Senin, 04/5/26 | 13:13 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS

Cerita Amirudin yang Jadi Pemulung di Dharmasraya Untuk Menafkahi 8 Anaknya

Minggu, 24/3/24 | 20:49 WIB

Dharmasraya, Scientia – Seorang ayah delapan anak di Gunung Medan tampak sibuk mengumpulkan barang bekas di Tempat Pembuang Akhir (TPA) sampah di negeri petro dolar yang terletak di Gunung Medan.

Ia adalah seorang Pemulung bernama Amirudin akrab disapa Untung. Aktivitas memulung sampah ini sudah ia tekuni selama lima belas tahun lamanya, demi untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan delapan anaknya.

Kendati usia sudah menginjak 67 tahun, Amirudin seakan tak takut rentannya terpapar penyakit.

BACAJUGA

Hijau di Atas Kertas: Penerapan Green Accounting di Indonesia

Hijau di Atas Kertas: Penerapan Green Accounting di Indonesia

Minggu, 03/5/26 | 22:55 WIB
Ketika Iman Menjadi Modal Sosial dan Ekonomi

Parliamentary Threshold Daerah dan Pemerataan Pembangunan

Minggu, 03/5/26 | 22:20 WIB

Ia mengaku pasrah dan percaya kepada tuhan yang tetap memberikan kesehatan agar bisa meraup berkah di gunungan sampah.

Menurutnya, dalam menjalani profesi sebagai pemulung ia berangkat dari rumah pada pukul 07.00 WIB.

Tidak menentu sampai jam berapa ia di sana. Namun saat capek melanda, ia bisa tertidur di kawasan TPA tersebut.

“Kalau dibulan puasa ini aktivitas memulung saya mulai dari pukul 06.00 WIB pagi sampai pada pukul 11.00 WIB,” jelas Amirudin, Minggu 24 Maret 2024.

“Pekerjaan ini sudah saya lakukan semenjak berdirinya (TPA) sampah di Gunung Medan ini,”. sambungnya.

Ia berkata, TPA ini menjadi tempat secercah harapan baginya untuk menghasilkan pundi-pundi rupiah.

Meski aktivitas memulung ini harus menghadapi terik matahari dan hujan, belum lagi dengan aroma yang menyengat dari tumpukan sampah tersebut, namun ia tetap bertahan di segala macam kondisi terburuk sekalipun.

Di dalam tumpukan sampah itu, ia berjibaku untuk memilah sampah mulai dari botol plastik, kaleng, dan besi.

Hasil mulungnya ini dijual kepada pengepul. Dalam sehari Amirudin mampu mengumpulkan sebanyak 10 kilogram sampai 15 kilogram barang bekas.

“Penghasilan yang saya dapat perbulannya dari memulung ini berkisaran Rp 800 ribu sampai Rp 1,5 juta,” ucap Amirudin sambil menghapus keringat di dahinya

Selama lima belas tahun bekerja sebagai pemulung, Amirudin berharap pemerintah bisa memperhatikan nasib pemulung.

“Disini kami berlima orang se-profesi, tetapi 3 orang sudah diperkerjaan oleh pihak TPA bahkan sudah ada gaji bulannya,” ungkapnya. (tnl)

ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Pengurus Komisariat PMII Undhari Dilantik, Ini Daftar Namanya

Berita Sesudah

Masjid Al Munawwarah Taratak Tinggi Dharmasraya Dikunjungi Gubernur

Berita Terkait

Hijau di Atas Kertas: Penerapan Green Accounting di Indonesia

Hijau di Atas Kertas: Penerapan Green Accounting di Indonesia

Minggu, 03/5/26 | 22:55 WIB

Oleh: Zhafirah Khalista Mewal (Mahasiswa MKWK Bahasa Indonesia dan Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Andalas)   Masalah lingkungan di Indonesia saat...

Ketika Iman Menjadi Modal Sosial dan Ekonomi

Parliamentary Threshold Daerah dan Pemerataan Pembangunan

Minggu, 03/5/26 | 22:20 WIB

Oleh: Syamsul Bahri (Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Eka Sakti, Sumatera Barat)   Pemerataan pembangunan di Indonesia selama ini lebih banyak...

Abreviasi pada Perjanjian Kinerja Damkar Kabupaten Bengkalis

Sumpah Pemuda: Tonggak Perkembangan Sastra Indonesia

Minggu, 03/5/26 | 22:12 WIB

Oleh: Muhammad Zakwan Rizaldi (Mahasiswa Prodi Sastra Indonesia & Anggota Labor Penulisan Kreatif Universitas Andalas)   Sumpah Pemuda yang diikrarkan...

Singkatan dan Akronim Mata Kuliah di Prodi Sastra Indonesia Universitas Andalas

Singkatan dan Akronim Mata Kuliah di Prodi Sastra Indonesia Universitas Andalas

Minggu, 03/5/26 | 22:02 WIB

Oleh: Annisa Aulia Amanda  (Mahasiswa Prodi Sastra Indonesia FIB Universitas Andalas)   Mahasiswa sebagai bagian dari komunitas akademik memiliki kecenderungan...

Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, bertindak selaku pembina upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) dan Hari Otonomi Daerah di Lapangan Apeksi Balai Kota Padang, Aia Pacah, Sabtu (2/5/2026).

Wawako Padang Maigus Nasir Jadi Pembina Upacara Hardiknas dan Hari Otoda

Minggu, 03/5/26 | 21:51 WIB

Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, bertindak selaku pembina upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) dan Hari Otonomi Daerah di...

Pemerintah Kota (Pemko) Padang terus berupaya memperluas akses pendidikan internasional dengan menggandeng perguruan tinggi di Malaysia. Langkah ini diarahkan untuk mendorong lahirnya generasi muda Kota Padang yang berdaya saing global melalui skema beasiswa double degree hingga co-funding.

Perluas Akses Pendidikan Internasional Pemko Padang Gandeng Perguruan Tinggi di Malaysia

Minggu, 03/5/26 | 21:40 WIB

Pemerintah Kota (Pemko) Padang terus berupaya memperluas akses pendidikan internasional dengan menggandeng perguruan tinggi di Malaysia. Langkah ini diarahkan untuk...

Berita Sesudah

Masjid Al Munawwarah Taratak Tinggi Dharmasraya Dikunjungi Gubernur

Discussion about this post

POPULER

  • Afrina Hanum

    Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Puisi-puisi Muhammad Aldito Aprilian dan Ulasannya oleh Dara Layl

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berbagai Istilah Urutan Waktu dalam Bahasa Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wali Kota Padang Hadiri Sosialisasi dan Harmonisasi Hukum Pidana Adat di LKAAM Sumbar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Oleh sebab itu, Oleh karena itu, atau Maka dari Itu?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kata Penghubung dan, serta, dan Tanda Baca Koma (,)

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026