Senin, 02/11/26 | 02:52 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS

Kondisi Bantaran Sungai di Desa Pasir Sunur Pariaman Sangat Mengkhawatirkan

Kamis, 22/2/24 | 20:46 WIB

Pariaman, Scientia – Kerusakan Bantaran Sungai di Desa Pasir Sunur, Kecamatan Pariaman Selatan Kota Pariaman semakin membahayakan.

Pasalnya, pengikisan tanah akibat air sungai, hampir merembes ke dinding pondasi jalan di beberapa titik.

Kondisi kerusakan bantaran sepanjang kurang lebih 200 meter itu mengalami perbedaan di beberapa titik.

Ada yang sudah hampir mengenai dinding pondasi jalan, ada yang hanya tinggal kerangkanya saja.

BACAJUGA

Mengapa Perempuan Penyihir Dibunuh?

Setelah Gelas Kosong

Minggu, 01/11/26 | 15:51 WIB
Makna Dibalik Puisi “Harapan” Karya Sapardi Tinjauan Semiotika

Paradoks Representasi Subaltern dalam Novel Saman

Minggu, 01/11/26 | 12:50 WIB

Kemudian ada juga yang kerangkanya telah hancur dan terputus serta dinding bantaran sungai yang tenggelam maupun tidak terlihat lagi.

Pantauan Scientia.id di lapangan pada 20 Februari 2024, terlihat pada bagian bantaran yang rusak tidak dipasang plang atau rambu peringatan di sana.

Sebagian bantaran yang rusak itu juga telah ditumbuhi rumput yang menutupi kerusakan, sehingga tidak terlihat terlalu jelas.

Salah seorang masyarakat, Supriadi Ahmad mengatakan, jika kondisi bantaran tidak dilakukan perbaikan dengan cepat dan tepat, maka akan merembes hingga merubuhkan jalan.

Menurutnya, hempasan air pasang dan aliran sungai yang berbelokan, mengakibatkan laju air sungai menjadi kuat dan perlahan – lahan mengikis tanah.

Selain itu, dua juga menyampaikan bahwa dinding yang berbahan fiber juga tidak memiliki kekuatan untuk menahan kuatnya goncangan air dan mudah patah.

Apalagi dinding berbahan fiber itu juga dijadikan sebagai penahan timbunan pondasi bantaran.

Jika dindingnya patah maka tidak ada lagi yang menahan pengikisan tanah.

“Bahan dindingnya fiber, makanya tidak tahan. Coba diberi baja atau besi padat, pasti kuat,” kata Ahmad.

Kemudian, dia juga menyesali pemerintah yang tidak memasang rambu peringatan atau pembatasan yang melarang orang untuk berjalan dan beraktivitas di bantaran yang rusak itu.

Katanya, hal tersebut bisa berdampak pada nyawa seseorang, terutama pada bagian yang tertutupi rumput.

“Sangat bahaya. Kita tidak tahu kalau tiba – tiba ada yang terjatuh atau terpeleset di sana, terutama anak – anak, bisa membahayakannya. Setidaknya jika ada rambu larangan atau pembatas, bisa mengantisipasi orang – orang untuk melewati bantaran itu,” katanya.

Ambil Langkah Cepat

Dia berharap Balai Wilayah Sumatera V dapal mengambil langkah yang tepat dan cepat untuk memperbaiki kerusakan bantaran tersebut.

Sebab, bisa membahayakan nyawa seseorang dan biasanya bantaran itu sering digunakan sebagai lokasi memancing ikan serta bersantai – santai di sore hari.

“Semoga cepat diperbaiki dan bisa dimanfaatkan kembali oleh masyarakat,” harapnya.(yrp)

ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Di Hadapan Bupati, Nagari Balai Panjang Sampaikan Komitmen Laksanakan ODF

Berita Sesudah

Pisah Sambut Danlanud Sutan Sjahrir, Ini Harapan Gubernur Mahyeldi 

Berita Terkait

Mengapa Perempuan Penyihir Dibunuh?

Setelah Gelas Kosong

Minggu, 01/11/26 | 15:51 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Saya kira wawancara selesai ketika kopi susu di gelas...

Makna Dibalik Puisi “Harapan” Karya Sapardi Tinjauan Semiotika

Paradoks Representasi Subaltern dalam Novel Saman

Minggu, 01/11/26 | 12:50 WIB

Oleh: Muhammad Zakwan Rizaldi (Mahasiswa Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas dan Anggota UKMF Labor Penulisan Kreatif)...

Proses Eksperimen Unit 731 dalam Perspektif Sosiologi Sastra

Proses Eksperimen Unit 731 dalam Perspektif Sosiologi Sastra

Minggu, 01/11/26 | 12:42 WIB

Oleh: Tri Sutrisman (Mahasiswa Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas) Bagaimana jika sebuah laboratorium yang seharusnya digunakan untuk menyelamatkan...

Laut Bercerita: Ketika Cerita Beralih ke Layar

Laut Bercerita: Ketika Cerita Beralih ke Layar

Minggu, 01/11/26 | 12:26 WIB

Oleh: Rizky Amelya Furqan (Dosen Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas) Matilah kau mati, kau akan lahir...

Mahyeldi: Guru Tak Boleh Menyeragamkan Kemampuan Siswa, Kenali Potensi Setiap Anak

Mahyeldi: Guru Tak Boleh Menyeragamkan Kemampuan Siswa, Kenali Potensi Setiap Anak

Minggu, 01/11/26 | 01:48 WIB

Padang Pariaman, Scientia — Keberhasilan pendidikan tidak semestinya diukur dari kemampuan seluruh peserta didik mencapai standar yang sama. Setiap anak...

Mahyeldi: Kualitas Pelayanan Rumah Sakit Menentukan Kepercayaan dan Pendapatan

Mahyeldi: Kualitas Pelayanan Rumah Sakit Menentukan Kepercayaan dan Pendapatan

Minggu, 01/11/26 | 01:32 WIB

Padang, Scientia — Rumah sakit tidak cukup hanya mengandalkan kelengkapan fasilitas dan kecanggihan teknologi untuk meningkatkan pendapatan. Kualitas pelayanan, keselamatan...

Berita Sesudah

Pisah Sambut Danlanud Sutan Sjahrir, Ini Harapan Gubernur Mahyeldi 

Discussion about this post

POPULER

  • Makna Dibalik Puisi “Harapan” Karya Sapardi Tinjauan Semiotika

    Paradoks Representasi Subaltern dalam Novel Saman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemprov Sumbar Terapkan Syarat Inovasi untuk Kenaikan Jabatan ASN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Satlantas Polres Pariaman Siap Laksanakan Operasi Patuh Singgalang 2026, Kerahkan 26 Personel

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mahyeldi: Guru Tak Boleh Menyeragamkan Kemampuan Siswa, Kenali Potensi Setiap Anak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Membaca Novel Siti Nurbaya dalam Pandangan Sejarah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Proses Eksperimen Unit 731 dalam Perspektif Sosiologi Sastra

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Laut Bercerita: Ketika Cerita Beralih ke Layar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026