bentuk Derivasional dan Infleksional) menyebutkan bahwa alomof tel- hanya terjadi pada kata-kata tertentu saja, seperti kata telanjur (lanjur), telentang (lentang), dan telantar (lantar). Dari contoh-contoh tersebut terlihat morfem ter-, yakni mendapat proses asimilasi dan menjadi morfem tel-.

Jika dilihat dari fungsinya, prefiks ter- tenyata memiliki fungsi yang sama dengan prefiks di-, yaitu membentuk kata kerja pasif. Kata kerja pasif merupakan kebalikan dari kata kerja aktif. Kata kerja pasif biasanya subjek dikenai tindakan, sedangkan kata kerja aktif adalah  subjeknya sebagai pelaku tindakan, misalnya (1) Kamus itu terbawa Riki kemarin sore. (2) Ayam ditangkap Heru. Pada contoh kalimat (1) dan (2) tersebut, terlihat kamus dan ayam merupakan subjek kalimat. Kedua subjek kalimat tersebut ialah dikenai tindakan sehingga disebut sebagai penderita dalam kalimat pasif.

Selain fungsi tersebut, Keraf (2018:105) juga menyebutkan adapun fungsi lain dari prefiks ter-. Pertama, prefiks ter- berfungsi untuk menyatakan aspek; dan. Kedua, prefiks ter- berfungsi untuk membentuk dan menyatakan perbandingan.

Kemudian, di samping memiliki persamaan dengan prefiks di- , prefiks ter- juga memiliki perbedaan dengan prefiks di-. Secara umum, Putrayasa (2008:19—20) menyebutkan perbedaan itu adalah: Pertama, pasif ter- tidak mengutamakan tindakan sehingga pada umumnya pelaku tindakan tidak disebutkan. Hal tersebut berbeda dengan pasif di- yang masih memperlihatkan pelaku tindakannya. Kedua, pasif ter- lebih menganjurkan hasil tindakan/lebih menganjurkan aspek prefektif. Keadaan tersebut berbeda dengan pasif di- yang lebih menganjurkan berlakunya tindakan. Ketiga, pasif ter- menujukkan ketidaksengajaan dan ketiba-tibaan, sedangkan pasif di- menunjukkan tindakan yang dilakukan dengan sengaja; dan. Keempat, pasif ter- menyatakan kemungkinan, sedangkan pasif  di- tidak. Inilah aturan dan fungsi penggunaan prefiks ter- dalam bahasa Indonesia. Lalu, apa saja makna gramatikal prefiks ter-? Mari kita lihat penjelasan berikut.

Prefiks ter- memiliki banyak makna. Makna yang dihasilkan lebih bervariasi bila dibadingan dengan prefiks di-. Makna-makna tersebut seperti menyatakan ‘aspek perfektif’’, menyatakan makna ‘ketidaksengajaan’, menyatakan makna ‘ketiba-tibaan’, menyatakan makna ‘kemungkinan’. Prefiks ter- yang menyatakan makna ‘aspek perfektif’ atau ‘menandai aspek verba yang menggambarkan perbuatan selesai’. Contoh ini dapat dilihat pada kata terbagi dalam kalimat berikut: Syarat mutlak terbentuknya suatu negara adalah rakyat, wilayat, dan pemerintah yang berdaulat. Secara umum, wilayah terbagi menjadi empat, yaitu wilayah darat, laut, udara, ektrateritorial. Prefiks ter- yang memiliki makna ‘ketidaksengajaan’ dapat dilihat pada kata, seperti tercoret ‘tidak sengaja tercoret’, terpijak ‘tidak sengaja terpijak’, tertusuk ‘tidak sengaja tertusuk’, tertekan ‘tidak sengaja tertekan’, dan terbawa ‘tidak sengaja terbawa’. Prefiks ter- yang memiliki makna ‘ketiba-tibaan’. Contohnya: (1) Selesai salat Subuh, adik teringat almarhumah ibu. (2) Raihan terbangun dari tidurnya.

