
Agam, Scientia.id – Wakil Bupati Agam Muhammad Iqbal mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan Festival Tambua Tansa sebagai momentum mempererat silaturahmi sekaligus meneguhkan kecintaan terhadap seni dan budaya Minangkabau.
Hal itu disampaikan Wabup saat membuka secara resmi Festival Tambua Tansa Kabupaten Agam–Bukittinggi di Lapangan Kantor Camat Kamang Magek, Minggu (5/10).
“Mari kita teguhkan komitmen untuk menjaga warisan leluhur, memperkokoh adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah melalui bunyi tambua-tansa,” ujar Iqbal dalam sambutannya.
Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Agam berkomitmen untuk terus mendukung pelestarian kesenian tambua-tansa yang telah menjadi identitas budaya daerah.
“Festival seperti ini adalah bentuk nyata upaya kita dalam menjaga dan mewariskan adat serta budaya kepada generasi penerus,” tambahnya.
Menurut Wabup, festival bukan sekadar ajang pertunjukan, tetapi juga wadah apresiasi, pembelajaran, dan pertemuan antar pencinta budaya. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat termasuk pemuda, niniak mamak, tokoh adat, dan bundo kanduang untuk aktif mewariskan seni tambua-tansa kepada anak-anak muda.
Sementara itu, Walinagari Kamang Hilia, Eryanson, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai festival ini mampu menumbuhkan semangat berkesenian dan mengarahkan anak-anak untuk menyalurkan bakatnya secara positif.
“Kita berharap kegiatan ini bisa dilaksanakan secara rutin setiap tahun agar semangat melestarikan budaya Minangkabau terus hidup di kalangan generasi muda,” harapnya.
Baca Juga: Menjaga Identitas Kuliner Minang Tanpa Merusak Keberagaman Budaya
Tahun ini, Festival Tambua Tansa diikuti oleh 14 kelompok seni tradisi, terdiri dari 10 kelompok asal Kabupaten Agam dan 4 kelompok dari Bukittinggi. Suara tambua dan tansa yang menggema di udara menjadi simbol persaudaraan dan semangat menjaga warisan budaya Minangkabau. (*)



![Anggota DPRD Sumbar, Firdaus.[foto : ist]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2025/09/IMG-20230522-WA0086_1-350x250.jpg)

![Jalan Water Front City di Desa Pasir Sunur pasca banjir. Minggu, (30/11) [foto : sci/yrp]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2025/11/1000760351-350x250.jpg)

![Update sementara data korban bencana Hidrometeoroligi di Sumbar. Minggu, (30/11) pukul 09.00 WIB [foto : ist]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2025/11/IMG-20251130-WA0008-350x250.jpg)

![Kantor PDAM Kota Padang.[foto : net]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2025/07/FB_IMG_17535045128082-350x250.jpg)