Minggu, 19/4/26 | 23:05 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • TERAS
    • EKONOMI
    • HUKUM
    • POLITIK
    • DAERAH
    • EDUKASI
    • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • TERAS
    • EKONOMI
    • HUKUM
    • POLITIK
    • DAERAH
    • EDUKASI
    • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS

Beras Bantuan Bergambar Bang Wako Viral, Ini Tanggapan Walikota Bukittinggi

Selasa, 12/3/24 | 23:34 WIB

BUKITTINGGI, SCIENTIA – Program bantuan buat masyarakat di Kota Bukittinggi berupa beras dengan tagline berbunyi “Bang Wako Peduli” mendapat respons beragam dari masyarakat.

Ada yang menyinyiri kalau Walikota Bukittinggi, Erman Safar “bermain” dengan hal tersebut karena selain bergambar foto dirinya, juga ada logo BAZNAS dan Pemkot Bukittinggi.

Menurut Walikota Bukittinggi Erman Safar, nyinyiran itu tentu bukan sebuah hal yang perlu dibalas dengan nyinyiran pula.

BACAJUGA

Dari ‘Rakyat’ ke ‘Masyarakat’: Pergeseran Kata dan Ideologi

Dari ‘Rakyat’ ke ‘Masyarakat’: Pergeseran Kata dan Ideologi

Minggu, 19/4/26 | 22:40 WIB
Batu dan Zaman

Memaknai Ulang Sukses dalam Film “Tunggu Aku Sukses Nanti”

Minggu, 19/4/26 | 22:16 WIB

Sebab perhatian dan kepedulian kepada masyarakat yang ada di Bukittinggi, jauh lebih penting ketimbang “berbalas pantun” dengan pihak -pihak yang sengaja melempar persoalan tersebut ke publik.

“Di tahun politik ini, semuanya bisa dipersoalkan dan dipermasalahkan. Itu sesuatu yang wajar dan tak harus dibahas dengan emosi,” kata Walikota Bukittinggi, Erman Safar.

Menurut politisi Partai Gerindra itu, bukan kali ini saja program kepedulian yang ditujukan kepada masyarakat dijadikan persoalan, namun sudah terlalu banyak.

“Menurut saya, tak semua tanya harus dijawab dan tak semua pinta harus diberi. Empati kita ke masyarakat jangan terganggu oleh opini yang sengaja digiring untuk menjatuhkan,” ucap Walikota yang akrab disapa Bang Wako ini santai.

Program Kemasyarakatan

Erman Safar merinci, telah banyak program kemasyarakatan dalam upaya membantu warga yang membutuhkan digulirkan Pemkot Bukittinggi.

Diantaranya: 1. Jaminan kebutuhan pokok berupa bahan pokok dan warung utsman (voucher belanja gratis ) 2. Jaminan kesehatan berupa bantuan iuran BPJS 3. Bantuan modal tabungan utsman

Kemudian 4. Bantuan iuran komite sekolah 5. Bantuan tambahan honor bagi bagi guru honor untuk pendidikan formal dan informal 6. Jaminan kecelakaan kerja bagi pekerja rentan 7. Bantuan usaha bagi wanita rentan

“Semua itu jelas dalam upaya pemerintah untuk memberdayakan dan membuat mereka yang masuk kategori rentan bisa tetap survive,” ucapnya.

Sumber pendanaan dari program tersebut menurut Bang Wako, ada yang berasal dari APBD, APBN, CSR, Baznas, dan partisipasi masyarakat.

“Jadi penganggarannya jelas dan tentunya bisa diaudit. Sebagai walikota, tentunya tak mungkin sumber dananya dari sesuatu yang tidak jelas,” katanya serius.

Terkait adanya suara sumbang menyangkut bantuan berupa beras dengan tagline Bang Wako Peduli, Erman Safar tak terlalu mempersoalkannya.

“Niat kami jelas, yaitu membantu masyarakat. Jadi hal hal yang tak perlu diperdebatkan rasanya biarkan bergulir dan hilang dengan sendirinya,” imbuhnya.

