Menilik Tari Indang di Gando, Paninggahan

Padang, Scientia – Kelompok kesenian Danau Indah Jorong Gando, Nagari Paninggahan Kecamatan Junjung Sirih Kabupaten Solok, lestarikan budaya tari Indang. Kelompok ini beranggotakan 30 orang baik laki-laki maupun perempuan dari usia 10 sampai usia lanjut.

Ketua Danau Indah, Riko mengungkapkan semua warga jorong yang boleh ikut kesenian ini. Bahkan jika ada yang sudah tua dan masih sanggup menari indang. Danau Indah sendiri telah 8 tahun berdiri untuk mewadahi warga jorong menari Indang. Mereka biasanya tampil pada acara-acara formal nagari maupun pesta pernikahan warga.

Ada banyak tarian Minangkabau, di Nagari Paninggahan sendiri ada tarian yang menjadi kekhasan di masing-masing jorong. Paninggahan melestarikan tari Sewah, Randai, Indang dan lainnya.

“Di Jorong Gando sendiri hanya fokus mengembangkan Indang, sedangkan tari lainnya hanya tambahan saja,” kata Riko pada Scientia, Sabtu (17/10).

Tari Indang merupakan tari yang dilakukan secara berkelompok, biasanya terdiri dari 7 orang. Tari ini dibawakan dengan posisi diduduk sambil berdendang dan memainkan rebana kecil. Dendang dibawakan oleh 1 orang, berisi nasehat dan pepatah petitih dalam bahasa Minang.

Kesenian di jorong ini juga telah mendapat perhatian dari Dinas Kebudayaan dan Institut Seni Indonesia (ISI) Padang Panjang. Dari dinas mereka difasilitasi berupa alat dan pakaian.(ams)

Comment