Kamis, Oktober 29, 2020

Cincin Emas Ayala

Cerpen: Reno Wulan Sari Ayala memperhatikan semua cincin yang ada di meja pajangan itu. Ia mencoba beberapa yang berwarna emas, sambil terus berpikir tentang ukuran dan...

Azka Sofa

Ia menatap jam tangan gold-white yang meringkuk manis di pergelangan tangan kirinya. Jarum jam menunjukkan 8.30 waktu Korea Selatan. Mereka harus segera berlari jika tidak mau ketinggalan jihacol atau kereta bawah tanah jalur Seoul Station-City Hall. Kereta akan tiba dalam waktu 5 menit. Pemberitahuannya terpampang jelas di layar LCD besar yang ada di ruang tunggu. Pemberitahuan itu akurat sesuai dengan sistem perkalian matematika yang rumit hingga membentuk sebuah akurasi sistem yang berlaku di salah satu negara maju di Asia Timur Raya ini.

Anak Ibu

Cerpen: Azwar Sutan Malaka Suara adzan yang merdu tak sanggup menjawab pertanyaan di kepala Sri. Pertanyaan yang sudah lama ada dalam kepalanya. Pertanyaan tentang siapakah dirinya. Apakah...

Serumit Nayya

Cerpen : Condra Antoni   From: Garuh To: “Nayya” Date:  Sat, Feb 16, 2019 at 7:18 PM Subject:  Apa Kabar Hai Nayya. Apa kabarmu tujuh tahun belakangan ini? Semoga kamu bahagia dengan hidupmu. Dengan...

Eighteen

Oleh : (Nana Rulando/ Universitas Andalas) Juara Harapan 1 Lomba Menulis Cerpen Festival Budaya Korea 2019 UPT Pusat Bahasa Universitas Andalas “Usia 18 tahun bukanlah usia yang...

Bulan di Atas Laut

Cerpen: Putra Santoso* Setegar itu kekasih laut. Tanganmu legam dan berdarah, mengulur kail, menggulung pukat, dan mendayung kayuh. Atau terkadang tubuh kurusmu nyaris tersungkur pada sebuah...

“Last Birthday”

Oleh : (Anisa Novianti Putri/ Universitas Andalas) Juara 1 Lomba Menulis Cerpen Festival Budaya Korea 2019 UPT Pusat Bahasa Universitas Andalas     “Lee Hana!” panggil ibuku terus...

LIFE RIDDLE

Oleh : (Fayra Asteriena Fazly/ Universitas Andalas) Juara 2 Lomba Menulis Cerpen Festival Budaya Korea 2019 UPT Pusat Bahasa Universitas Andalas Kupikir manusia itu menyukai hal-hal yang...

Lelaki Medang Batu

Cerpen: Putra Santoso Dan ketika gerimis senja mulai merinai di pangkal tebing, tiba-tiba selaksa luka kembali menyeruak dengan semenah-mena. Luka atas kenangan masa lalu yang...

Puan

Cerpen: Jufika Martalina   Aku masih ingat ketika suara ibu memanggilku. “Puan, bukankah hari ini adalah hari kedatangannya?” Aku kaget bukan kepalang. Ya, namaku Puan. Aku tidak tahu mengapa...

That Dazzling Day

Oleh : (Maharani Putri/ Universitas Andalas) Juara 3 Lomba Menulis Cerpen Festival Budaya Korea 2019 UPT Pusat Bahasa Universitas Andalas “Nal neomu neomu neomu johahamyeon geuttae malhaejwo.” “Naega...

Mata Air Bulan April

Cerpen: Jufika Martalina Suara gemuruh mengiringi kemunculannya. Seorang pria paruh baya berteriak. “Lihatlah, dia telah muncul”. Mata air itu akhirnya muncul di kaki Bukit Nabu. Berita kemunculannya...

Calon Minantu Abak

Cerpen: Armini Arbain Gebrak, Abak menepuk meja dengan kuat. Sambil berdiri dan pergi Abak  berkata, “Apapun alasannya, Abak ndak setuju kalau Salim menikah dengan perempuan yang...
Mayherlin

Kepergian Ayah

Cerpen : Mayherlina “Pemirsa berita pagi. Pemerintah mulai mencanangkan kehidupan New Normal. Masyarakat diminta untuk mematuhi peraturan pemerintah. Bila keluar rumah, harus memakai masker, rajin...

Malam Menggenang di Kota

Cerpen: Amalia Aris Saraswati Hari cepat sekali berlalu. Kemarin rasanya masih Minggu, tiba-tiba sudah Kamis saja. Kemarin rasanya baru lepas SMA dan masuk kuliah, tiba-tiba harus...

Untuk Kang Mas

Cerpen : Lulu Fahkrunisa  Ramadan selalu membawa berkah tersendiri untukku. Terang saja, apa yang tidak kudapati di bulan lain, selalu kudapati di saat Ramadan. Aku percaya...

Aku dan Perjalanan

Cerpen:Hamsiah “Bhineka tunggal Ika” sudah tidak asing lagi di seantero negeri ini. Semboyan yang diambil dari Kitab Sutasoma pada masa Kerajaan Majapahit, buah tangan dari...

Dokter

Cerpen: Ria Febrina Napas dokter itu terasa sesak. Sudah tidak beraturan. Naik turun. "Apakah ini sakratulmaut?," batinnya. Namun, ia tepis. Pertolongan pertama untuk pernapasan yang ia ketahui...

Berburu Babi di Kota

Cerpen : M. Yunis Siang itu, Mrs. Bib menyibukkan diri di ladang gersang belakang rumah. Dia tahu rumah kandangnya sudah terlalu rapuh. Mungkin sebentar lagi...

Aktivis Tanpa Toa

                    Cerpen: Buya FH                       Bagaimana kabarmu...