KING Nganjuk Butuh Investor

KING Nganjuk Butuh Investor
Senator AA LaNyalla Mahmud Mattalitti tinjau langsung percepatan pembangunan wilayah Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Selasa (13/10).

Padang, Scientia – Senator AA LaNyalla Mahmud Mattalitti pantau percepatan pembangunan kawasan di Jawa Timur. Termasuk percepatan pembangunan ekonomi kawasan Selingkar Wilis dan lintas selatan.

Ia mengatakan ingin mengetahui secara langsung progres pengembangan percepatan pembangunan Kabupaten Nganjuk yang masuk dalam Perpres 80 Tahun 2019. Karena dengan reses inilah ia dapat melihat langsung persoalan di daerah dan menyampaikan ke pemerintah pusat.

“Kami di DPD RI bertekad dan memiliki orientasi kerja untuk membantu percepatan pembangunan daerah dan melalukan advokasi atau pembelaan terhadap kepentingan daerah,” ujar La Nyalla, Selasa (13/10).

Bupati Nganjuk, Novi Rahman Hidayat menyampaikan progres pembangunan wilayahnya. Ada 2 bendungan yang belum selesai, yaitu Bendungan Margopatut dan Bendungan Semantok. Kedua bendungan masih dalam proses pembangunan.

karena sangat penting untuk meminimalisir banjir dan untuk menahan air yang berlimpah pada musim penghujan, serta mendistribusikannya pada musim kemarau ke areal persawahan.

Terkait pengembangan Kawasan Industri Nganjuk (KING), Novi menyampaikan adanya kendala pada kebutuhan lahan. KING banyak membutuhkan lahan yang ternyata kebanyakan milik masyarakat. Ada sekitar 1.600 hektar lahan yang telah disiapkan dan harus dibeli untuk pengembangan KING 1, 2 dan 3.

“Pemerintah daerah tidak mampu membeli semua lahan. Peta sudah kami siapkan, kami membutuhkan pihak ketiga atau investor yang mau bekerjasama membeli lahan tersebut,” ujar Novi.

Pengembangan KING karena sudah banyak perusahaan yang masuk. Di antaranya industri manufaktur yang memproduksi kabel mobil, perusahaan alas kaki dan juga perusahaan garmen.

Comment