Padang, Scientia – Insiden dugaan pengusiran warga atau pasien di sebuah rumah singgah yang diperuntukkan bagi masyarakat Kabupaten Pasaman dan Pasaman Barat di Jalan Haji Abdullah Nomor 2, Kecamatan Padang Timur, Kota Padang, menuai sorotan publik. Peristiwa tersebut bahkan menyeret nama Anggota DPRD Sumatera Barat dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Donizar.
Sejumlah pihak menduga rumah singgah itu merupakan Rumah Singgah Sahabat Donizar. Dugaan tersebut dengan cepat menyebar di tengah masyarakat dan menimbulkan kesalahpahaman. Menanggapi hal itu, Donizar dengan tegas meluruskan informasi yang berkembang.
“Perlu saya luruskan, rumah singgah di Jalan Haji Abdullah itu bukan Rumah Singgah Sahabat Donizar. Rumah singgah tersebut milik pihak lain dan tidak ada kaitannya dengan kami,” tegas Donizar saat dikonfirmasi, Senin.
Ia mengungkapkan, kesalahpahaman tersebut membuat dirinya menerima banyak pesan dari masyarakat melalui aplikasi WhatsApp. Pesan-pesan itu berisi pertanyaan sekaligus kekecewaan atas kabar dugaan pengusiran yang dikaitkan dengan namanya.
“Pesan masuk bertubi-tubi ke WhatsApp saya. Banyak yang bertanya dan menyayangkan kejadian itu, karena mereka tahu bagaimana rumah singgah kami selama ini melayani masyarakat tanpa membeda-bedakan,” ujarnya.
Donizar menjelaskan, selama lebih dari lima tahun Rumah Singgah Sahabat Donizar dikenal aktif membantu warga Pasaman dan Pasaman Barat yang membutuhkan tempat tinggal sementara saat menjalani pengobatan di Kota Padang.
Meski tidak terkait langsung dengan insiden tersebut, Donizar tetap menyampaikan keprihatinannya. Ia berharap pengelola rumah singgah yang terlibat dapat mengedepankan komunikasi dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dalam memberikan pelayanan.
“Walaupun itu bukan rumah singgah kami, saya berharap pengurus dan masyarakat bisa duduk bersama dan berkomunikasi dengan baik. Rumah singgah pada dasarnya adalah layanan sosial bagi orang-orang yang sedang kesulitan,” katanya.
Ia kemudian menjelaskan prinsip pengelolaan Rumah Singgah Sahabat Donizar yang berada di Kota Padang. Rumah singgah tersebut diperuntukkan bagi warga Daerah Pemilihan (Dapil) IV, yakni Pasaman dan Pasaman Barat, yang merupakan konstituennya.
Menurut Donizar, pada awal pendirian, rumah singgah memang diprioritaskan bagi masyarakat pemegang Kartu Sahabat Donizar. Namun, kebijakan itu kemudian diubah demi alasan kemanusiaan.
“Awalnya memang untuk pemegang Kartu Sahabat Donizar. Tapi aturan itu kami ubah. Tidak mungkin orang sakit kami suruh pergi hanya karena tidak punya kartu atau tidak memilih saya saat pileg,” ujarnya.
Ia menegaskan, prinsip kemanusiaan harus berada di atas kepentingan apa pun, termasuk kepentingan politik. Donizar berharap kejadian serupa tidak terulang dan rumah-rumah singgah di Kota Padang benar-benar menjadi tempat aman dan nyaman bagi masyarakat yang membutuhkan.
“Kalau orang datang dalam kondisi sakit dan butuh bantuan, maka sudah seharusnya kita tolong. Itu yang selalu kami pegang,” tutup Donizar.(*)
![Anggota DPRD Sumbar, Donizar.[foto : ist]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2025/11/Screenshot_2025-08-31-15-42-40-94_1c337646f29875672b5a61192b9010f92-120x86.jpg)








