Indonesia Waspada El Nino dan La Nina di Akhir Tahun 2020

Nurdin

Oleh:
Tim Penulis* 
Mahasiswa Fisika
FMIPA Universitas Andalas

Menjelang akhir tahun 2020 ini, banyak peristiwa terkait perubahan cuaca yang bersifat ekstrem terjadi di Indonesia. Banyak pertanyaan yang timbul di kalangan masyarakat terkait cuaca ekstrem ini. Mulai dari penyebab sampai kepada dampak yang ditimbulkan. Untuk menjawab itu, pada tulisan ini penulis mencoba menguraikannya secara ringkas.

Peristiwanya dinamakan La nina, dan lawan dari peristiwa ini adalah El nino. La nina dan El nino ialah suatu peristiwa yang menggambarkan adanya perubahan pada iklim bumi. El nino yaitu peristiwa ketika suhu air laut yang ada di Samudra Pasifik memanas di atas suhu normal rata-rata. Sedangkan, La nina ialah peristiwa turunnya suhu air laut di Samudera Pasifik di bawah suhu rata rata sekitarnya.

El nino terjadi karena meningkatnya suhu perairan di Pasifik Timur dan Pasifik Tengah yang berakibat meningkatnya suhu dan atmosfer menjadi lembab. Juga menyebabkan pembentukan awan dan meningkatkan curah hujan pada kawasan tersebut. El nino juga mengakibatkan tekanan udara pada Barat Samudera Pasifik yang menghambat pertumbuhan awan di laut Indonesia bagian timur. Ini membuat curah hujan menurun secara tidak normal di beberapa wilayah di Indonesia.

Sedangkan, La nina terjadi karena suhu permukaan laut pada bagian Barat dan Timur Pasifik yang menjadi lebih tinggi daripada biasanya. Kejadian tersebut mengakibatkan tekanan udara pada ekuator Pasifik barat menurun yang mendorong pembentukkan awan berlebihan dan menyebabkan curah hujan tinggi pada daerah yang terdampak.

Dampak El nino dan La nina di lndonesia

Pada sektor ekonomi El nino memiliki dampak paling langsung pada kehidupan di Pasifik ekuator. Ketika kondisi El nino berlangsung selama berbulan-bulan, pemanasan laut yang ekstensif dan pengurangan angin pasat timur membatasi naiknya air dalam yang kaya nutrisi dingin, dan efek ekonominya pada penangkapan ikan lokal untuk pasar internasional dapat menjadi serius.

El nino dapat mempengaruhi harga komoditas dan ekonomi makro. Hal itu dapat membatasi pasokan komoditas pertanian, mengurangi hasil pertanian, konstruksi, kegiatan jasa, menciptakan fluktuasi harga pangan, dan inflasi umum, serta dapat memicu keresahan sosial di negara-negara miskin yang bergantung pada komoditas yang terutama bergantung pada makanan impor.

Pada studi pustaka makalah kerja Universitas Cambridge menunjukkan bahwa untuk sementara negara-negara seperti Australia, Chili, Indonesia, India, Jepang, Selandia Baru, dan Afrika Selatan menghadapi penurunan aktivitas ekonomi yang berumur pendek sebagai tanggapan terhadap guncangan El nino.

Apakah cuaca ekstrem ini juga berdampak pada kesehatan dan sosial penduduk? Nah, untuk dampak pada bidang kesehatan dan sosial pasti banyak. Kondisi cuaca ekstrem ini juga terkait dengan perubahan kejadian penyakit epidemik. Misalnya terjadi peningkatan risiko beberapa penyakit yang ditularkan oleh nyamuk, seperti malaria, demam berdarah, dan demam lembah rift.