Walikota tak menampik, di tahun politik sebagaimamana yang terjadi saat ini, lumrah saja ada pihak pihak yang ingin meraih simpati.

Salah satu caranya dengan mempersoalkan program pemerintah yang sejatinya telah dilakukan sejak dirinya terpilih sebagai Walikota Bukittinggi.

Erman Safar memastikan akan selalu berkomitmen untuk membantu warga Kota Bukittinggi lewat program Bang Wako Peduli.

“Tak masalah jika tak semua warga sejalan dengan program tersebut. Yang penting masyarakat terbantu,” tambahnya. (*)

ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Status Tanggap Darurat Provinsi, Pemprov Sumbar Bisa Bergerak Cepat

Berita Sesudah

Ade Sudarman Kembali Terpilih Jadi Anggota DPRD Dharmasraya

Berita Terkait

Dari ‘Rakyat’ ke ‘Masyarakat’: Pergeseran Kata dan Ideologi

Dari ‘Rakyat’ ke ‘Masyarakat’: Pergeseran Kata dan Ideologi

Minggu, 19/4/26 | 22:40 WIB

Oleh: M. Subarkah dan Maharani Syifa Ramadhan (Mahasiswa Program Magister Linguistik Universitas Andalas dan Mahasiswi Program Magister Sastra Universitas Padjajaran)...

Batu dan Zaman

Memaknai Ulang Sukses dalam Film “Tunggu Aku Sukses Nanti”

Minggu, 19/4/26 | 22:16 WIB

Oleh: Andina Meutia Hawa (Dosen Prodi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas)    Idulfitri merupakan frasa  bahasa Arab, terdiri...

Memahami Kembali Imbuhan memper-

Persoalan “ini” dan “itu” di dalam Berbagai Konteks

Minggu, 19/4/26 | 21:49 WIB

Oleh: Reno Wulan Sari (Dosen Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing Busan University of Foreign Studies, Korea Selatan) Kata ini dan...

Menemukan Waktu dalam Langkah

Menemukan Waktu dalam Langkah

Minggu, 19/4/26 | 20:43 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah) Dahulu, berjalan kaki bukanlah kebiasaan yang saya jalani secara utuh. Ia hanya menjadi cara berpindah...

Ketua DPW PKB Sumbar, Firdaus.[foto : ist]

65 Kandidat Ketua DPC PKB se-Sumbar Bakal Ikuti UKK

Kamis, 16/4/26 | 20:48 WIB

Ketua DPW PKB Sumbar, Firdaus.Padang, Scientia - Sebanyak 65 bakal calon Ketua Tanfidz Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa...

KAN Pauh Kamba Diduga Cegah Pencalonan Warga, Status Adat Jadi Penghalang Pilwana

KAN Pauh Kamba Diduga Cegah Pencalonan Warga, Status Adat Jadi Penghalang Pilwana

Kamis, 16/4/26 | 19:28 WIB

Padang Pariaman, Scientia — Kerapatan Adat Nagari (KAN) Pauh Kamba, Kecamatan Nan Sabaris, Kabupaten Padang Pariaman, diduga menghambat hak politik...

Berita Sesudah

Ade Sudarman Kembali Terpilih Jadi Anggota DPRD Dharmasraya

Discussion about this post

POPULER

  • Waspada Psikolog Gadungan, HIMPSI Sumbar Imbau Masyarakat Cek Keabsahan dan Legalitas

    Waspada Psikolog Gadungan, HIMPSI Sumbar Imbau Masyarakat Cek Keabsahan dan Legalitas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Kata “kepada”, “untuk”, dan “bagi”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Bahasa Indonesia Formal dan Informal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengangguran Sarjana Tembus 1 Juta, Puan: Sistem Pendidikan dan Pasar Kerja Kita Gagal Terkoneksi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemikiran Halliday tentang Semiotika Sosial dalam Ilmu Bahasa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengenal Konsep Metafungsi dalam Wacana

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • TERAS
    • EKONOMI
    • HUKUM
    • POLITIK
    • DAERAH
    • EDUKASI
    • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026