Puisi-puisi Naelus Sya’adah

M e r d e k a   Ka u   S a m s u l !

kau datang dan pergi berkali-kali
hayatan rindu tak menyentuhmu
bagaimana aku seperti debu
berulang kali kau sapu
merdeka kau Samsul!
singa buas menerkammu
kera kelaparan mengintaimu
piton melilitmu
racun hutan membunuhmu
dingin membeku tubuhmu
panas membakarmu
jalan sepi, belatung-belatung
menunggu busuk tubuhmu
sedang puisiku memelukmu
tubuhnya hangat
doa menjadi rintih dalam puisiku
suaranya merdu
memanggil Tuhan
hidupkan berkalikali
merderka kau Samsul!
kau takkan mati
dipeluk puisi

¬_nae, Brebes ‘20

 

P u i s i  L a m a

aku dibuat jatuh cinta oleh kata yang rahasia
suara yang tak bersua
di ujung malam, secangkir teh menjadi orang dewasa
yang sendirian

tubuhnya dipenuhi kata kata yang hilang
matanya adalah huruf-huruf berhamburan
Kaca-kaca berjatuhan dan pecah menjadi luka
air mata menjadi kekeringan
jarinya lumpuh mengemban kata yang paruh

angit gelap dan jendela yang menerima kehilangan
angin menyapu diam
puisi lama menjadi bisikkan celah kecil di dadanya
pohon menulis dirinya sendiri
menggugurkan daun daun kering menyambut
kekasihnya mati menelan sepi

pilu dan abu-abu membawa awan di kepalaku
ia tidak menuangkan hujan yang berlebihan
gerimis yang kekurangan
menakarnya dengan ujung jari yang tidak memberinya kepastian
malam membawaku datang mengunjungi pertunjukan kecil
ia memakai gaun hitam dan sepatu perjalanan
tirai terbuka dan seorang puan sedang jatuh cinta
pundaknya memangku abjad raksasa
ia celupkan sendiri jarinya dalam secangkir puisi
membiarkan kata kata menjadi melepuh
meminumnya menjadi kenanga lapuh

¬_nae, Brebes ‘20

 

Biodata Penulis:

Naelus Sya’adah atau Nae lahir di Brebes, 16 Agustus 1997. Mahasiswa UHAMKA ini hobi menulis kata dengan rasa. Nae biasanya mengunggah tulisannya di akun instagram miliknya, @nae_sy. Selain menulis, Nae juga hobbi membaca buku, mendengarkan musik, dan menonton film.

Comment