Kamis, 01/10/26 | 01:58 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS

Kondisi Bantaran Sungai di Desa Pasir Sunur Pariaman Sangat Mengkhawatirkan

Kamis, 22/2/24 | 20:46 WIB

Pariaman, Scientia – Kerusakan Bantaran Sungai di Desa Pasir Sunur, Kecamatan Pariaman Selatan Kota Pariaman semakin membahayakan.

Pasalnya, pengikisan tanah akibat air sungai, hampir merembes ke dinding pondasi jalan di beberapa titik.

Kondisi kerusakan bantaran sepanjang kurang lebih 200 meter itu mengalami perbedaan di beberapa titik.

BACAJUGA

Donizar bersama tim kesenian musik tradisional Gondang Boroguang dalam PKSB 2026. Selasa malam, (29/9) [foto: ist]

Donizar Apresiasi Penampian Kesenian Musik Gondang Boroguang, Warisan Adat Lubuak Gadang yang Terus Dijaga

Rabu, 30/9/26 | 18:46 WIB
Gerak Cepat Lian Octavia Candra, Salurkan Bantuan Bagi Warga Terdampak Galodo

Gerak Cepat Lian Octavia Candra, Salurkan Bantuan Bagi Warga Terdampak Galodo

Rabu, 30/9/26 | 13:48 WIB

Ada yang sudah hampir mengenai dinding pondasi jalan, ada yang hanya tinggal kerangkanya saja.

Kemudian ada juga yang kerangkanya telah hancur dan terputus serta dinding bantaran sungai yang tenggelam maupun tidak terlihat lagi.

Pantauan Scientia.id di lapangan pada 20 Februari 2024, terlihat pada bagian bantaran yang rusak tidak dipasang plang atau rambu peringatan di sana.

Sebagian bantaran yang rusak itu juga telah ditumbuhi rumput yang menutupi kerusakan, sehingga tidak terlihat terlalu jelas.

Salah seorang masyarakat, Supriadi Ahmad mengatakan, jika kondisi bantaran tidak dilakukan perbaikan dengan cepat dan tepat, maka akan merembes hingga merubuhkan jalan.

Menurutnya, hempasan air pasang dan aliran sungai yang berbelokan, mengakibatkan laju air sungai menjadi kuat dan perlahan – lahan mengikis tanah.

Selain itu, dua juga menyampaikan bahwa dinding yang berbahan fiber juga tidak memiliki kekuatan untuk menahan kuatnya goncangan air dan mudah patah.

Apalagi dinding berbahan fiber itu juga dijadikan sebagai penahan timbunan pondasi bantaran.

Jika dindingnya patah maka tidak ada lagi yang menahan pengikisan tanah.

“Bahan dindingnya fiber, makanya tidak tahan. Coba diberi baja atau besi padat, pasti kuat,” kata Ahmad.

Kemudian, dia juga menyesali pemerintah yang tidak memasang rambu peringatan atau pembatasan yang melarang orang untuk berjalan dan beraktivitas di bantaran yang rusak itu.

Katanya, hal tersebut bisa berdampak pada nyawa seseorang, terutama pada bagian yang tertutupi rumput.

“Sangat bahaya. Kita tidak tahu kalau tiba – tiba ada yang terjatuh atau terpeleset di sana, terutama anak – anak, bisa membahayakannya. Setidaknya jika ada rambu larangan atau pembatas, bisa mengantisipasi orang – orang untuk melewati bantaran itu,” katanya.

Ambil Langkah Cepat

Dia berharap Balai Wilayah Sumatera V dapal mengambil langkah yang tepat dan cepat untuk memperbaiki kerusakan bantaran tersebut.

Sebab, bisa membahayakan nyawa seseorang dan biasanya bantaran itu sering digunakan sebagai lokasi memancing ikan serta bersantai – santai di sore hari.

“Semoga cepat diperbaiki dan bisa dimanfaatkan kembali oleh masyarakat,” harapnya.(yrp)

ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Di Hadapan Bupati, Nagari Balai Panjang Sampaikan Komitmen Laksanakan ODF

Berita Sesudah

Pisah Sambut Danlanud Sutan Sjahrir, Ini Harapan Gubernur Mahyeldi 

Berita Terkait

Donizar bersama tim kesenian musik tradisional Gondang Boroguang dalam PKSB 2026. Selasa malam, (29/9) [foto: ist]

Donizar Apresiasi Penampian Kesenian Musik Gondang Boroguang, Warisan Adat Lubuak Gadang yang Terus Dijaga

Rabu, 30/9/26 | 18:46 WIB

Donizar bersama tim kesenian musik tradisional Gondang Boroguang dalam PKSB 2026. Selasa malam, (29/9) Padang, Scientia — Denting alat musik...

Gerak Cepat Lian Octavia Candra, Salurkan Bantuan Bagi Warga Terdampak Galodo

Gerak Cepat Lian Octavia Candra, Salurkan Bantuan Bagi Warga Terdampak Galodo

Rabu, 30/9/26 | 13:48 WIB

Arosuka, Scientia.id — Di tengah suasana pemulihan pascabencana yang masih berlangsung, kepedulian terhadap warga terdampak terus mengalir. Salah satunya datang...

Cagak Sastra Hidupkan Kembali Ruang Pertemuan Generasi Muda dengan Sastra

Cagak Sastra Hidupkan Kembali Ruang Pertemuan Generasi Muda dengan Sastra

Rabu, 30/9/26 | 10:20 WIB

Padang, Scientia.id — Yayasan Cagak Inti Kultura bekerja sama dengan Direktorat Pengembangan Budaya Digital Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia menggelar Cagak...

Sempat Membaik, Kabut Asap Kembali Selimuti Dharmasraya

Sempat Membaik, Kabut Asap Kembali Selimuti Dharmasraya

Rabu, 30/9/26 | 09:22 WIB

Dharmasraya, Scientia.id — Kabut asap kembali menyelimuti sejumlah wilayah di Kabupaten Dharmasraya pada Selasa (29/9/2026), setelah beberapa hari belakangan sempat...

Bawaslu Agam Temukan 417 Data Pemilih Perlu Diperbaiki

Bawaslu Agam Temukan 417 Data Pemilih Perlu Diperbaiki

Selasa, 29/9/26 | 15:42 WIB

Lubuk Basung, Scientia — Bawaslu Kabupaten Agam menemukan 417 data pemilih yang perlu diperbaiki selama pengawasan Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan...

Peran Sistem Kaderisasi Non Formal PMII sebagai Jawaban Menghadapi Tantangan Zaman

Peran Sistem Kaderisasi Non Formal PMII sebagai Jawaban Menghadapi Tantangan Zaman

Selasa, 29/9/26 | 13:47 WIB

Dharmasraya, Scientia.id - Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) sejak awal kelahirannya menempatkan kaderisasi sebagai jantung organisasi. PMII bukan hanya ruang...

Berita Sesudah

Pisah Sambut Danlanud Sutan Sjahrir, Ini Harapan Gubernur Mahyeldi 

Discussion about this post

POPULER

  • Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

    Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pria ini Taklukan Lele Raksasa Ukurannya Nyaris Tiga Meter

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Puisi-puisi Arza Kailla Chaerani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Puisi-puisi Dharma Purnama Putra

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Awalan ber- dan me-

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cahaya dari Surau Tuo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Peran Sistem Kaderisasi Non Formal PMII sebagai Jawaban Menghadapi Tantangan Zaman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026