Bawaslu Pariaman Rangkul Tokoh Masyarakat Tolak Politik Uang, Sara, Hoax dan Ujaran Kebencian

Scientia.id – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Pariaman rangkul Ormas, OKP, Tokoh Adat, dan Agama didaerah itu untuk bersama melawan politik uang, sara, hoax dan ujaran kebencian dalam pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumbar.

“Kegiatan ini bukan yang permata kita adakan. Sosialisasi ini adalah salah satu langkah untuk antisipasi politik uang, sara, hoax dan ujaran kebencian dalam pemilu mendatang,” kata Ketua Bawaslu Pariaman, Riswan di Pariaman, Selasa (24/11).

Riswan mengatakan, untuk sosialisasi kali ini sengaja melibatkan Ormas, OKP, tokoh adat, dan agama agar mereka memberikan pemahaman kepada masyarakat lain tentang pentingnya menolak politik uang dan sebagainya itu.
“Para tokoh yang dihadirkan saat ini bisa menjadi corong untuk menyampaikan kepada masyarakat agar melawan Politik Uang, Sara, Hoax dan ujaran kebencian,”

Riswan tidak bisa pungkiri dalam pemilihan Gubernur 2020 ada potensi terjadinya politik uang. Namun, pihaknya bersama jajaran terus berupaya untuk melakukan antisipasi dan pencegahan.
“Kita tetap terus melakukan pemantauan dan pengawasn,” katanya.

Lebih lanjut Riswan mengatakan, pihaknya akan terus merangkul setiap elemen masyarakat di Kota Pariaman agar dapat memberikan pemahaman kepada seluruh warga untuk menolak politik uang dan pelanggaran pilkada lainnya.

Bahkan, lanjut Riswan pihaknya sudah ada me dapatkan informasi tentang dugaan politik uang di Pariaman. Namun, pihaknya kekurangan bukti, sehingga tidak bisa di proses.

“Kita tetap mengimbau masyarakat agar tetap melaporkan dugaan politik uang kepada kami, jika tidak mau jadi pelapor mayarakat juga bisa menjadi informan saja, untuk identitasnya tentu tetap kami jamin dan dirahasiakan,” katanya.

Riswan menyampaikan, jika tidak ada peran aktif dari masyarakat maka Pemilu ini tidak akan bisa berjalan sesuai dengan tujuan pemilu itu sendiri. Untuk itu pengawasan ini meruapakan tanggung jawab bersama, tidak hanya penyelengara pemilu saja.

“Kami dari Bawaslu dan jajaran memang memiliki tugas pokok untuk pengawasan ini, tetapi peranan masyarakat juga sangat penting,” katanya.(Yrp).

 

Comment