Pacu Itiak, Warisan Budaya dan Magnet Wisata Payakumbuh

Pacu Itiak, Warisan Budaya dan Magnet Wisata Payakumbuh
Pacu itiak, permainan anak nagari di Payakumbuh, Senin (19/10).

Payakumbuh, Scientia – Senin, (19/10). Pacu Itiak atau Pacu Terbang Itiak ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia. Warisan ini ditetapkan pada sidang virtual di Kantor Dinas Kebudayaan Provinsi Sumatera Barat, 6-9 Oktober 2020.

Kepala Dinas Kebudayaan Sumbar, Gemala Ranti mengatakan Provinsi Sumbar mengusulkan 34 karya budaya, tapi hanya 8 yang dapat disidangkan tahun ini, salah satunya pacu itiak. 6 karya budaya disidangkan tanpa catatan dan 2 karya budaya disidangkan dengan catatan.

Wakil Walikota Payakumbuh, Erwin Yunaz berharap kegiatan pelestarian pacu itiak ini lebih bisa dikembangkan menjadi magnet wisata budaya Payakumbuh. Sehingga dapat meningkatkan taraf hidup dan ekonomi masyarakat. Baik pelaku dan peternak itiak pacu, maupun masyarakat Payakumbuh secara umum.

“Kegiatan pacu itiak bisa menjadi simbol keberhasilan panen dan peternakan. Sehingga kegiatan ini bisa menjadi pencerminan budaya dan ekonomi masyarakat Kota Payakumbuh,” ujar Erwin Yunaz.

Pacu Itiak tak hanya sebagai hiburan masyarakat semata, tetapi juga akan dikembangkan untuk jangka panjang dan terorganisasi dengan baik. Seperti terbentuknya UMKM yang menciptakan lapangan kerja baru masyarakat. Contohnya melalui penjualan baju dengan bergambar Kota Payakumbuh dan Itiak, olahan Rendang Itiak dan usaha lainnya.

Comment