Senin, 09/11/26 | 05:25 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS

Kondisi Bantaran Sungai di Desa Pasir Sunur Pariaman Sangat Mengkhawatirkan

Kamis, 22/2/24 | 20:46 WIB

Pariaman, Scientia – Kerusakan Bantaran Sungai di Desa Pasir Sunur, Kecamatan Pariaman Selatan Kota Pariaman semakin membahayakan.

Pasalnya, pengikisan tanah akibat air sungai, hampir merembes ke dinding pondasi jalan di beberapa titik.

Kondisi kerusakan bantaran sepanjang kurang lebih 200 meter itu mengalami perbedaan di beberapa titik.

Ada yang sudah hampir mengenai dinding pondasi jalan, ada yang hanya tinggal kerangkanya saja.

BACAJUGA

Mengapa Perempuan Penyihir Dibunuh?

Setelah Video Selesai

Minggu, 08/11/26 | 18:04 WIB
Proses Eksperimen Unit 731 dalam Perspektif Sosiologi Sastra

Membongkar Teror “The Doll Ghawiah” melalui Kajian Folklor

Minggu, 08/11/26 | 16:00 WIB

Kemudian ada juga yang kerangkanya telah hancur dan terputus serta dinding bantaran sungai yang tenggelam maupun tidak terlihat lagi.

Pantauan Scientia.id di lapangan pada 20 Februari 2024, terlihat pada bagian bantaran yang rusak tidak dipasang plang atau rambu peringatan di sana.

Sebagian bantaran yang rusak itu juga telah ditumbuhi rumput yang menutupi kerusakan, sehingga tidak terlihat terlalu jelas.

Salah seorang masyarakat, Supriadi Ahmad mengatakan, jika kondisi bantaran tidak dilakukan perbaikan dengan cepat dan tepat, maka akan merembes hingga merubuhkan jalan.

Menurutnya, hempasan air pasang dan aliran sungai yang berbelokan, mengakibatkan laju air sungai menjadi kuat dan perlahan – lahan mengikis tanah.

Selain itu, dua juga menyampaikan bahwa dinding yang berbahan fiber juga tidak memiliki kekuatan untuk menahan kuatnya goncangan air dan mudah patah.

Apalagi dinding berbahan fiber itu juga dijadikan sebagai penahan timbunan pondasi bantaran.

Jika dindingnya patah maka tidak ada lagi yang menahan pengikisan tanah.

“Bahan dindingnya fiber, makanya tidak tahan. Coba diberi baja atau besi padat, pasti kuat,” kata Ahmad.

Kemudian, dia juga menyesali pemerintah yang tidak memasang rambu peringatan atau pembatasan yang melarang orang untuk berjalan dan beraktivitas di bantaran yang rusak itu.

Katanya, hal tersebut bisa berdampak pada nyawa seseorang, terutama pada bagian yang tertutupi rumput.

“Sangat bahaya. Kita tidak tahu kalau tiba – tiba ada yang terjatuh atau terpeleset di sana, terutama anak – anak, bisa membahayakannya. Setidaknya jika ada rambu larangan atau pembatas, bisa mengantisipasi orang – orang untuk melewati bantaran itu,” katanya.

Ambil Langkah Cepat

Dia berharap Balai Wilayah Sumatera V dapal mengambil langkah yang tepat dan cepat untuk memperbaiki kerusakan bantaran tersebut.

Sebab, bisa membahayakan nyawa seseorang dan biasanya bantaran itu sering digunakan sebagai lokasi memancing ikan serta bersantai – santai di sore hari.

“Semoga cepat diperbaiki dan bisa dimanfaatkan kembali oleh masyarakat,” harapnya.(yrp)

ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Di Hadapan Bupati, Nagari Balai Panjang Sampaikan Komitmen Laksanakan ODF

Berita Sesudah

Pisah Sambut Danlanud Sutan Sjahrir, Ini Harapan Gubernur Mahyeldi 

Berita Terkait

Mengapa Perempuan Penyihir Dibunuh?

Setelah Video Selesai

Minggu, 08/11/26 | 18:04 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Saya masih ingat buku panduan yang terselip di kotak...

Proses Eksperimen Unit 731 dalam Perspektif Sosiologi Sastra

Membongkar Teror “The Doll Ghawiah” melalui Kajian Folklor

Minggu, 08/11/26 | 16:00 WIB

Oleh: Tri Sutrisman (Mahasiswa Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas)   Pernahkah kamu mendengar sebuah cerita menyeramkan yang konon...

Batu dan Zaman

Perempuan, Hasrat, dan Female Gaze dalam Budaya Populer

Minggu, 08/11/26 | 15:51 WIB

Oleh: Andina Meutia Hawa (Dosen Prodi Sastra Indonesia FIB Universitas Andalas)   Jagat media sosial belakangan diramaikan oleh potongan video...

Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

Analisis Wacana Kritis Perang Kata-Kata Trump dan El Sayed

Minggu, 08/11/26 | 15:39 WIB

Oleh: Elly Delfia (Dosen Prodi Sastra Indonesia dan S2 Linguistik FIB Universitas Andalas) Para linguis memandang bahasa bukan hanya sebagai...

APHTN-HAN Sumbar Dorong Reformasi UU Pemilu, Empat Isu Strategis Jadi Sorotan

APHTN-HAN Sumbar Dorong Reformasi UU Pemilu, Empat Isu Strategis Jadi Sorotan

Minggu, 08/11/26 | 15:00 WIB

Ketua APHTN-HAN Sumbar, Khairul Fahmi saat diwawancara, Minggu (8/11). (SCIENTIA/Wahyu Saputra) Padang, SCIENTIA – Penataan sistem pemilihan umum (pemilu) dan...

Yesi Endriani Sosialisasikan Perda 2 Tahun 2003 Tentang Ekonomi Kreatif, Dorong UMKM Bukittinggi dan Agam Naik Kelas

Yesi Endriani Sosialisasikan Perda 2 Tahun 2003 Tentang Ekonomi Kreatif, Dorong UMKM Bukittinggi dan Agam Naik Kelas

Minggu, 08/11/26 | 12:25 WIB

BUKITTINGGI – Anggota Komisi V DPRD Provinsi Sumatera Barat, Hj. Yesi Endriani, SM, menggelar Sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Sumatera...

Berita Sesudah

Pisah Sambut Danlanud Sutan Sjahrir, Ini Harapan Gubernur Mahyeldi 

Discussion about this post

POPULER

  • Proses Eksperimen Unit 731 dalam Perspektif Sosiologi Sastra

    Membongkar Teror “The Doll Ghawiah” melalui Kajian Folklor

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cerpen “Senja di Hari Itu” Karya Elang Humaira Cipto dan Ulasannya oleh Azwar Sutan Malaka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Isma Yatun Kembali Pimpin BPK, Rangkap Plt Anggota VI Usai Fathan Subchi Wafat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Analisis Wacana Kritis Perang Kata-Kata Trump dan El Sayed

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • APHTN-HAN Sumbar Dorong Reformasi UU Pemilu, Empat Isu Strategis Jadi Sorotan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Realitas Kekuasaan Budaya Politik Elite di Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026