![Anggota DPRD Sumbar, Donizar.[foto : ist]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2025/11/Screenshot_2025-08-31-15-42-40-94_1c337646f29875672b5a61192b9010f92.jpg)
“Kita tidak bisa lagi berjalan biasa-biasa saja. Kalau hanya mengikuti arus, Sumbar akan tertinggal. Kita harus berani melompat, membuat terobosan, dan mengoptimalkan semua potensi yang ada,” kata Donizar.
Menanggapi target pertumbuhan ekonomi 7,3 persen pada 2029 dan kebutuhan investasi hingga Rp120 triliun, Donizar menilai fokus pemerintah pada pertanian, perdagangan, UMKM, dan ekonomi hijau sudah tepat. Namun, ia menegaskan pentingnya hilirisasi agar petani dan pelaku usaha kecil tidak hanya menjadi pemasok bahan mentah.
“Pertanian masih menyumbang lebih dari 21 persen PDRB. Tapi selama kita hanya menjual gabah, sayur mentah, atau produk tanpa nilai tambah, petani tetap tidak akan sejahtera. Hilirisasi harus menjadi prioritas nyata, bukan sekadar wacana,” ujarnya.
Donizar menambahkan, hilirisasi dan penguatan UMKM akan menjadi kunci jika Sumbar benar-benar ingin mengejar ketertinggalan dan memperluas lapangan kerja.
Terkait rencana reformasi regulasi dan penyederhanaan perizinan, Donizar mendorong Pemprov Sumbar bertindak tegas dan konsisten.
“Kita sering bicara soal kemudahan investasi, tapi praktik di lapangan kadang berbelit. Kalau ingin investasi masuk Rp80–120 triliun, jangan ada lagi perizinan yang berlapis-lapis. Pemprov harus jadi fasilitator, bukan penghambat,” tegasnya.
Ia menilai penyederhanaan regulasi dan percepatan layanan akan menentukan apakah Sumbar menarik bagi investor atau tidak.
Donizar juga mendukung rencana revitalisasi infrastruktur seperti Pelabuhan Teluk Bayur, jalur kereta Sawahlunto–Padang, dan pengembangan Bandara BIM. Ia menyebut tanpa transportasi dan logistik yang efisien, pertumbuhan ekonomi akan selalu tersendat.
“Sektor pariwisata tidak akan maju kalau aksesnya lambat. Perdagangan tidak akan berkembang kalau biaya logistik tinggi. Infrastruktur adalah fondasi percepatan ekonomi,” ujarnya.
Selain itu, Donizar menyoroti pentingnya digitalisasi untuk memperkuat daya saing UMKM dan petani. Menurutnya, digital bukan lagi pilihan, tetapi keharusan.
Meski mendukung penuh arah pembangunan yang disampaikan gubernur, Donizar mengingatkan bahwa tantangan terbesar bukan pada konsep, melainkan pada pelaksanaan.
“Kita sudah punya visi, fondasi, dan strategi. Tinggal bagaimana keberanian pemerintah menjalankannya. Jangan hanya disebut, tapi benar-benar dilaksanakan,” tegasnya.
Ia berharap sinergi antara Pemprov, DPRD, BI, pelaku usaha, dan masyarakat dapat mempercepat kebangkitan Sumbar dan memastikan pertumbuhan ekonomi berdampak langsung pada kesejahteraan rakyat.
“Tujuan akhirnya jelas: rakyat harus merasakan manfaatnya. Itu ukuran keberhasilan pembangunan,” tutupnya.(yrp)

![Anggota DPRD Sumbar, Donizar.[foto : ist]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2025/11/Screenshot_2025-08-31-15-42-40-94_1c337646f29875672b5a61192b9010f92-120x86.jpg)







