Tim 7 Razia Pekat, Miras dan Narkoba Berhasil Disita

Tim 7 Razia Pekat, Miras dan Narkoba Berhasil Disita
Razia kedai miras milik RS (58).

Payakumbuh, Scientia – Tim 7 Kota Payakumbuh operasi minuman keras di Kelurahan Parik Muko Aia, Kecamatan Lamposi Tigo Nagori. Tim terdiri dari TNI, Polri, POM TNI, Kejaksaan, serta Satpol-PP itu berhasil menyita sebanyak lebih dari 472 botol minuman keras beralkohol, Rabu (4/11).

Tim merazia kedai milik perempuan berinisial RS (58). Dari sana ditemukan miras bermerek Anggur Merah, Whisky dan Brandy.

Operasi ini gencar dilakukan Pemko sebagai upaya mencegah Kota Payakumbuh dari maksiat. Wali Kota, Riza Falepi sangat ingin agar kota yang dipimpinnya ini bebas dari bentuk pelanggaran moral.

Kepala Satpol PP Payakumbuh, Devitra yang memimpin operasi itu mengatakan pemilik minuman terbukti telah melakukan perbuatan jual beli minuman keras. Ini merupakan pelanggaran kepada Peraturan Daerah (Perda) Kota Payakumbuh Nomor 16 Tahun 2016 Tentang Pencegahan dan Penindakan Penyakit Masyarakat dan Maksiat (Pekat).

“Miras tersebut diamankan setelah kita periksa di berbagai tempat di dalam kedai milik RS. Termasuk dari dalam sebuah mobil yang terparkir di depan rumahnya. Kuat dugaan kita kalau ratusan botol miras yang dalam mobil itu baru sampai dan belum sempat dibongkar untuk diperjual belikan,” kata Devitra.

Keterangan dari Ketua Harian Tim 7 itu saat didampingi Kasi Intel Kejaksaan Negeri Payakumbuh Robby Prasetya, pelaku RS ini bukanlah “orang” baru dalam bisnis itu. Bahkan diketahui ia telah berulang kali terkena razia dan pernah dituntut ke pengadilan atas Tindak Pidana Ringan (Tipiring).

Petugas juga berhasil mengamankan seorang pria yang diduga petugas parkir di depan rumah sakit swasta di dekat kantor Balaikota eks Lapangan Poliko. Petugas mendapatkan puluhan paket obat-obatan terlarang berupa 513 butir eximer dan 31 butir trihexyphenidyl. Barang ini diduga dijual secara bebas dan disalahgunakan oleh pelaku berinisial AF (25).

Comment