Kemudian, prefiks ter- yang memiliki makna ‘kemungkinan’ sebagian besar makna ini didahului kata ingkat tidak dan tak. Contohnya: tidak terlawan ‘tidak dapat dilawan’, tidak terbaca ‘tidak dapat dibaca’, dan tak ternilai ‘tidak dapat dinilai’. Prefiks ter- yang memiliki makna ‘paling’ pada dasarnya diikuti oleh kata sifat. Contoh kosakata yang memiliki makna ini, seperti terpanjang ‘paling panjang’, tersempit ‘paling sempit’, terendah ‘paling rendah’ dan terdekat ‘paling dekat’.

Tags: #Yori Leo Saputra
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Puisi-puisi Abiyyu dan Ulasannya oleh Ragdi F. Daye

Berita Sesudah

Mitos Menstruasi hingga Kini

Berita Terkait

Efektivitas Ribuan Tangga di Universitas Andalas

Efektivitas Ribuan Tangga di Universitas Andalas

Minggu, 29/3/26 | 15:18 WIB

Oleh: Naura Aziza Cahyani (Mahasiswa Prodi Teknik Lingkungan Universitas Andalas)   Universitas Andalas (UNAND) merupakan salah satu universitas tertua di...

Identitas Lokal dalam Buku Puisi “Hantu Padang” Karya Esha Tegar

Penafsiran Analogi dan Lokalitas dalam Wacana di Media Sosial

Minggu, 29/3/26 | 14:53 WIB

Oleh: Sabina Yonandar (Mahasiswa Prodi Sastra Indonesia FIB Universitas Andalas)   Media sosial menjadi salah satu cara yang sangat mudah...

Memahami Kembali Imbuhan memper-

Berbagai Macam Rasa di dalam Bahasa Indonesia

Minggu, 29/3/26 | 14:32 WIB

Oleh: Reno Wulan Sari (Dosen Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing Busan University of Foreign Studies, Korea Selatan) Belakangan ini, di...

Kriteria Pemimpin 3P (Palapau, Pasurau, dan Pagurau) di Minangkabau

Kriteria Pemimpin 3P (Palapau, Pasurau, dan Pagurau) di Minangkabau

Minggu, 15/3/26 | 15:41 WIB

‎Oleh: Alfan Raseva (Ketua Ketua Taruna Nagari Aie Tajun, Kecamatan Lubuk Alung)   Kepemimpinan dalam kacamata Minangkabau adalah perpaduan antara...

Ketika Cinta Kalah oleh Adat dan Zaman dalam Novel Siti Nurbaya

Ketika Cinta Kalah oleh Adat dan Zaman dalam Novel Siti Nurbaya

Minggu, 08/3/26 | 22:51 WIB

Oleh: Amanda Restia (Mahasiswa Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas)   Nama Siti Nurbaya sering kali langsung dilibatkan dengan...

Pandangan Khalil Gibran tentang Musik sebagai Bahasa Rohani

Analogi dan Lokalitas Lagu “Rindu Tebal” Karya Iwan Fals

Minggu, 08/3/26 | 18:27 WIB

Oleh: Faathir Tora Ugraha (Mahasiswa Prodi Sastra Indonesia FIB Universitas Andalas)   Iwan Fals merupakan musisi legendaris Indonesia yang menjadi...

Berita Sesudah
Beragam Kemungkinan Seseorang Tidak Bisa Pegang Omongan

Mitos Menstruasi hingga Kini

Discussion about this post

POPULER

  • Viral Video Ungkap Dugaan Sumber Air Sungai dan Bau Tak Sedap di RSUD Sungai Dareh

    RSUD Sungai Dareh Buka Penerimaan Tenaga Kontrak BLUD

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • ASN Dharmasraya Bakal WFH Tiap Jumat, BKPSDM Tunggu Juknis Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Oleh sebab itu, Oleh karena itu, atau Maka dari Itu?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kata Penghubung dan, serta, dan Tanda Baca Koma (,)

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Miris! Janda 5 Anak di Dharmasraya Hidup dalam Kemiskinan, Tak Punya Bahan Makanan dan Rumah Layak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026