Senin, 22/6/26 | 17:03 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS

Cerita Amirudin yang Jadi Pemulung di Dharmasraya Untuk Menafkahi 8 Anaknya

Minggu, 24/3/24 | 20:49 WIB

Dharmasraya, Scientia – Seorang ayah delapan anak di Gunung Medan tampak sibuk mengumpulkan barang bekas di Tempat Pembuang Akhir (TPA) sampah di negeri petro dolar yang terletak di Gunung Medan.

Ia adalah seorang Pemulung bernama Amirudin akrab disapa Untung. Aktivitas memulung sampah ini sudah ia tekuni selama lima belas tahun lamanya, demi untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan delapan anaknya.

Kendati usia sudah menginjak 67 tahun, Amirudin seakan tak takut rentannya terpapar penyakit.

BACAJUGA

Menemukan Waktu dalam Langkah

Selalu Ada Jalan Kembali

Minggu, 21/6/26 | 19:40 WIB
Paylater, Kemudahan di Ujung Jari atau Jebakan Keuangan di Masa Depan

Paylater, Kemudahan di Ujung Jari atau Jebakan Keuangan di Masa Depan

Minggu, 21/6/26 | 14:59 WIB

Ia mengaku pasrah dan percaya kepada tuhan yang tetap memberikan kesehatan agar bisa meraup berkah di gunungan sampah.

Menurutnya, dalam menjalani profesi sebagai pemulung ia berangkat dari rumah pada pukul 07.00 WIB.

Tidak menentu sampai jam berapa ia di sana. Namun saat capek melanda, ia bisa tertidur di kawasan TPA tersebut.

“Kalau dibulan puasa ini aktivitas memulung saya mulai dari pukul 06.00 WIB pagi sampai pada pukul 11.00 WIB,” jelas Amirudin, Minggu 24 Maret 2024.

“Pekerjaan ini sudah saya lakukan semenjak berdirinya (TPA) sampah di Gunung Medan ini,”. sambungnya.

Ia berkata, TPA ini menjadi tempat secercah harapan baginya untuk menghasilkan pundi-pundi rupiah.

Meski aktivitas memulung ini harus menghadapi terik matahari dan hujan, belum lagi dengan aroma yang menyengat dari tumpukan sampah tersebut, namun ia tetap bertahan di segala macam kondisi terburuk sekalipun.

Di dalam tumpukan sampah itu, ia berjibaku untuk memilah sampah mulai dari botol plastik, kaleng, dan besi.

Hasil mulungnya ini dijual kepada pengepul. Dalam sehari Amirudin mampu mengumpulkan sebanyak 10 kilogram sampai 15 kilogram barang bekas.

“Penghasilan yang saya dapat perbulannya dari memulung ini berkisaran Rp 800 ribu sampai Rp 1,5 juta,” ucap Amirudin sambil menghapus keringat di dahinya

Selama lima belas tahun bekerja sebagai pemulung, Amirudin berharap pemerintah bisa memperhatikan nasib pemulung.

“Disini kami berlima orang se-profesi, tetapi 3 orang sudah diperkerjaan oleh pihak TPA bahkan sudah ada gaji bulannya,” ungkapnya. (tnl)

ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Pengurus Komisariat PMII Undhari Dilantik, Ini Daftar Namanya

Berita Sesudah

Masjid Al Munawwarah Taratak Tinggi Dharmasraya Dikunjungi Gubernur

Berita Terkait

Menemukan Waktu dalam Langkah

Selalu Ada Jalan Kembali

Minggu, 21/6/26 | 19:40 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Memulai kembali kebiasaan membaca ternyata menghadirkan pengalaman yang berbeda dari yang saya bayangkan. Saya...

Paylater, Kemudahan di Ujung Jari atau Jebakan Keuangan di Masa Depan

Paylater, Kemudahan di Ujung Jari atau Jebakan Keuangan di Masa Depan

Minggu, 21/6/26 | 14:59 WIB

Oleh: Puty Mahira Zahrani (Mahasiswa MKWK Bahasa Indonesia dan Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Andalas)   Hidup di abad ke-21 rasanya...

Makna Dibalik Puisi “Harapan” Karya Sapardi Tinjauan Semiotika

Gaya Bahasa dalam Cerpen “Beki Bebek” Karya Vanda Parengkuan

Minggu, 21/6/26 | 14:42 WIB

Oleh: Muhammad Zakwan Rizaldi (Mahasiswa Prodi Sastra Indonesia dan Anggota UKMF Labor Penulisan Kreatif FIB Universitas Andalas)           "Kata yang...

Puisi-puisi Wulan Darma Putri

Peduli di Layar, Abai di Jalan: Ironi Aktivisme Lingkungan di Era Digital

Minggu, 21/6/26 | 14:31 WIB

Oleh: Noor Alifah (Mahasiswa Sastra Indonesia FIB Universitas Andalas)   Di era digital, menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan tidak pernah semudah...

Memahami Kembali Imbuhan memper-

Perbedaan kata “bantu” dan “tolong”

Minggu, 21/6/26 | 13:50 WIB

Oleh: Reno Wulan Sari (Dosen Bahasa Indonesia bagi Penutur Busan University of Foreign Studies, Korea Selatan) Kata bantu dan tolong...

Objek Wisata Batu Malin Kundang Berubah Jadi Kolam Saat Hujan

Objek Wisata Batu Malin Kundang Berubah Jadi Kolam Saat Hujan

Sabtu, 20/6/26 | 15:57 WIB

Padang, Scientia – Kondisi objek wisata Batu Malin Kundang di Pantai Air Manis, Kota Padang, sangat memprihatinkan. Setiap kali hujan...

Berita Sesudah

Masjid Al Munawwarah Taratak Tinggi Dharmasraya Dikunjungi Gubernur

Discussion about this post

POPULER

  • Puisi-puisi Wulan Darma Putri

    Peduli di Layar, Abai di Jalan: Ironi Aktivisme Lingkungan di Era Digital

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gaya Bahasa dalam Cerpen “Beki Bebek” Karya Vanda Parengkuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan kata “bantu” dan “tolong”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Paylater, Kemudahan di Ujung Jari atau Jebakan Keuangan di Masa Depan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tanda Titik pada Singkatan Nama Perusahaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Se Indonesia, seIndonesia, atau se-Indonesia?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026