Beberapa kasus dampak cuaca ektrem terhadap penyakit di berbagai negara contohnya siklus malaria di India, Venezuela, Brasil, dan Kolombia kini dikaitkan dengan El nino dan La nina. Selain itu, wabah penyakit lain yang ditularkan oleh nyamuk ensefalitis Australia yang terjadi di Australia Tenggara yang beriklim sedang setelah hujan lebat dan banjir, juga terkait dengan peristiwa La nina. Wabah demamRift Valley

yang parah terjadi setelah curah hujan yang ekstrem di timur laut Kenya dan Somalia Selatan selama El nino 1997–1998.

Selain berdampak pada manusia, cuaca ekstrem juga berdampak kepada ekosistem. Di ekosistem darat, ada contoh kasus wabah hewan pengerat yang diamati di Chili Utara dan di sepanjang gurun pesisir Peru setelah peristiwa El nino 1972-1973. Sementara, beberapa primata nokturnal dan beruang madu Malaya punah secara lokal atau mengalami penurunan drastis jumlahnya di dalam hutan yang terbakar tersebut.

Selain itu, selama peristiwa ENSO 1982–1983, 1997–1998 dan 2015–2016, tetjadi perluasan hutan tropis yang mengalami periode kemarau berkepanjangan yang mengakibatkan kebakaran yang meluas, dan perubahan drastis dalam struktur hutan dan komposisi spesies pohon di hutan Amazon dan Kalimantan. Dampaknya tidak hanya membatasi vegetasi karena penurunan populasi serangga yang diamati setelah kekeringan ekstrem dan kebakaran hebat selama El nino 2015-2016.

Penurunan spesies burung spesialis habitat dan sensitif gangguan serta mamalia pemakan buah besar juga diamati di hutan Amazon yang terbakar. Sementara kepunahan lebih dari 100 spesies kupu-kupu dataran rendah terjadi di lokasi hutan yang terbakar di Kalimantan.

Dampak Cuaca Ekstrem bagi Indonesia

Pengaruh El nino terhadap Indonesia umumnya ialah membuat suhu permukaan air laut di sekitar Indonesia menurun, yang berakibat pada berkurangnya pembentukan awan yang membuat curah hujan menurun. Namun kandungan klorofil-a pada lautan Indonesia meningkat. Kandungan klorofil-a yang meningkat berarti meningkatnya pasokan makanan di lautan Indonesia yang tentunya meningkatkan jumlah ikan yang ada di sekitar perairan Indonesia.

Selain itu fenomena La nina juga mengakibatkan meningkatnya curah hujan yang membuat cuaca pada musim kemarau Indonesia menjadi lebih basah. Sehingga, La Nina akan sangat terasa dampaknya bagi kota dan daerah yang tidak mempunyai resapan air yang bagus, contohnya kota Jakarta. La nina juga terasa di beberapa kota dan daerah di Indonesia seperti Solo, Banjarnegara, Wonogiri, Cilacap, dan yang lainnya, yang akan membuat potensi banjir dan longsor di daerah tersebut meningkat.

Dengan meningkatnya curah hujan dan potensi banjir, dampak La nina juga berpengaruh terhadap permasalahan-permasalahan kesehatan yang meningkat seperti banyaknya penyakit-penyakit menular water borne disease seperti, diare, demam tipus, kolera, disentri, leptospirosis, dan hepatitis A.

Sementara itu dampak dari La nina terhadap nelayan Indonesia adalah berkurangnya tangkapan ikan yang dikarenakan kurangnya kandungan klorofil-a yang merupakan makanan ikan di lautan. Sementara, dampaknya bagi petani adalah banjir yang mengancam persawahan dan bisa terdapat kerugian materil karena banjir di lahan pertanian.

Untuk itu, mari kita persiapkan diri kita untuk menghadapi cuaca ekstrem pada akhir tahun ini dan mengatur strategi untuk meminimalisir terjadinya kerugian di berbagai sektor dalam kehidupan. Serta selalu waspada karena bencana tersebut kita tidak tahu kapan pasti datangnya. (*)

Tim Penulis
Nurdin dan Andre Mahendra

Comment