Senin, 20/7/26 | 10:17 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS

Cerita Amirudin yang Jadi Pemulung di Dharmasraya Untuk Menafkahi 8 Anaknya

Minggu, 24/3/24 | 20:49 WIB

Dharmasraya, Scientia – Seorang ayah delapan anak di Gunung Medan tampak sibuk mengumpulkan barang bekas di Tempat Pembuang Akhir (TPA) sampah di negeri petro dolar yang terletak di Gunung Medan.

Ia adalah seorang Pemulung bernama Amirudin akrab disapa Untung. Aktivitas memulung sampah ini sudah ia tekuni selama lima belas tahun lamanya, demi untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan delapan anaknya.

Kendati usia sudah menginjak 67 tahun, Amirudin seakan tak takut rentannya terpapar penyakit.

BACAJUGA

Kritik Feminis dan Gender dalam Cerpen “Maria” Karya A.A Navis

Menguji Sila Kemanusiaan: Representasi Pancasila dalam Polemik Pride Month SUMA UI

Minggu, 19/7/26 | 22:26 WIB
Batu dan Zaman

Mencari Kehangatan di Era AI Melalui Boyfriend on Demand dan Esok Tanpa Ibu

Minggu, 19/7/26 | 21:31 WIB

Ia mengaku pasrah dan percaya kepada tuhan yang tetap memberikan kesehatan agar bisa meraup berkah di gunungan sampah.

Menurutnya, dalam menjalani profesi sebagai pemulung ia berangkat dari rumah pada pukul 07.00 WIB.

Tidak menentu sampai jam berapa ia di sana. Namun saat capek melanda, ia bisa tertidur di kawasan TPA tersebut.

“Kalau dibulan puasa ini aktivitas memulung saya mulai dari pukul 06.00 WIB pagi sampai pada pukul 11.00 WIB,” jelas Amirudin, Minggu 24 Maret 2024.

“Pekerjaan ini sudah saya lakukan semenjak berdirinya (TPA) sampah di Gunung Medan ini,”. sambungnya.

Ia berkata, TPA ini menjadi tempat secercah harapan baginya untuk menghasilkan pundi-pundi rupiah.

Meski aktivitas memulung ini harus menghadapi terik matahari dan hujan, belum lagi dengan aroma yang menyengat dari tumpukan sampah tersebut, namun ia tetap bertahan di segala macam kondisi terburuk sekalipun.

Di dalam tumpukan sampah itu, ia berjibaku untuk memilah sampah mulai dari botol plastik, kaleng, dan besi.

Hasil mulungnya ini dijual kepada pengepul. Dalam sehari Amirudin mampu mengumpulkan sebanyak 10 kilogram sampai 15 kilogram barang bekas.

“Penghasilan yang saya dapat perbulannya dari memulung ini berkisaran Rp 800 ribu sampai Rp 1,5 juta,” ucap Amirudin sambil menghapus keringat di dahinya

Selama lima belas tahun bekerja sebagai pemulung, Amirudin berharap pemerintah bisa memperhatikan nasib pemulung.

“Disini kami berlima orang se-profesi, tetapi 3 orang sudah diperkerjaan oleh pihak TPA bahkan sudah ada gaji bulannya,” ungkapnya. (tnl)

ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Pengurus Komisariat PMII Undhari Dilantik, Ini Daftar Namanya

Berita Sesudah

Masjid Al Munawwarah Taratak Tinggi Dharmasraya Dikunjungi Gubernur

Berita Terkait

Kritik Feminis dan Gender dalam Cerpen “Maria” Karya A.A Navis

Menguji Sila Kemanusiaan: Representasi Pancasila dalam Polemik Pride Month SUMA UI

Minggu, 19/7/26 | 22:26 WIB

Oleh: Nikicha Myomi Chairanti  (Mahasiswa Sastra Indonesia FIB Universitas Andalas) Pada awal Juni 2026, jagat media sosial Indonesia bergolak akibat...

Batu dan Zaman

Mencari Kehangatan di Era AI Melalui Boyfriend on Demand dan Esok Tanpa Ibu

Minggu, 19/7/26 | 21:31 WIB

Oleh: Andina Meutia Hawa (Dosen Prodi Sastra Indonesia FIB Universitas Andalas)   Beberapa tahun ke belakang, kemunculan kecerdasan buatan (Artificial...

Memahami Kembali Imbuhan memper-

Kata “sudah” dan “telah” Bentuk Lampau dalam Bahasa Asing Lainnya

Minggu, 19/7/26 | 21:01 WIB

Oleh: Reno Wulan Sari (Dosen Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing Busan University of Foreign Studies, Korea Selatan) Bahasa didefinisikan sebagai...

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Banyak Mendengar, Banyak Belajar

Minggu, 19/7/26 | 19:50 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Suatu waktu, saya dan tim melakukan penelitian lapangan di...

Semangat perjuangan Pahlawan Nasional Bagindo Aziz Chan harus terus dihidupkan meski telah 79 tahun berlalu sejak gugurnya mantan Wali Kota Padang tersebut.

Wawako Padang Maigus Nasir Hadiri Upacara Peringatan Gugurnya Pahlawan Nasional Bagindo Aziz Chan ke-79 Tahun.

Minggu, 19/7/26 | 15:10 WIB

Semangat perjuangan Pahlawan Nasional Bagindo Aziz Chan harus terus dihidupkan meski telah 79 tahun berlalu sejak gugurnya mantan Wali Kota...

Wawako Padang Maigus Nasir saat menerima Laporan Ranperda APBD perubahan tahun anggaran 2026 menjadi Perda

Wawako Padang Maigus Nasir Apresiasi Sidang Paripurna Ranperda APBD perubahan Tahun 2026 Menjadi Perda

Minggu, 19/7/26 | 15:01 WIB

Wawako Padang Maigus Nasir saat menerima Laporan Ranperda APBD perubahan tahun anggaran 2026 menjadi Perda Padang, Scientia---- Wakil Wali Kota...

Berita Sesudah

Masjid Al Munawwarah Taratak Tinggi Dharmasraya Dikunjungi Gubernur

Discussion about this post

POPULER

  • Kritik Feminis dan Gender dalam Cerpen “Maria” Karya A.A Navis

    Menguji Sila Kemanusiaan: Representasi Pancasila dalam Polemik Pride Month SUMA UI

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kata “sudah” dan “telah” Bentuk Lampau dalam Bahasa Asing Lainnya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Awalan ber- dan me-

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mencari Kehangatan di Era AI Melalui Boyfriend on Demand dan Esok Tanpa Ibu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wawako Padang Maigus Nasir Hadiri Upacara Peringatan Gugurnya Pahlawan Nasional Bagindo Aziz Chan ke-79 Tahun.

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026